Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 56. Merahasiakan Hubungan


__ADS_3

....


Beberapa saat kemudian gadis itu mengangkat tangannya untuk memanggil kembali pelayan itu.


"Iya nona, ada yang bisa saya bantu?" Ucap pelayan itu


"Gue persan makanan yang paling enak dan mahal di tempat ini" Ucap naura


"Baik nona... Akan segera kami antar" Sahut pelayan itu


"Emang enak lu gue kerjain, Gue tau makanan yang udah lu pesan sebelumnya pasti udah sesuai sama budget lu... Dan sekarang pasti uang lu kurang untuk bayar makanan yang baru gue pesan" Batin naura senang


"Kita liat aja, sebentar lagi wajah datar lu itu akan berganti jadi panik setelah tau berapa harga yang harus lu bayar" Naura kini tersenyum penuh kemenangan


....


"Ini pesanan nya nona" Ucap pelayan itu menghidangkan kembali beberapa makanan yang tampak enak dan tentunya juga mewah.


....


Dalam waktu setengah jam seluruh makanan yang berada di meja itu sudah dicicipi bahkan sebagian habis dilahap oleh Naura, gadis yang memiliki ukuran perut tak terlalu besar tetapi muat menampung seluruh makanan yang ada di hadapannya.


"Makanlah dan minumlah, namun jangan berlebih-lebihan" Peringatan pria itu namun naura tidak menghiraukan nya, yang ada di dalam pikirannya hanyalah rasa rugi jika tidak menghabiskan makanan yang enak dan mewah itu.

__ADS_1


....


"Hemm kenyang banget gue" Lirih naura memegang perutnya yang terasa penuh


"Sudah saya katakan, Makanlah dan minumlah, namun jangan berlebihan" Ucap Ustadz fahri


"Seseorang tidak dianjurkan untuk makan sampai sekenyang-kenyangnya tetapi secukupnya. Sebab, jika seseorang makan sampai perutnya terlalu kenyang, akhirnya menimbulkan rasa malas dalam bergerak, bawaannya ingin tidur terus dan tidak ingin beraktivitas" Lanjut Ustadz fahri


"Ck... Gue bukan nya berlebihan, gue cuma gak mau buang-buang makanan percuma" Sangkal naura lalu memalingkan wajahnya ke arah lain


.....


"Arzam?" Gumam naura saat melihat anak itu menghampiri ke arah nya


"Abi?" Ucap anak itu kembali saat melihat keberadaan Ustadz fahri


"Arzam.. kamu kenapa bisa ada disini nak?" Tanya Ustadz fahri


"Alzam mau makan disini, bi" Jawab arzam


"Arzam... Hey sayang kamu kok tinggalin umi" Ucap seorang wanita berpenampilan modis tetapi mengenakan hijab


"Fahri?" Gumam wanita itu saat netranya melihat kearah pria yang sedang memegang pundak anaknya

__ADS_1


Ya, wanita itu adalah Ana ibu dari arzam. Seorang wanita mandiri yang bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan yang terbilang cukup terkenal dan sukses. Ana juga merupakan teman masa kecil Ustadz fahri.


"Ana... Kamu sudah kembali?" Tanya Ustadz fahri karena yang dia tahu wanita itu sedang ada keperluan pekerjaan di luar kota


"Iya fahri, maaf aku belum mengabari tentang kepulangan ku... Dan maaf juga aku menyuruh supir ku untuk membawa pulang arzam tanpa sempat berpamitan dengan kamu dan seluruh keluarga mu"


"Tapi yang pasti saat aku pulang aku hanya ingin melihat wajah putra ku yang selama dua minggu belakangan ini aku hanya melihatnya melalui layar handphone saja" Jelas ana sambil tersenyum dan mengelus lembut pucuk kepala putranya


"Tidak apa-apa na, aku paham... Kamu adalah ibunya dan kamu berhak atas dia" Balas Ustadz fahri menampilkan senyuman manisnya


Sementara gadis yang berada diantara mereka hanya menatap dengan raut wajah kesal.


"Ck, apa maksud mereka... Gue dianggap apa disini? Hello... Ada orang disini " Batin naura menggerutu ingin sekali rasanya dia menghentikan percakapan mereka


"Khemm" Naura kini pura-pura terbatuk tanpa melihat kearah arah mereka


"Eh... Fahri dia siapa?" Tanya ana


Sedangkan naura yang mendengar pertanyaan itu mulai berpikir


"Kenalin na, dia is...." Ucapan Ustadz fahri terpotong dengan sahutan keras gadis didepannya


"Kenalin, gue naura sepupu dari Ustadz fahri" Ucap naura memperkenalkan diri, dia sudah berpikir tidak mungkin dia memberitahu kepada wanita itu tentang statusnya yang sudah menikah dengan Ustadz fahri. Dia takut nantinya malah akan menimbulkan masalah jika sampai berita ini tersebar.

__ADS_1


"Ohh, kenalin aku ana umi nya arzam" Ana pun berjabatan tangan dengan naura sementara Ustadz fahri hanya terdiam setelah mendengar jawaban gadisnya itu.


__ADS_2