Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 35. Saling Mengerti


__ADS_3

....


"Papa hanya berharap kamu bahagia, supaya papa bisa meninggalkan kamu dengan tenang" ucap papa


"Papa ngomong apa sih? Naura kan tanya papa mau apa? Kenapa papa malah bicara seperti ini... seolah-olah papa mau pergi jauh dari naura" kini tangis gadis itu pecah bercampur kesal


"Papa mau istirahat.."ucap pak satyo tanpa menghiraukan ucapan naura, sementara naura, gadis itu kini malah menangis lebih kuat disertai isakan.


"Hiksss... terserah papa...." sahut naura dan meninggalkan kamar itu seperti keinginan pak satyo.


.


.


"Naura kamu sudah pulang sayang?" tanya Bu Anjani, mama Naura


Gadis itu hanya mengangguk karena saat ini dia sedang minum segelas air putih untuk meredakan isak tangisnya. Tetapi tetap saja isakan itu tetap tidak hilang malah kini semakin jelas.


"Kamu habis nangis sayang?" tanya bu anjani sedangkan naura tidak menjawab, dia memilih mengelap bekas air matanya itu.


Kini bu anjani mengelus halus kepala anaknya yang terbalut dengan hijab hijau.


"Mama sayang sama kamu nak" ucap Bu anjani, setelah Naura berusia 17 tahun ini dia baru mendengar ucapan ini. Ucapan yang paling ditunggu dari kedua orang tuanya

__ADS_1


"Maafkan mama dan papa yang selalu membiarkan kamu...tidak memberikan perhatian ke kamu...maafin kami sayang, maafin kami yang telah gagal menjadi orang tua yang baik untuk kamu" lanjut bu anjani kini buliran air mata juga membasahi wajah cantik itu yang sama seperti naura hanya saja dia versi jika gadis itu jika lebih dewasa nantinya.


.


.


"Mama jangan nangis...mama sama papa gak salah, naura yang salah kurang bisa mengerti dengan keadaan" lirih naura dengan suara isakan dan kini memberikan pelukan erat kepada mamanya


"Enggak sayang, kamu gak salah...kami yang tidak pernah mengerti kemauan kamu" balas bu anjani sambil mengelus lembut punggung naura


"Iya naura maafin semuanya...dan naura juga minta maaf karena selalu membantah dan membuat masalah serta selalu menyusahkan mama dan papa" balas naura kembali


"Iya sayang mama maafin...mama juga janji kedepannya akan lebih mengerti apa yang kamu mau sayang..." "Dan mama juga akan menyerahkan butik mama kepada orang Kepercayaan mama untuk mengelolanya agar mama lebih banyak waktu untuk kamu" ucap mama dengan sekarang memegang kedua pipi naura.


"Iya sayang...mama janji, mama janji mulai sekarang akan lebih memperhatikan kamu" sahut bu anjani merengkuh kembali tubuh gadis itu


"Kita mulai semuanya dari awal ya sayang" lanjut bu anjani dan diangguki oleh gadis itu.


.


.


"Sayang, kamu sudah bertemu papa?" tanya bu anjani setelah keduanya jauh lebih tenang sekarang. Tetapi naura hanya terdiam...

__ADS_1


"Ada apa sayang? Kamu bertengkar lagi dengan papa?" Sambungnya


"Maafin papa ya sayang jika selama ini papa selalu bertindak egois tanpa memikirkan keinginan kamu" jelas mama


....


"Tidak ma, papa enggak salah...hanya naura yang belum mengerti kemauan papa" balas naura setelah lama terdiam. Kini gadis itu sudah lebih tenang dalam berbicara, sepertinya dia sudah lebih berdamai dengan keadaan.


"Sebenarnya dokter bilang jika papa kamu memiliki tekanan darah tinggi sayang" ucap mama sedih


"Terus ma? Papa akan baik-baik saja kan?" tanyanya


"Semoga sayang, kita doakan saja supaya papa selalu sehat ya" tutur mama


"Tapi kata dokter, papa tadi gak boleh banyak pikiran...apakah karena naura ya ma papa jadi seperti ini?..." tanya naura dengan suara melemah


"Tidak sayang bukan karena kamu, papa hanya kelelahan saja" ujar mama


"Tapi bagaimana dengan rencana perjodohan itu?" tanya naura gadis itu teringat bagaimana papanya bertekad untuk menjodohkan nya


"Sayang, Jika kamu tidak menginginkan Perjodohan itu mama tidak bisa bisa memaksa". "Tapi yang harus kamu ketahui ada kalanya seseorang akan merasa sangat senang bahkan dapat melupakan masalahnya hanya jika keinginan nya terpenuhi...mama juga tidak tahu apakah saat ini itu juga terjadi pada papa kamu" jelas mama dengan lembut.


"Keputusan nya ada di kamu sayang.." pungkas mama lalu membelai lembut punggung tangan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2