
....
Sudah terhitung hampir 2 minggu naura berada di pesantren ini dan yang naura lakukan adalah belajar dan menghafal serta tidak lupa jobdesk yang lainnya yaitu memikat hati ustadz kutub utara.
Hari ini naura memberanikan diri meminta kepada ustadz fahri untuk mengoreksi hafalannya. Karena seperti yang dikatakan gus fajar ini adalah salah satu hal yang disukai ustadz fahri yaitu melihat seseorang gemar dan semangat menghafal Al-Qur'an.
"Assalamualaikum" salam naura saat melihat Ustadz fahri sedang mengobrol dengan salah satu santriwati
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka bersamaan. "Ana permisi dulu Ustadz, nanti akan ana sampaikan kepada santriwati lainnya... Assalamualaikum" ucap santriwati itu dan berlalu meninggalkan mereka.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya ustadz. "Hmm begini ustadz gue, eh saya mau minta tolong ke ustadz untuk mengoreksi hafalan gu...saya" jelas naura dengan sedikit terbata karena pengucapan 'saya'.
"Kenapa harus saya? Bukankah banyak ustadzah lain yang bisa setiap saat mendengarkan hafalan kamu?" tanya Ustadz fahri. "Tapi... saya lebih nyaman dengan ustadz lagian saya masih ada hutang hafalan dengan ustadz kan?".
"Tapi kalau ustadz gak bisa juga gapapa kok" sambung naura segera
"Baik saya setuju, kapan dan dimana kamu siap menyetor hafalan kamu?" ucap Ustadz fahri.
"Yesss..." spontan naura senang namun rasa senang itu harus berhenti saat tatapan naura berhenti pada wajah datar nan dingin yang ada dihadapannya.
"Besok ustadz, besok gue, eh saya saat jam istirahat bisa ustadz... tempatnya disini juga bisa" sahut naura dan diangguki oleh ustadz fahri
"Oke naura lo harus lebih sabar menghadapi dinginnya dia, lo harus bisa jadi api yang mampu menghangatkan dia" batin naura kesal dan wajahnya kini tersenyum kecut karena hanya anggukkan saja respon pria itu.
.
.
.
Keesokan nya waktu setoran hafalan telah tiba. Naura telah keluar dari kelasnya untuk segera menemui ustadz fahri ditempat kemarin. Namun gadis itu belum melihat kehadiran ustadz fahri.
"Kemarin dia bilang bisa, sekarang mana dia... batang hidungnya aja gak nampak" gerutu naura kesal menunggu
....
Tiba tiba ada seorang anak laki-laki berumur 3 tahunan berjalan kearah gadis itu
"Aunty antik... Yuk ikut alzam" tangan mungil itu kini memegang tangan naura
__ADS_1
"Kita mau kemana?" tanya naura bingung
tetapi anak itu tidak menjawab nya dan kini malah terus menariknya berjalan hingga tibalah mereka di halaman belakang ndalem. Di sana terlihat sesosok pria sedang duduk dibawah pohon dengan membaca buku ditangannya.
"Assalamualaikum" salam alzam
"Waalaikumsalam warahmatullah" jawab ustadz fahri yang kini melihat kearah kedatangan mereka.
Tempat ini hampir sama kalau kalian ingat dengan yang ada disekolah gadis itu, hanya saja disini pohonnya lebih rindang sehingga suasana disini lebih sejuk.
"Silahkan duduk" ucap ustadz fahri
Kini naura telah duduk dan diikuti oleh anak kecil itu yang duduk juga dipangkuannya.
"Ehhh" spontan naura kaget dan hendak menyingkirkan anak itu
"Alzam mau disini Abi, mau sama aunty antik" jelas anak itu sambil tersenyum
"Sebenarnya gue sedikit risih, tapi ni anak sepertinya nyaman.. Apa boleh buat sih terpaksa gue" batin naura memberhentikan tindakannya untuk menyingkirkan anak itu
"Arzam pindah kesini aja ya sama Abi" tawar ustadz fahri sambil menunjuk kepangkuan nya
"Hah Abi?? Abi sama dengan papa kan? Jadi ustadz sudah...Hmm, sudah lah itu bukan urusan gue" batin naura menghentikan prasangka nya
"Gak papa ustadz biar saja kalau dia sudah nyaman. Sekarang apakah gue bisa memulai hafalan ustadz?" tanya naura
"Thafadhol" ucap Ustadz fahri. "Maksudnya ustadz?" tanya naura bingung
"Silahkan altinya aunty" sahut arzam sedangkan naura hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tentunya tidak gatal.
....
Kini naura telah selesai menghafalkan surah Ar Rahman
"Subhanallah, apalan Aunty sempulna" nilai Arzam
"terima kasih" balas naura senang mendengar pujian anak itu
"Ustadz bagaimana, apakah ada yang perlu saya perbaiki?" tanya naura karena belum mendapatkan respon apapun dari pria itu
__ADS_1
"Hmm Afwan naura, Subhanallah. Apa yang kamu lafalkan tadi mumtaz. Nyaris sempurna, seperti kata arzam" puji Ustadz fahri setelah sadar dari lamunannya
"Alhamdulillah" sahut naura. "Saya tidak menyangka kamu bisa menghafalkan dengan baik...
"Maaf karena kemarin saya sempat meragukan kamu" sambung nya
"Iya ustadz gak papa, soalnya gue memang lambat ustadz dalam menghafal, agak bobang hehe" balas naura dengan bahasa gaulnya
"Bobang?" tanya ustadz bingung. "Ituloh ustadz... Bodo banget"
Sementara ustadz hanya menggeleng mendengar penuturan gadis itu
...
"Ada niat untuk menghafalkan 30 juz Al qur'an?" tanya nya setelah keduanya lama terdiam
"Ya enggak lah ustadz.... Boro boro 30 juz, hafal surah yang ini aja udah syukur banget" sahut naura dengan cengiran kuda. Saat gadis itu melihat kearah pria itu terlihat raut datar kembali menyelimuti wajah pria itu.
"Aduh apa gue salah ngomong ya?" batin naura menelan saliva dengan susah payah
.....
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” [Maryam: 25]
Maryam ibu Nabi Isa ‘alaihissalam yang hanya menggoyang sedikit pohon kurma maka buahnya jatuh. Maka secara logika, sangat kecil kemungkinan buah kurma dengan pohonnya yang kokoh kemudian buahnya bisa jatuh dengan goyangan wanita lemah yang baru melahirkan" ucap Ustadz fahri membuyarkan rasa takut naura yang mengira pria itu marah kepadanya
"Sama hal nya dengan yang kamu alami sekarang. Waktu itu seingat saya kamu hanya menghafalkan sebanyak 20 ayat surah Ar Rahman dan ternyata itu tidak tuntas. Dan hari ini kamu kembali mendatangi saya dan Alhamdulillah berhasil menghafalkan satu surah Ar Rahman yang insyaallah sudah mumtaz...Apakah kamu masih merasa bahwa ini masi tidak mungkin?" tanya ustadz fahri kepada gadis itu sementara naura hanya terdiam dan memutuskan tatapannya yang sempat tertuju pada pria itu
Dan karena tidak mendapatkan respon, ustadz fahri kini kembali melanjutkan
"Terkadang yang kita rasa tidak mungkin sebenarnya itu adalah perkara yang sangat mudah bagi Allah...Yakinlah dengan niat yang benar dan memohon ridho dari Allah. InsyaAllah... Itu semua akan dipermudah" sambung ustadz fahri
"Oke ustadz saya paham sekarang... Terima kasih untuk nasihat ustadz" sambil menampakkan senyuman manisnya, naura merasa masih ada orang yang percaya akan kemampuan nya dan itu membuatnya kini bersemangat kembali
"Subhanallah... Begitu indah ciptaan Engkau Ya Rabb" batin ustadz yang secara tidak sengaja melihat senyuman naura. "Astagfirullah" gumamnya
"Saya juga minta maaf ustadz karena saya selalu menyusahkan ustadz dan selalu membuat ustadz emosi setiap dekat saya" tambah naura
"Saya tidak pernah merasa seperti itu. Saya malah tenang jika dekat dengan kamu" ujar ustadz fahri
__ADS_1
"M-maksud ustadz?" tanya naura gugup memastikan apa yang didengarnya barusan