
Waktu telah menunjukkan pukul 19.00
Entah mengapa Saskia masih belum pulang juga ke rumah.
Fami kini sungguh khawatir dibuatnya.Tambah lagi Caca juga tak ada memberinya kabar.
Akhirnya ia memutuskan pergi ke ruang kerjanya untuk memeriksa tugas yang dikumpulkan oleh para Mahasiswanya.
Beberapa menit kemudian,terdengar suara langkah kaki seseorang yang memasuki rumah.Ternyata Saskia baru pulang.
Saskia melihat-lihat sekeliling rumah namun tak ia dapati sosok suaminya itu.
Ia segera memasuki kamar untuk membersihkan diri dan dilanjut shalat isya.
Seusainya,Saskia tak mendapati juga sosok suaminya itu.Padahal ia rasa telah setengah jam yang lalu ia pulang,bagaimana mungkin jika suaminya itu tak menyadari kepulangannya.
Saskia mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang disaat bersamaan pula ponselnya berbunyi.Ternyata ada sebuah panggilan video masuk dari Aldo.
Ia segera bangkit kembali dari posisi rebahannya dan mengangkat panggilan tersebut.
Aldo : Hi My Enemy? Are you done sleep?
Saskia : Aduhh ganggu orang tidur aja nih orang!
Aldo : Hahaa...Jahat amat itu mulut😩
Saskia : Lagian beberapa jam yang lalu kan baru aja telponan masa sekarang nelpon lagi!
Aldo : Gue masih kangen sama cewek bawelll gue ini!😂
Saat Aldo berkata itu,Fami memasuki kamar dan melihat istrinya sedang asyik bercengkrama dengan lelaki lain lewat video call.
Hatinya terasa teriris...
Namun ia berusaha menguat-nguatkan dirinya untuk tak marah dan tetap tenang.
Saskia yang menyadari akan kehadiran suaminya di dalam kamar segera menutup panggilan tersebut.
"Pak Fami! Udah lama disini?" Tanya Saskia sedikit gugup.
"Baru aja!" Jawabnya.
"Oh...".
"Kamu darimana aja jam segini baru pulang?" Fami bertanya seolah curiga.
__ADS_1
"Aku kan tadi udah bilang kalau aku ada tugas kelompok!" Jawab Saskia berbohong.
"Mana ada kerja kelompok dari siang sampe malem begini!" Tegasnya.
"Udahlah Pak! Mulai sekarang gak usah urusin urusan saya lagi! Bapak lupa? Di awal perjanjian pernikahan kita Pak Fami udah janji untuk gak ngurusin urusan saya!" Jelas Saskia dengan nada meninggi.
Saya? Sejak kapan dia manggil dirinya dengan sebutan saya? Saskia kenapa secepat ini kamu berubah! Batin Fami meronta.
"Saya selama ini selalu tepatin janji saya ke Bapak! Tapi apa? Pak Fami yang malah gak nepatin janji Bapak sendiri ke saya!" Lanjutnya.
"Kenapa kamu marah? Saya tanya baik-baik! Kenapa kamu jawab dengan nada tinggi? Apa kamu tahu,perbuatan tersebut tak dibenarkan oleh agama! Setelah kamu membohongi suami kamu sekarang kamu berbicara kasar padanya! Sungguh durhaka!" Fami ikut terbawa emosi.
"Gak usah bawa-bawa agama! Mulai sekarang jangan pernah urusi urusan saya lagi!" Ujarnya memperingati.
"Saskia yang saya kenal bukan Saskia yang sekarang ada di hadapan saya! Kamu sekarang telah berubah dalam sekejap mata!" Seru Fami menekankan perkataannya seraya berlalu keluar dari kamar.
Fami merasa frustasi,fikirannya kacau saat mendengar perkataan yang seharusnya tak ia dengar dari mulut istrinya.
Kini ia memilih untuk tidur di ruang kerjanya.Dan berharap pikirannya bisa sedikit rileks.
Ya Allah...Jika dia jodohku...Maka janganlah engkau memberi suatu jarak untuk kami agar kami bisa sesegera mungkin saling mencintai,melengkapi dan menyempurnakan separuh agama kami dengan adanya pernikahan ini! Batin Fami berharap.
Fami memejamkan matanya di kursi meja kerjanya.
*
Saskia telah siap untuk berangkat ke kampus.Ia kini tengah berada di meja makan untuk sarapan.
"Tuan kemana non? Kok tumben belum turun?" Tanya mbok Inem.
"Ehm..Mungkin masih mandi mbok! Oh iya,aku ke kampus dulu ya mbok!" Pamit Saskia beranjak dari kursi meja makan.
"Gak jadi sarapan dulu non?" Tanya mbok Inem bingung.
"Nanti aja deh mbok di kampus! Aku buru-buru..." Saskia berkata sembari berlalu.
*
Mbok Inem merasa heran...
Padahal hari sudah menjelang siang namun Fami tak juga kelihatan.
Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya ke lantai atas.
Di kamarnya pun Fami tak ada juga.Kemudian ia tiba-tiba ia terfikir untuk mencari Fami ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Fami sedang berdiri menghadap jendela luar dengan tatapan yang sendu.
"Tuan?" Panggil mbok Inem.
"Apa tuan baik-baik saja?" Lanjutnya.
"Ehm...Saya lagi kurang enak badan mbok!" Jawabnya seraya menghadap mbok Inem.
"Kalau tuan sakit sebaiknya beristirahat di kamar jangan bekerja dulu!" Saran mbok Inem.
"Ehm...Saya gak kerja! Saya cuma pengen disini aja mbok!" Serunya tersenyum getir.
Tuan Fami kenapa ya? Kok sepertinya sedang ada masalah! Apa dia bertengkar ya dengan non Saskia? Apa aku tanya aja? Tapi kalau aku tanya nanti dikira ikut campur lagi! Batin mbok Inem.
"Apa Tuan mau mbok bawakan sarapan kemari?" Tawarnya.
"Nggak usah Mbok...Saya belum lapar!" Tolak Fami.
"Tuan makan ya...Supaya kondisi tuan membaik!" Pinta mbok Inem.
"Jika saya lapar nanti saya akan panggil mbok!" Serunya kemudian menghadap jendela kembali.
Mbok Inem yang mengerti situasi segera meninggalkan Fami sendiri dan pergi menuju dapur.
"Tuan Fami hari ini sedikit berbeda! Non Saskia juga hari ini anehh banget!" Gerutu mbok Inem.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan suami istri ini?" Mbok Inem berbicara sendiri di dapur.
Mbok Inem merasa pusing memikirkan apa yang sedang terjadi dengan kedua majikannya kini.Ia pun berusaha fokus melanjutkan pekerjaannya tanpa memikirkan lagi hal tersebut.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaikum para readers yang baik hati♡Terimakasih untuk kalian yang masih setia baca karya ku ini😍Meskipun Author gak pernah tahu kalian itu siapa? Soalnya karena kalian gak pernah munculin diri kalian di kolom komentar😆Jadi mohon maaf jika Author gak tahu😅
Pantengin teruuss yaa😉Jangan Lupa Juga Dukungannya dengan cara Like Dan Vote👍💕Terimakasiiiiiihhh😙
See you Next Episod yaaa....🙋🙋
__ADS_1