
.
.
Pagi hari telah tiba, sinar pagi telah masuk menelisik jendela itu, meskipun seseorang hanya menyingkapkan setengah dan menghalangi bagian kepala, tetapi sinar pagi itu benar-benar memberikan suplemen vitamin untuk tubuh gadis yang sejak tadi malam berbaring lemah.
"Shitt..." Naura kembali meringis merasakan sakit di bagian lengannya
Cklekk
"Assalamualaikum" Lirih Ustadz Fahri mengucapkan salam
"Wa'alaikumussalam" Balas Naura
"Kamu sudah bagun?" Tanya Ustadz Fahri dan diangguki oleh gadis itu
"Ini saya belikan cemilan untuk kamu, dan sebentar lagi sarapan akan datang" Ucap Ustadz Fahri
"Makasih Ustadz" Balas Naura dengan senyuman
"Hmm Saya keluar dulu, kamu juga boleh mandi" Balas Ustadz Fahri lagi setelah mendapatkan senyuman manis dari gadis itu
"Ah iya, kamu bisa panggil saya kalau membutuhkan sesuatu" Tambahnya lagi dengan raut wajah yang menyimpan rasa gugup
"Terima kasih Ustadz" Balas Naura tanpa menghilangkan senyuman yang sejak tadi terukir diwajahnya melihat pria yang menurutnya sangat manis pagi ini.
"Hmm Assalamualaikum" Tukas Ustadz Fahri
"Wa'alaikumussalam, Sangat lucu" Lirih gadis itu merasa terkesima dengan pria yang sudah menghilang dari pandangannya
"Aduh apa-apaan sih Naura" Monolog gadis itu menyangkal ucapannya barusan
.
__ADS_1
.
Sekarang gadis itu menjadi lebih segar dan tentunya kecantikannya semakin terpancar setelah ritual membersihkan tubuh. Tetapi gadis itu kini hanya duduk di sofa dan memandangi beberapa makanan yang telah tersedia disana.
Cklekk
"Ustadz, Cari apa?" Tanya Naura memastikan pria yang sepertinya mencari sesuatu
"Eh, kamu disini" Sahut Ustadz spontan
"Jadi Ustadz cari Naura?" Tanya gadis itu
"Ah iya Naura, eh bukan. Hemm, Maksud saya, saya suka kamu memanggil diri kamu dengan sebutan Naura seperti itu" Sangkal Ustadz
"Hmm baik Ustadz akan Naura usahakan seperti ini" Balas Naura dengan senyuman yang ntah mengapa sejak pagi ini senyuman gadis itu terus terpancar tanpa alasan yang jelas.
"MasyaAllah" Gumam Ustadz Fahri menatap wajah gadis itu
"Gimana Ustadz?" Tanya Naura kembali
"Naura menunggu Ustadz" Jawab Naura dengan menunduk malu. Karena baru kali ini dia memberanikan diri berbicara seperti itu.
"Saya sudah makan roti tadi" Balas Ustadz
"Hanya roti kan Ustadz? Perut orang Indonesia wajib diisi dengan nasi bukan roti" Jelas Naura
"Mari makan bersama" Tambah Naura
"T-tidak usah Naura, saya.."
"Saya apa? Ustadz mau mubazir makanan? Disini ada dua porsi dan saya gak mungkin menghabiskan ini semua" Tutur Naura seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya untuk makan
"Hmm, maaf maksud Naura..."
__ADS_1
"Biar Naura ambilkan Ustadz" Ucap Naura gugup karena ini pertama kalinya dia cerewet hanya karena hal seperti ini apalagi sekarang gadis itu mengambilkan makanan untuk seorang Ustadz sekaligus suaminya.
"Ini punya Ustadz" Ucap Naura yang masih menahan rasa gemetar ditubuhnya dan untungnya masih berhasil dia tutupi
"Syukron Naura" Ucap Ustadz dan diangguki oleh gadis itu
...
Setelah selesai dengan drama sarapan yang sangat membosankan kita beralih ke keadaan yang sekarang.
Bagaimana tidak membosankan, selama makan tidak ada siapapun yang memulai pembicaraan, keduanya menikmati makanan disana hanya sesekali melirik satu sama lain. Seperti pengantin baru saja! Malu-malu Cat.
....
"Hmm Ustadz" Panggil Naura membuat pria yang sejak tadi diam dengan posisi membaca buku sekarang melihat kearahnya
"Ustadz, Naura bosan seperti ini terus, boleh tidak kita keluar?" Tanya gadis itu
"Kamu sudah lebih baikan sekarang?" Ustadz Fahri malah balik memberikan pertanyaan dan di balas anggukan oleh gadis itu
"Baik jika begitu kamu boleh keluar, asalkan hanya berjalan disekitar sini saja" Terang Ustadz
"Ck. Ustadz, Naura mau keluarnya dengan Ustadz, gimana kalau ada orang jahat yang gangguin Naura lagi?" Pinta gadis itu
"Dengan saya?" Tanya Ustadz memastikan pertanyaan langka itu, biasanya gadis itu selalu izin dan berlalu pergi begitu saja setelah mendapat izin
"Ya iyalah Ustadz, siapa lagi yang mau Naura ajak? Naura gak kenal siapapun disini" Jelas gadis itu
....
"Yasudah mari" Ucap Ustadz Fahri segera beranjak dari duduknya
"Loh kok ditinggal sih" Ucap Naura setelah melihat pria itu langsung bergegas keluar begitu saja
__ADS_1
....