
.
"Kenapa jelalatan banget sih mereka" Gerutu Naura kesal, pasalnya karena masalah tadi dia harus berjalan cukup jauh hanya untuk menghindari mereka. Dan sekarang hembusan angin dan pasir putih telah membawa gadis itu menjauh dari tempat sebelumnya.
Sebenernya bukan karena Ustadz Fahri yang membuat dia memilih menjauh dari tempat itu, tetapi para lelaki yang memandangi dia begitu lekat yang membuat dia takut untuk tetap berada disana, dan ditambah dengan rasa malunya karena ucapan Ustadz Fahri tentunya.
"Bener sih yang dikatain si kutub utara, pasti karena gue pakai modelan seperti ini makanya mereka seperti itu" Lirih Naura
"Tapi yaudah lah lebih baik gue nikmati kembali keindahan sunset di sini" Monolog gadis itu
...
Tidak terasa hari semakin larut dan sunset itu sekarang benar-benar sudah tenggelam.
"Gak terasa udah mau malam aja" Meskipun saat ini masih ada beberapa orang yang berada di tempat yang sama dengannya
"Lebih baik gue balik ah. Eh, tapi kalau gue balik lewat tempat tadi pasti akan lama"
"Nah lebih baik gue lewat sini aja. Jauh lebih dekat menuju ke hotel"
.
.
Setelah berjalan beberapa saat melewati jalanan yang cukup sunyi, gadis itu sekarang membuka hijab yang dijadikannya sebagai syal.
"Gue buka aja deh syal nya. Gerah amat lama-lama dileher gue" Dengan terus berjalan tanpa memerhatikan sekelilingnya.
"Berani banget gadis cantik itu lewat sini" Ucap seorang pria kepada pria yang lainnya
"Cantik, bahkan sangat cantik" Sahut yang lainnya
....
"Ehem. Hai cantik" Ucap kedua orang pria itu saat Naura lewat kearahnya
__ADS_1
"Tunggu cantik" Sambil menghadang jalan gadis itu
"Apa-apaan sih lu pada? Minggir!" Titah gadis itu
"Jangan galak-galak dong. Kita cuman mau kenal doang kok. Tapi kalau cocok kita lanjut. Yakan bro?" Ucap pria itu kepada temannya
"Gue hajar ya lu pada kalau berani macem-macem sama gue" Tegas Naura
Bugh
Tanpa basa-basi Naura telah berhasil melumpuhkan satu penjahat itu.
"Emang enak lu? Udah gue bilang lu jangan macem-macem sama gue" Ucap gadis itu karena jangan lupa dia ahli dalam beladiri.
Naura pun melanjutkan perjalanannya, tetapi pria itu nampaknya belum terima atas kekalahannya dan bangkit ingin membalas gadis itu. Tetapi sudah pasti gadis itulah yang menang. Ya dengan sekali tendangan, pria itu kembali tersungkur.
"Rasain lu" Ketus Naura
Bugh...
"Auuuu" Teriak Naura histeris merasakan sakit di lengannya
"Hahaha kerja bagus" Ucap pria yang sebelumnya telah berhasil dilumpuhkan oleh Naura
"Ayo kita seret dia, bawa dia ke markas kita" Perintah pria itu
"Shitt, kalian mau apa? Lepasin gue" Pinta Naura menahan sakit di lengannya
"Tentu saja mau bersenang-senang sama gadis cantik yang galak ini" Jelas pria itu sambil menyentuh dagu gadis itu
"Jangan lu sentuh gue, lepasin gue!" Bentak Naura
"Tolong... Tolong... Siapapun tolong gue" Teriak Naura
"Udah cepet bawa dia, nanti ada orang yang dengar" Tukas pria itu
__ADS_1
"Enggak gue gak mau, tolong lepasin gue...Tolong!" Teriak Naura kembali
Ingin sekali rasanya dia menendang pria itu kembali tetapi sakit dilengannya membuat tubuh lainnya sulit untuk digerakkan
.
.
Brukk
Gadis itu kini telah dibawa ke suatu rumah kosong. Dia dilempar asal oleh pria yang membawanya sehingga lengannya membentur dinding disana.
"Auuuu shittt, sakit" Lirih Naura
"Tolong, gue mohon lepasin gue, gue bakal kasih uang atau apapun yang kalian mau, tapi tolong lepasin gue" Lirih Naura sambil menangis karena merasakan sakit di lengannya.
"Sekarang aja baru minta tolong lepasin, mana ke angkuhan yang tadi? Tunjukkan sekarang! Hahaha" Tegas pria itu merasa menang karena sudah berhasil membuat gadis angkuh di hadapannya meminta untuk dilepaskan.
"Gak hikss, gue mohon lepasin!" Tegas Naura sambil menangis
....
"Baik akan kami lepasin"
"Tapi, setelah kita bersenang-senang hahaha! akan sangat rugi jika kami melepaskan gadis cantik seperti mu begitu saja" sambil mengelus rambut yang terurai itu
"Jangan sentuh gue!" Tegas Naura
"Nah, kami lebih suka kamu memberontak seperti ini karena akan lebih menyenangkan bermainnya" Bisik pria itu ditelinga gadis itu
....
"Tolong! Tolong! Tolong!" Teriak Naura kembali karena hanya itu yang dapat dia lakukan
"Sudah jangan buang tenaga mu cantik. Lebih baik kamu nikmati saja permainan kita" Ucap pria itu
__ADS_1
"Jangan hikss. TOLONG! TOLONG!" Teriak gadis itu kembali mengeluarkan sisa suara dan tenaganya.