
.
.
Keesokan paginya, naura telah keluar dari kamarnya dan kini mendatangi umi khadijah yang sedang berada di dapur.
"Assalamualaikum umi" Salam naura
"Wa'alaikumussalam nak... putri umi kok sudah bangun pagi-pagi begini." Ucap umi khadijah
"Heheh iya umi, naura mau bantu umi" tutur naura
"Ini sebentar lagi siap kok sayang, kamu bantu umi menyiapkan piring saja ya nak." Ujar umi kembali
"Baik umi..." Balas gadis itu
....
"Sudah siap umi..." Ucap gadis itu setelah melihat semua sarapan pagi telah disiapkan di meja makan
"Iya nak, sekarang kamu lihat sana suami mu, lagi apa dia...dan ini, bawa teh manis ini untuknya" ujar umi
....
Krekkk
Gadis itu kini memasuki kamar nya kembali
"Ucap salam dulu sebelum masuk." Ucap dingin sesosok pria yang sedang duduk di sofa kecil itu
"Iyaiya... Assalamualaikum." Ujar naura
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam..." Sahut ustadz fahri lirih
"Ini teh hangat buat lu" ucap naura sambil menyodorkan di dekat pria itu
"Oh iya, lu kenapa?." Tanya naura heran dengan tingkah pria itu yang terlihat seperti banyak pikiran
"Saya gak papa, kalau kamu sudah selesai lebih baik keluar sekarang" Sahut ustadz fahri dingin
"Ck...ya udah sih, gue cuma mau anter minuman itu aja, dan jangan lupa turun ke bawah untuk sarapan" Ujar naura ketus lalu meninggalkan pria itu
Sementara pria itu terus saja memijat- mijat pelipisnya. "Kenapa lebih susah menahan hawa nafsu setelah menikah dari pada sebelum menikah?" Gumam Ustadz fahri.
Ternyata sejak tadi Ustadz fahri merasakan pusing karena kejadian tadi malam, gadis yang kini menjadi istrinya tengah menaikkan has***nya tetapi dia malah tertidur begitu saja tanpa rasa berdosa sedikit pun.
....
Saat berada di dalam ruang kerjanya rasa pusing itu masih terbawa sampai kini sehingga harus beberapa kali dia menggunakan minyak hangat untuk menghilangkan rasa pusingnya.
"Assalamualaikum ustadz... ustadz Kenapa?" Tanya ustadz Hanif khawatir melihat sahabatnya yang sejak tadi diam dan terlihat sedikit pucat
"Wa'alaikumussalam..." Sahut ustadz fahri
"Ana hanya merasa pusing nif.." balas ustadz fahri tetap dengan wajah datarnya
"Pusing kenapa? ustadz bisa cerita ke ana, mana tau beban pikiran ustadz berkurang nantinya setelah cerita" Ujar ustadz hanif
Sementara pria itu tengah berpikir bagaimana membicarakan ini kepada sahabatnya itu kalau dia tengah mati-matian berusaha menahan hawa nafsu nya dari istrinya sendiri.
"Hmm, begini nif...kalau misalnya ente sudah menikah terus hasr** ente lagi naik, apa yang akan ente lakukan nif?" Tanya ustadz fahri
"Tentu saja melampiaskannya kepada istri ana ustadz" Jawab ustadz hanif mantap
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika istri ente nantinya tidak ingin di sentuh?" Tanya ustadz fahri kembali
“Jika seseorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur (untuk bersetubuh) lalu istrinya enggan sehingga suami tidur dalam keadaan marah, niscaya para malaikat akan melaknat si istri sampai pagi.” (HR Muslim).
"Dan ana rasa ustadz juga sudah tahu akan hal itu" Lanjut ustadz hanif
"Tapi nif, konteks ini beda...istri ente menolak diawal dan ente juga secara terpaksa sudah berjanji padanya..." Tutur ustadz fahri
"Tidak ada alasan untuk menolak keinginan suami ustadz kecuali saat istri kita sedang dalam masa haid". "Tapi meskipun begitu, suami istri itu tetap bisa bersenang-senang dengan cara yang lain kan ustadz" Sambung ustadz hanif, sedangkan ustadz fahri yang mendengar kalimat tersebut mulai berpikir.
"Bersenang-senang dengan cara yang lain?.... sepertinya itu ide bagus." Batin ustadz fahri memikirkan apa rencana selanjutnya
....
"Baiklah ana mengerti sekarang" Ucap ustadz fahri
"Mengerti? Memang pertanyaan ini untuk siapa ustadz?." Tanya ustadz hanif dengan ekspresi bingung.
"Bukan urusan ente, tapi syukron untuk jawaban nya" Pungkas ustadz fahri dan meninggalkan pria yang tengah berpikir sekarang.
"Tidak mungkin ustadz fahri tidak mengetahui jawaban itu...Tapi kecuali dia yang mengalami itu sendiri. Siapapun yang mengalami hal semacam ini pasti tidak dapat berpikir jernih" Batin ustadz hanif
....
"Ahhh tapi itu tidak mungkin, ustadz fahri kan belum menikah." Gumam ustadz hanif menyangkal pikirannya.
.
.
Ente kadang - kadang ente, Ustadz Fahri! 😆
__ADS_1
....
Gimana readers Lanjut Up? Komen Like dan Vote yaa... Thanks you💙