
Keesokan harinya,Saskia pergi ke kampus untuk pengumpulan tugas dan juga ada satu matkul yang harus ia hadiri.
Saat ini ia tengah menunggu Dosen yang akan mengajar hari ini.Karena merasa bosan akhirnya ia memainkan ponselnya sembari menunggu Dosennya datang.
Ternyata terdapat sebuah chat masuk di WhatsApp dari Aldo yang berisi :
Gue gak jadi pulang besok lusa.Kepulangan gue diundur karena gue harus nyelesein matkul yang nilainya jelek ~ Curut.
Oh...Okelah... ~ Saskia.
Selang beberapa waktu kemudian,akhirnya Dosen yang dimaksud datang juga dan memulai perkuliahan.
*
Seusainya,ia langsung memilih untuk pulang.
"Sas? Ke cafe dulu yuk! Udah lama nih gak nongkrong disana!" Ajak Caca.
"Nggak ah,males gue!" Jawab Saskia malas.
"Lah kenapa?" Caca menjawab seolah heran.
"Gue mau belajar aja sambil ngelanjutin tugas yang belum beres!" Jelasnya.
"Rajin banget sih sahabat gue yang satu ini!" Caca berucap seolah meledek.
"Ya harus dong! Udah ah ngomong sama lo buang-buang waktu gue aja!" Bantah Saskia sembari meninggalkan Caca.
Saskia pulang dengan menaiki taksi online.Ia sangat muak karena setiap harinya harus pergi dan pulang menaiki taksi online.
Hingga kini ia kepikiran untuk menghubungi Papanya.
Panggilan suara berlangsung :
Saskia : Assalamu'alaikum Pa...
Wijaya : Wa'alaikumsalam sayang....Ada apa kamu telpon Papa? Jangan bilang kamu bertengkar sama Fami!
Saskia : Enggak kok Pa...Jadi gini aku mau minta izin Papa untuk ngambil mobil yang dulu sering aku pake buat kuliah.Boleh ya Pa?
Wijaya : Kok mendadak kamu mau ambil mobil itu? Memangnya Fami gak pernah anter jemput kamu?
Saskia : Bukan gitu Pa..Tapi akhir-akhir ini mas Fami sibuk harus ngebagi waktu buat ngajar sama bantuin Ayah mertua di kantor.Jadi Saskia harus naik taksi online deh ke kampus.
Ya Allah ampuni hamba karena telah berbohong,habis mau gimana lagi? Aku males kalau harus barengan terus sama dia tapi di sisi lain aku juga muak kalau harus naik taksi online terus setiap hari.Batin Saskia tak enak sebab telah berbohong.
Wijaya : Nanti biar Papa pikirin dulu,sekalian minta pendapat Mama.
Saskia : Mobil itu gak dipake kan Pa? Mending aku lagi aja yang pake.
Wijaya : Memangnya Fami udah izinin kamu buat bawa mobil sendiri? Jangan bilang belum! Pokoknya kamu harus izin dulu sama Fami! Ya sudah Papa tutup dulu telponnya,Papa masih banyak kerjaan.Wassalamu'alaikum...
Saskia : Wa'alaikumsalam...
Panggilan suara berakhir.
Hingga tak terasa ketika panggilan berakhir ia telah sampai ke rumah.
Sepertinya Fami belum pulang karena halaman rumah masih kosong,tak ada mobil yang biasa ia kendarai.
*
Malam harinya,
Saskia merasa pusing mengerjakan tugas-tugas yang tak ia fahami.Ia pun tak melanjutkan mengerjakan tugas dan malah bermain ponsel.
Fami memperhatikan Saskia yang tengah senyum-senyum sendiri ke layar posel yang ia genggam.
Fami merasa heran hingga ia mengakhiri pekerjaannya dan menutup laptop miliknya.
"Bukannya belajar malah main ponsel!" Tegurnya sembari mengambil ponsel Saskia.
__ADS_1
"Pak Fami balikin ponsel aku!" Saskia mencoba merebut ponselnya namun usahanya gagal sebab tinggi tubuhnya lebih pendek dibandingkan Fami.
"Coba aja kalau bisa!" Fami menantangnya.
Saskia menatap Fami tak suka.Ia kemudian naik ke atas ranjang.
"Mulai hari ini ponsel kamu saya sita!" Tegas Fami.
"Kok disita? Gak bisa gitu dong!" Bantah Saskia.
"Jangan protes! Pokoknya ponsel kamu saya sita dan akan saya kembalikan setelah kamu selesai Ujian!" Jelasnya.
"Oke...Kalau ponsel aku disita berarti ponsel Pak Fami juga aku sita!" Serunya tak mau kalah.
"Kamu gak bisa sita ponsel saya! Dalam ponsel saya terdapat banyak hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya! Sedangkan kamu? Kamu malah chatingan gak penting! Lebih baik kamu belajar yang bener dan selesaikan semua tugas-tugas kuliah kamu!" Ucap Fami cukup menekankan.
"Terus kalau ada chat atau e-mail dari Dosen gimana?" Saskia mencoba cara lain.
"Kamukan punya Laptop! Untuk para Dosen biasanya menggunakan E-mail bukan chat WhatsApp!" Tegasnya.
"Yaudahlah terserah....!" Seru Saskia seolah tak peduli.
"Jika kamu mau menghubungi teman atau Papa kamu bisa pinjem ponsel saya!" Tawarnya.
"Terus nanti tiap hari,gimana aku bisa pesen taksi online?" Saskia tetap tak mau kalah.
"Mulai besok saya akan anter jemput kamu!" Jawabnya pasti.
"Tapi---".
"Udah gak usah pake tapi! Sekarang ayo lanjut belajar! Jangan males-malesan!" Titah Fami sembari menarik kaki Saskia yang tengah berselonjor di atas ranjang.
Otomatis ia ikut tertarik,"Iya-iya..." Saskia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan kembali ke meja belajarnya.
Saskia terlihat fokus dengan laptopnya.Sesekali ia menggerutu tak jelas sebab tak mengerti dengan tugasnya.
Fami yang melihatnya pun merasa geram dan memutuskan untuk mendekatinya.
"Eh Pak Fami! Tau deh Pak aku pusing!" Gerutunya.
"Pffppt...." Fami mencoba menahan tawanya.
"Kok malah ngetawain! Bukannya bantuin!" Tukas Saskia.
"Oke,karena saya suami yang baik saya bantu kamu! Yang bagian mana yang susah?" Fami akhirnya membantu Saskia.
Saskia menunjukkan bagian-bagian materi yang tak ia pahami.Dan dengan jelas sampai panjang lebar hingga membuat Saskia akhirnya mengerti.
"MasyaaAllah pandainya suami aku!" Ucap Saskia kagum.
Fami seketika mengernyitkan keningnya.
"Padahalkan bidang matkul yang Pak Fami pegang bukan matkul ini,tapi Pak Fami bisa menguasai matkul lain!" Pujinya pada suaminya.
"Tentulah...Saya kan dulu juga kuliah jadi saya menguasainya" Jelasnya.
"Hmmm iya juga sihh!" Saskia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Waktu telah menunjukkan pukul 22.00
Saskia sudah mulai merasa ngantuk dan memutuskan untuk tidur.
Fami baru saja ke kamar kembali.Ia tadi pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan sedikit pekerjaan kantor ayahnya.
Ia melihat istrinya telah terlelap.Ia pun menghampirinya dan ikut merebahkan tubuhnya.
"Maaf,saya harus ngelakuin ini ke kamu! Saya gak bermaksud menghalangi kesenangan kamu tapi saya cuma mau kamu fokus dan berhasil dengan tantangan yang saya buat! Agar kelak kamu bisa menjadi wanita yang sukses dan berprestasi! Selamat malam..." Ucapnya lembut sambil mengusap-ngusap rambut Saskia.
Fami pun mencium kening Saskia dan beberapa saat kemudian ikut terlelap.
Saskia sebeneranya belum tidur nyenyak hingga ia masih bisa mendengar perkataan Fami barusan.
__ADS_1
Makasih karena selalu jadi penyemangat aku! Maaf karena belum bisa membalas cinta kamu! Batin Saskia memperhatikan wajah Fami yang telah terlelap.
Hari berjalan dengan semestinya.Fami menepati janjinya untuk setiap hari mengantar jemput Saskia kuliah.
*****
Tak tersa 2 minggu telah berlalu...
Minggu ini telah saatnya Ujian akhir.
Saskia selalu berusaha untuk sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal-soal setiap matkulnya.
Ujian akhir ini dilaksanakan selama seminggu.
Hari-hari terus berlalu hingga tak terasa hari ini adalah hari terakhir untuk Ujian.
Semangat Saskia! Batinnya menyemangati diri sendiri.
*
Hari ini hari minggu,
Ujian akhir telah berlalu.Saskia memutuskan untuk bersantai di rumah karena sudah saatnya liburan.
Sesuai dengan janji Fami,ia kembali mengembalikan ponsel Saskia setelah Ujian selesai.
Ia sangat rindu dengan ponselnya ini.Setelah selama hampir 2 minggu ponselnya harus disita.
Ia mulai membuka aplikasi WhatsApp dan membuka chat dari yang paling atas.Disana tertera nama Caca.
Sas? Udah buka E-mail belum? Itu udah ada nilai IPK semester ini ~ Caca.
Serius Ca? Okedeh gue buka dulu ya... ~ Saskia.
Saskia segera mengambil laptopnya dan membuka E-mail dari dosennya.
"MasyaaAllah...Alhamdulillah..." Ucap Saskia melihat nilai IPK nya.
"Pak Fami! Pak Fami sini deh liat!" Panggil Saskia setengah berteriak.
Fami segera datang,"Kamu ngapain sih teriak-teriak?" Tanyanya.
"Liat deh nilai IPK aku!" Suruhnya kemudian Fami melihatnya.
"Wahh....Hebat nilai IPK kamu 4,25! Lebih tinggi dari yang saya tantang! Selamat ya!" Serunya kagum.
Saskia refleks memeluk Fami karena merasa sangat bahagia.
"Makasih...Ini semua karena Allah kemudian bantuan dan support dari Pak Fami!" Saskia masih belum sadar telah memeluk Fami.
"Saya cuma jadi mandor aja di belakang kamu!" Jelas Fami.
Akhirnya Saskia tersadar kini telah memeluk Fami dan melepaskannya.
"Ma-maaf!" Ucapnya gugup.
Fami merasa canggung kemudian mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan perihal IPK teman-teman yang sekelas dengannya.Ternyata posisi kedua diraih oleh Caca dengan nilai IPK 3,78.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaikum readers😊Gimana? Masih setia dengan Fami dan Saskia? Makasih bagi yang masih setia baca😙
Jangan lupa Dukung terus Author dengan cara Like dan Vote😍👍Terimakasihh😙
__ADS_1