
"Jangan. TOLONG! TOLONG!" Teriaknya dengan mengeluarkan sisa tenaganya
Tetapi pria itu seakan menulikan pendengarannya karena dia yakin tidak akan ada yang mendengar suara teriakan gadis cantik dihadapan nya ini. Pria itu semakin fokus mendekati gadis itu.
Bughh
Pria itu melupakan bahwa kaki gadis itu sekarang sudah berfungsi dengan baik, tendangan itu sontak membuat pria itu tersungkur kebelakang.
"Ck. Kurang ajar, emang gak bisa dihalusin gadis ini!" Kesabaran pria itu telah habis sehingga dia memerintahkan temannya untuk memegang kedua tangan gadis itu.
"Auuuu sakit, lepasin tangan gue!" Tegas Naura
"Pegang aja yang kuat!" Perintah pria itu
"Sekarang lu nikmati permainan gue" Ucap pria yang beberapa kali sempat dilumpuhkan gadis itu tetapi kali ini gadis itu yang tidak dapat berbuat apa-apa karena selain tangannya, kedua kakinya juga ditahan untuk bergerak
"Jangan! TOLONG! TOLONG! TOLONG!" Kini pria itu sudah membuka beberapa kancing kemeja gadis itu
"Hikss, jangan gue mohon jangan lakuin itu. TOLONG! Siapapun TOLONG!" Teriak Naura bercampur tangisan. Tentu dia sangat merasa hancur jika akhir hidupnya akan menyedihkan seperti ini.
"Ya Allah Lindungilah Aku, Selamat kan aku dari mereka. Ustadz, Maafin Aku Ustadz, seharusnya aku dengerin ucapan Ustadz"
"Mungkin ini balasan atas semua kesalahanku hikss" Batin Naura dengan gemuruh didadanya.
Gadis itu sekarang sudah pasrah dia memilih memejamkan matanya dengan rintihan meminta tolong walaupun terdengar sangat pelan.
.
__ADS_1
.
Bughh
Terdengar suara pukulan di dekatnya. Dan seketika genggaman di kedua tangannya juga terlepas.
"Ustadz" Lirih Naura setelahnya pandangannya menjadi kabur dan beberapa detik kemudian semua menjadi gelap.
.
.
Sudah hampir setengah jam lebih gadis itu kini berbaring diatas ranjang.
Ustadz Fahri berhasil menyelamatkan istrinya yang hampir mengalami pele***** oleh kedua pria me*** tadi.
Sebenernya sudah sejak tadi Ustadz Fahri berusaha mencari keberadaan Istri nya, hingga setelah sholat di Masjid dia bergegas untuk langsung mencarinya tanpa mengecek terlebih dahulu di hotel kediaman mereka. Dan seakan hatinya ada yang menggerakkan untuk langsung mencari keberadaan Istri nya itu kembali.
"Kamu sudah sadar Naura?" Gadis itu terlihat memegang kepalanya dan merintih kesakitan
Uhuk
uhuk
"Ini kamu minum dulu" Ucap Ustadz Fahri menyodorkan air minum disana
"Makasih" Balas Naura setelah menengguk minuman itu
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja Naura? Apakah ada yang sakit?" Tanya Ustadz Fahri khawatir melihat gadis itu yang merintih saat terbangun tadi
"Tadi.. Dua pria itu..." Lirih Naura ketakutan saat teringat kejadian yang beberapa waktu lalu baru saja dia alami
"Sekarang kamu sudah aman Naura, kedua pria itu sudah tidak ada disini. Sekarang lebih baik kamu istirahat" Perintah Ustadz Fahri dan dituruti oleh gadis itu.
....
Saat tengah malam gadis yang terbaring di ranjang terlihat resah dan menyebut kata 'tolong' beberapa kali sehingga membuat pria disampingnya terjaga dari tidurnya
"Ternyata Naura hanya mengigau" Lirih Ustadz Fahri
"Tolong. Lepasin!" Lirih Naura kembali kemudian tersentak bangun dari tidurnya
"Naura, kamu baik-baik saja?" Tanya Ustadz Fahri memastikan dan diangguki oleh gadis itu
"Sebentar" Ustadz Fahri meletakkan tangannya di kening gadis itu setelah melihat bibir gadis itu yang pucat fasih
"Astagfirullah Naura, kamu demam" Ucap Ustadz Fahri
"Kamu disini saja, saya ambilkan kompres dulu" Timpal Ustadz Fahri
Pria itu dengan sabar dan telaten mengompres kening gadis itu setelah memberikan obat penurun demam.
"Syafakillah Naura" Ucap Ustadz Fahri
Kemudian dia mendoakan untuk kesembuhan gadis itu yang terdengar samar oleh Naura sebelum kantuk dan rasa nyaman dari sentuhan lembut pria itu membawanya ke alam mimpi.
__ADS_1