Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 47. Menggoda Iman


__ADS_3

.


.


Malam harinya telah tiba, terlihat sebuah keluarga bahagia tengah menikmati makan malam bersama. Sementara naura, gadis itu terus menatap sekeliling mencari keberadaan satu penghuni lainnya.


"Kemana cowo tengil itu? Kenapa gue gak liat dia dari tadi? Eh...di pesta pernikahan gue, kayaknya dia juga gak datang." Batin naura


"Aunty antik, alzam mau telur itu." Ucap arzam sehingga membuyarkan lamunan gadis itu


"Ehh...ada apa?." Tanya gadis itu spontan


"Ihh aunty, alzam mau itu." Ulang anak itu dengan menunjuk apa yang dia inginkan


"Oh ini..." Beo naura dan mengambilkan telur goreng itu


...


Gadis itu kini telah berbaring di atas ranjang setelah menikmati makan malamnya. Akan tetapi sampai sekarang pertanyaan yang sejak tadi terlintas dalam benaknya tentang sosok gus fajar terus menghantuinya.


"Kamu lagi mikirin apa?." Tanya seseorang berada disampingnya yang tidak lain adalah Ustadz fahri


"Eh...lu sejak kapan disini? Kenapa gak ucap salam?." Tukas gadis itu terkejut


"Saya sudah dua kali mengucapkan salam diluar, kamu saja yang tidak mendengarnya..." terang ustadz fahri sedangkan gadis itu hanya ber-ooh saja lalu membalas salam pria itu sebanyak dua kali.


"Kamu tidak harus menjawab salam itu sebanyak dua kali... kalau saya memberikan salam sebanyak seratus kali bagaimana?" tanya ustadz fahri dengan raut wajah datar nya

__ADS_1


"Ck .. yaudah sih" kesal naura melihat ekspresi suaminya itu yang kembali seperti semula


"Kamu sudah sholat isya?" tanya Ustadz fahri dan dibalas anggukan oleh gadis itu


"Mau tidur sekarang? Atau hafalan dulu?" tanya ustadz fahri kembali


"Hah hafalan?" beo naura dengan mata membulat


"Seorang istri gus hafalannya harus lebih banyak dari pada santriwati nya" balas pria itu sedangkan naura yang mendengarnya hanya mencebikkan bibirnya kesal.


.....


Sudah hampir satu jam gadis itu mengulang hafalan surah nya dan menghafal kan yang baru.


"Ck..udah ya gue ngantuk" ucap naura setelah berhasil menghafalkan setengah dari surah Al-Mulk dan setelah nya dia mendapatkan anggukan dari pria di hadapannya itu. Tanpa berpikir panjang gadis itu langsung naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana


"Huh ternyata berat juga menjadi istri seorang Gus" ucapnya dengan menghembuskan nafas kasar


"Eh E-elu kenapa tidur di samping gue?" tanya naura


"Saya suami kamu, lagian selama dua malam ini saya juga sudah tidur di samping kamu saat kamu sudah tertidur" jawab ustadz fahri dengan menunjukkan raut wajah biasa saja


"Ihh jadi lu cari celah setelah gue tidur?" dengus naura kesal


"Bukan cari celah istriku, istri saya saja yang duluan tidur tidak menunggu suaminya" sahut ustadz fahri.


Ya, selama beberapa hari dirumah orang tua Naura, ustadz fahri selalu dapat wejangan dari pak satyo, itulah yang membuatnya selalu masuk ke kamar setelah gadisnya itu sudah terlelap.

__ADS_1


....


"Ya udah kalau gitu lu keluar dulu dari kamar ini, setelah gue tidur baru lu boleh masuk" tutur gadis itu


"Tidak bisa istriku, nanti kalau Abi dan umi lihat mereka bisa curiga... sudahlah sebaiknya kita tidur saja ya" ujar ustadz fahri sehingga mau tidak mau gadis itu hanya menuruti nya.


....


Sudah setengah jam naura berada dalam posisinya tetapi gadis itu belum bisa tidur dan selalu saja mengusik.


"Ck...gak nyaman banget sih pakai ini saat tidur" batin naura


Akhirnya dia terbangun dari tidurnya dan mengambil pakaian tidurnya di dalam lemari setelah itu berlalu ke kamar mandi.


"Kamu belum tidur?" tanya Ustadz fahri yang melihat gadis nya terbangun


"Belum bisa tidur...tapi ini mau coba tidur lagi" sahut naura sambil naik keatas ranjang mereka kembali


Glekk...


"Kenapa pakaiannya selalu menggoda iman" batin ustadz fahri yang melihat istri kecilnya itu mengenakan piyama mini itu.


"Hmm...apa yang kamu pakai itu?" tanya ustadz fahri berusaha menghilangkan rasa gugupnya


"Oh ini... piyama, abisnya gue gak bisa tidur kalau pakai baju tadi" ujar naura kemudian menutup tubuhnya menggunakan selimut tidur hingga sebatas pinggang.


Sementara ustadz fahri tidak memberikan jawaban lanjutan, sekarang dia memilih menetralisir suasana hatinya

__ADS_1


....


"Fahri kamu pasti bisa... kamu harus kuat sampai besok pagi..." Monolog pria itu dalam batinnya


__ADS_2