
Keesokan harinya....
Saskia tengah sarapan bersama keluarganya.Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi pertanda ada tamu yang datang.Bi Asti langsung membukakan pintu.
"Mau cari siapa ya den?" Tanya bi Asti.
"Saskia nya ada bi?" Jawab Tio memastikan Saskia masih ada di rumah.
"Ohhh non Saskia? Ada den di dalam masih sarapan,mari silahkan masuk." Ucap bi Asti mempersilahkan.
Tio pun masuk ke dalam rumah,"Selamat pagi om,tante!" Sapanya.
Kedua orang tua Saskia pun melirik ke sumber suara,"Ehh nak Tio! Pagii..." Jawab Lina dan Wijaya bergantian.
Saskia membulatkan kedua matanya karena kaget melihat siapa yang datang ternyata kekasihnya.
"Nak Tio ada perlu apa kesini pagi-pagi?" Tanya Lina.
"Saya mau jemput Saskia tante!" Jawab Tio.
"Ohh mau jemput Saskia!" Ujar Lina sambil melirik Saskia dengan tersenyum penuh makna.
"Yaudah sini gabung sarapan dulu nak Tio!" Ajak Wijaya.
"Gak usah om,tadi saya udah sarapan kok! Sas aku tunggu kamu di depan ya!" Tolak Tio kemudian beralih berkata pada Saskia.
"Eumm...Iya" Jawab Saskia.
__ADS_1
Tio pun menunggu Saskia di depan rumah sambil duduk menikmati secangkir teh yang disuguhi bi Asti.
Di dalam sana Saskia nampak sedang berpamitan,"Ma,Pa,Saskia berangkat dulu ya! Assalamu'alaikum..." Pamit Saskia memyalami kedua orang tuanya secara bergantian.
"Iya hati-hati ya sayang! Nanti langsung pulang jangan mampir kemana-mana! Wa'alaikumsalam...." Tegas Lina kemudian menjawab salam Saskia dan Saskia pun mengangguk sambil berlalu meninggalkan orang tuanya.
"Ayo kak berangkat!" Ajak Saskia dan Tio pun mengangguk.
Mereka telah tiba di kampus.Saskia jalan terlebih dahulu menuju ke kelasnya.
"Yaelah so cantik banget sih lo! Ngaca dong! Lo itu gak pantes buat pangeran kampus kita!" Ujar salah seorang Mahasiswi.
"Udahlah lo tinggalin aja dia! Kasian dia kalo tiap hari harus nanggung malu karena jalan sama lo!" Ujar yang lain.
Saskia hanya menunduk mencoba tak menghiraukan perkataan yabg sungguh menyakitkan hatinya.
Kemudian seorang pria tiba-tiba muncul,"Ehhh lo punya mulut dijaga dong! Emang lo cantik apa? Hahaa muka pas-pasan aja belaguu!" Serunya membela karena tak terima atas penghinaan pada Saskia.
Padahal air matanya sudah tak bisa ditahan lagi hingga perlahan menetes tak beraturan.
"Hey kalian denger ya! Siapa aja yang ganggu DIA mulai hari ini bakal berhadapan sama gue!" Tegas Aldo sambil menunjuk Saskia.
Beberapa Mahasiswi itu pun gemetar dan tak bergeming karena mendengar amarah sekaligus pembelaan Aldo.Kemudian pergi berlalu karena ketakutan.
"Al gue bilang gue gak apa-apa! Kenapa lo marah sama mereka!" Seru Saskia.
"Apa? Lo bilang gak apa-apa? Setelah mereka ngehina lo dan jelek-jelekin lo! Lo masih belain mereka!" Seru Aldo.
__ADS_1
"Gue bukannya belain! Tapi gue gak mau masalah ini jadi panjang!" Tegas Saskia.
"Lo gak salah! Jadi lo gak perlu takut! Lagian lo kenapa sih dihina gitu malah diem aja? Heran gue!" Ucap Aldo heran.
"Udahlah Al lupain aja!" Tegas Saskia.
Ciihh anehh nih si Kaleng Rombeng! Udah dibelain juga malah marah marah! Batin Aldo.
"Btw makasiih karena lo udah belain gue tadii! Lo emang PAHLAWAN Gue!" Ujar Saskia menekankan kata 'Pahlawan'.
"Akhirnya bilang makasih juga! Gue kira lo udah gak bisa bilang makasih!" Ledek Aldo.
"Gue tarik kata-kata gue tadi kalau lo PAHLAWAN GUE! Lo dimata gue bakalan tetep jadi CURUT YANG PALING NYEBELIN sampe kapan pun dan gak akan pernah berubah!" Tegas Saskia sambil mengacak ngacak rambut Aldo.
"Ah dasar lo Kaleng rombeng! Tapi gak apa-apa lah asal lo seneng! Nahh gitu dong senyum jangan biarin air mata lo netes dengan percuma." Ucap Aldo sambil tersenyum.
"Iya-iya baweellll! Makasih ya lo udah hibur gue!" Ucap Saskia senang hati.
"Apa lo bilang? Baweel? Ciiih!" Ujarnya tak terima.
"Hehee becanda kalii! Gitu aja baper!" Ejek Saskia.
"Lo kalau ada masalah gak usah sungkan buat cerita sama gue! Kita kan temen!" Seru Aldo.
"Hmmm iya...Sekali lagi makasih ya! Gue beruntung bisa temenan sama lo!" Ucap Saskia merasa beruntung.
"Ehh Udahlah! Ayo masuk kelas bentar lagi Pembelajaran di mulai!" Ajak Aldo dan Saskia pun mengangguk kemudian berjalan bersampingan.
__ADS_1
Dulu Aja bilangnya bisa mati berdiri kalau terus-terusan ngadepin sikap gue yang usill ini! Nahh,liat sekarang dia bilang beruntung bisa temenan sama gue! Batin Aldo teringat gerutuan Saskia waktu pertama kali mereka berteman.Padahal waktu itu Saskia berbicara pelan tapi ternyata Aldo bisa mendengarnya dengan jelas.
Jangan lupa Like,Coment and Vote nyaa yaa😉!!!