
Setelah beberapa saat kemudian,akhirnya Fami terbangun dari pingsannya.
Fami hendak bangun dari posisi tidurnya namun semuanya gagal sebab kepalanya masih terasa pening.
"Ehh....Pak Fami udah bangun? Ayo aku bantu duduk!" Seru Saskia menawarkan diri.
Fami pun menurut hingga posisinya kini duduk selonjor dengan ditumpu bantal pada bagian punggungnya.
"Terimakasih!" Serunya tanpa ekspresi.
"Iya sama-sama!" Balas Saskia sembari tersenyum tulus.
Saakia berlalu dari kamar.Entah akan kemana ia sekarang?
Saskia kembali dengan membawa sebuah nampan yang di atasnya mangkuk yang berisi bubur dan segelas air hangat.
"Pak Fami makan dulu ya! Abis itu minum obat!" Pinta Saskia berkata manis.
Saskia hendak menyuapkan sesuap sendok bubur ke mulut Fami namun Fami menolaknya dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Pak Fami ayo dong makan!" Bujuk Saskia.
"Saya gak lapar!" Jawabnya dingin.
"Aku tahu Pak Fami pasti lapar tapi Bapak pura-pura gak lapar karena gak mau aku suapin kan?" Seru Saskia menebak.
Fami tak menghiraukannya.
"Pak Fami? Aku tahu aku salah,aku minta maaf yaa!" Saskia memohon namun Fami tetap tak menjawabnya.
"Yaudah kalau Pak Fami belum bisa maafin aku,aku paham! Tapi tolong makan dulu ya biar sakit lambungnya gak kumat lagi!" Saskia tetap berusaha membujuk Fami.
"Makan ya...!" Pintanya memasang wajah memelas.
Akhirnya Fami pun menurut dan mulai memakan suapan bubur dari Saskia.
Seusainya,Fami meminum obat dengan bantuan Saskia.
"Sekarang Pak Fami istirahat ya! Udah malem juga,angin malem gak baik buat kesehatan Bapak!" Saskia menyelimuti Fami hingga ke dada.
Saskia membereskan semua bekas makan Fami ke dapur dan setelah menyelesaikannya ia pun ikut berbaring di samping Fami hingga tak terasa ia pun ikut terlelap.
*
__ADS_1
Adzan shubuh membangunkan Saskia.Ia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk berwudhu.
Seusai shalat shubuh ia segera pergi ke dapur untuk membuatkan bubur dan memasak air panas untuk Fami.
Setelah bubur yang dimasak matang Saskia memasak air panas untuk Fami mandi.Sambil menunggu air panas,ia membangunkan Fami untuk shalat shubuh.
"Pak Fami? Bangun dulu yuk! Shubuh dulu!" Saskia menggoyang-goyang badan Fami.
Fami perlahan membuka matanya dan terbangun kemudian berlalu ke kamar mandi tak berkata sepatah katapun.
Kayanya dia masih kesel sama aku! Tapi wajar juga sih! Siapa coba yang gak sakit hati abis dibentak? Kalau aku ada di posisi dia pasti aku juga ngelakuin hal yang sama! Batin Saskia memaklumi sikap Fami.
Saskia berlalu kembali ke dapur untuk mengangkat air yang telah ia panaskan.
Kemudian ia menuangkannya ke dalam ember dan langsung saja ia bawa ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
Fami memperhatikan Saskia yang menjinjing ember berisi air tersebut.
"Pak Fami mandi dulu ya! Dari kemarin gak mandi pasti gak enak!" Suruh Saskia.
"Ayo aku bantu! Pak Fami kuat berdiri gak?" Saskia dengan siaga membantu Fami.
"Saya bisa sendiri!" Serunya seraya berlalu ke kamar mandi.
Sabar Saskia! Ini semua gak sebanding sama apa yang udah kamu lakuin ke dia! Batin Saskia menguatkan diri.
Sambil menunggu Fami selesai mandi ia memutuskan untuk menghidangkan bubur yang telah ia masak dan membawanya ke kamar.
Fami terlihat telah usai mandi dan mengenakan pakaian yang disiapkan Saskia untuknya.
"Udah selesai ya mandinya?" Tanyanya ramah,"Kalau gitu sekarang makan dulu ya!" Sarannya.
Saskia mulai menyuapi Fami hingga bubur tersebut habis tak tersisa dan dilanjut minum obat.
"Lambung Pak Fami sekarang gimana? Apa masih sakit?" Tanya Saskia memastikan.
"Udah mendingan!" Jawabnya.
"Syukurlah...Oh ya kalau Pak Fami butuh apa-apa panggil aku aja ya! Aku mau mandi dulu sebentar!" serunya namun tak mendapat Jawaban dari Fami.
Saskia telah usai mandi dan kini tengah menyisir rambutnya di depan cermin.Namun ia terlihat masih mengenakan pakaian rumah bukan pakaian formal untuk ke kampus.
Hingga membuat Fami mengajukan sebuah pertanyaan karena heran.
__ADS_1
"Kamu gak kuliah?" Tanyanya.
"Aku izin hari ini!" Jawab Saskia santai.
"Izin ngapain?" Tanyanya makin heran.
"Ngerawat Pak Fami lah! Emang ngapain lagi?" Serunya.
"Saya gak usah dirawat! Saya gak sakit parah!" Bantahnya.
"Emang sih gak parah! Tapi pokoknya aku izin deh!" Seru Saskia tak mau kalah.
"Bilang aja males kuliah!" Tuduhnya.
"Nggak males tapi aku bakalan ngerasa bersalah kalau harus ninggalin Pak Fami dalam keadaan sakit kaya gini!" Jelasnya.
"Aku mau nebus kesalahan aku sama Pak Fami dengan merawat Bapak! Yaa meskipun gak bikin Pak Fami maafin aku tapi seenggaknya aku ada usaha buat nebus kesalahan aku!" Lanjutnya.
"Yaudah terserah kamu! Nanti kalau kamu ketinggalan materi kamu bakalan susah sendiri!" Seru Fami memperingati.
"Soal itu gak usah khawatir! Aku bisa minta bantuan Caca!" Serunya antusias.
Fami tak lagi menjawabnya dan membiarkan Saskia bertindak apa saja yang menurutnya baik untuk dirinya.
Saya seneng sih liat kamu peduli dan perhatian sama saya,tapi caranya bukan dengan kamu bolos kuliah juga! Batin Fami kurang setuju.
Aku janji akan berusaha menebus semua kesalahan aku ke Pak Fami! Batinnya semangat.
Saskia duduk di meja belajarnya dan mulai membuka materi sesuai arahan dari Caca di sebrang sana.
.
.
.
.
.
Hay readers! How are you? Kangen gak sih sama Saskia & Fami? Author kemarin-kemarin sibuk😕Jadi gak sempet Up😆Rencananya Author mau bikin karya Author ini secepatnya TAMAT😊Author tinggal tambah beberapa Bab lagi buat akhiri cerita ini☺
Pantengin terus! Jangan lupa Dukung Author dengan cara Like dan Vote👍
__ADS_1
Terimakasih *_*
See you next episod🙋😆