Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
Semuanya Karena Aku!


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 09.30


Entah mengapa Dosen matkul kedua belum masuk juga.


Sebagian Mahasiswa ada yang gembira sebab akan ada jamkos dan sebagiannya lagi merasa resah sebab tak biasanya Dosen yang satu ini tak masuk.


Tiba-tiba seorang Dosen masuk ke kelas mereka.


"Permisi anak-anak! Ibu hanya ingin memberitahukan jika hari ini Pak Fami tidak masuk sebab beliau sakit.Jadi kalian lanjutkan saja materi atau jika ada tugas kalian selesaikan ya!" Dosen Bahasa Inggris memberikan sebuah informasi.


"Baik bu...." Jawab seluruhnya serempak.


Dosen tersebut kemudian berlalu keluar dari kelas.Seluruh Mahasiswa membubarkan diri dari kelas kecuali Saskia dan Caca.


Hah? Sakit? Perasaan semalem baik-baik aja tuh! Batin Saskia heran.


Saskia melamun memikirkan tentang Fami yang katanya sakit.


"Sas! Pak Fami sakit apa?" Tanya Caca pelan meskipun demikian tetap membuyarkan lamunan Saskia.


"Ehm....Gue juga gak tahu Ca!" Jawabnya.


"Hah? Masa gak tahu! Lo kan istrinya!" Seru Caca.


"Tapi seinget gue semalem dia baik-baik aja kok! Nah,sekarang kok tiba-tiba sakit?" Ujarnya heran.


"Kebangetan banget sih lo Sas! Masa suami sakit gak tahu!" Gerutu Caca.


"Serius deh Ca,gue beneran gak tahu! Soalnya tadi pagi gue gak ketemu sama dia!" Serunya membela diri.


"Lahh kok bisa gak ketemu?" Caca semakin bingung.


"Ceritanya panjang Ca!" Ucap Saskia sendu.


"Yaudah cerita aja! Gue penasaran!" Desak Caca.


Saskia pun mulai menceritakan masalah nya dari awal hingga bisa berujung perdebatan hebat antara ia dan Fami.


"Jadi,kalian berantem?" Pertanyaan Caca dijawab anggukan oleh Saskia.


"Kasihan Pak Fami!" Lanjutnya teringat kondisi Fami yang sekarang sedang sakit.


"Kok lo malah belain dia sih Ca?" Seru Saskia tak terima.

__ADS_1


"Dia emang pantes dibelain! Orang yang salah lo, bukan dia!" Tegas Caca.


"Sas lo bisa durhaka loh karena udah nyakitin perasaan dia sampe bikin dia sakit kaya gini! Lo harus buru-buru minta maaf sebelum semuanya terlambat!" Caca menyarankan hal tersebut.


"Nggak ah Ca males banget harus minta maaf duluan!" Bantah Saskia.


"Yaa terus? Lo mau nunggu dia minta maaf duluan gitu? Sadar SASKIA NANDYA WIJAYA! Yang salah disini itu lo bukan dia!" Tegas Caca.


"Sekarang semuanya terserah lo! Kalau lo tetep mentingin ego lo mending mulai sekarang lo gak usah sahabatan lagi sama gue! Gue gak mau punya sahabat yang pikirannya kekanak-kanakan kaya gini!" Lanjutnya memberikan sebuah ancaman.


Memang,Caca lah yang selalu bersikap dewasa dalam segala hal dibandingkan Saskia.


"Oke fine Ca! Gue pulang!" Serunya setuju.


"Tapi inget! Lo harus ngelakuin ini ikhlas buat suami lo bukan karena gue!" Caca memperingatkan.


"Iyaa...Gue pulang duluan! Assalamu'alaikum....".


"Wa'alaikumsalam...".


*


Saskia baru saja tiba di rumah.Ia langsung saja nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu atau mengucap salam.


"Tuan sedang ada di ruang kerjanya non! Kebetulan non pulang! Tuan dari semalem belum makan,tadi aja beliau muntah-muntah! Kayanya maag nya kambuh deh non!" Jelas mbok Inem.


"Hah? Yang bener mbok?" Tanyanya tak percaya.


"Iya non...Sebaiknya non bujuk deh siapa tahu beliau mau!" Titahnya.


Saskia segera menuju ruang Fami dan memasuki ruang tersebut.Dilihatnya Fami telah memejamkan matanya dengan menyender ke meja kerjanya.


"Pak Fami?" Saskia mencoba memanggilnya.


Fami spontan membuka matanya dan melihat ke sumber suara.


"Saskia..." Fami beranjak dari duduknya dan tiba-tiba saja ia tergeletak ke lantai.


"Pak Famiiii!" Teriak Saskia kaget.


"Bangun Pak! Bangun!" Saskia mencoba membangunkan Fami namun Fami tak bangun juga.


"Mbok!! Tolong mbok!" Saskia berteriak memanggil mbok Inem karena panik.

__ADS_1


Akhirnya Saskia dan mbok Inem membopong Fami ke kamarnya.


Setelah berhasil memindahkan Fami ke kamar.Saskia segera memanggil Dokter untuk datang ke rumahnya.


*


Dokter telah memeriksa keadaan Fami.Kini Dokter tersebut sedang merapikan peralatan yang ia gunakan untuk memeriksa Fami.


"Bagaimana kondisinya dok?" Tanyanya khawatir.


"Kondisi pasien lumayan parah sebab maagnya sudah kronis! Pasien seharusnya tidak boleh terlalu kecapean dan tak boleh telat makan! Karena jika hal tersebut tak diperhatikan maka bisa memperburuk lagi kondisi lambungnya!" Jelas Dokter membuat Saskia sontak meneteskan air mata.


Semua ini terjadi karena aku! Andai aku gak ngomong kasar dan ngajak dia berdebat semalem mungkin semuanya gak akan terjadi sampai separah ini! Batin Saskia menyesal.


"Lalu bagaimana dok? Apa dia harus dirawat?" Tanya Saskia.


"Tidak perlu! Beliau hanya perlu istirahat yang cukup dan tidak boleh bekerja yang berat-berat dulu! Kemudian jangan lupa untuk senantiasa mengingatkan pasien agar makan teratur! Kebetulan saya membawa obat untuk pasien jadi setelah pasien sadar,ibu bisa menyuruh pasien segera meminum obatnya! Tata cara minumnya sudah tertulis jelas di sampul obat tersebut!" Dokter menjelaskan dengan detail.


"Baik dok...Oh iya kok dokter bisa tahu tentang obat dia?" Saskia merasa bingung.


"Kebetulan Pak Fami ini salah satu pasien pribadi saya jadi saya sudah tahu tentang penyakit yang di derita pasien!" Jawabnya.


"Oh begitu...Terimakasih ya dok...!" Seru Saskia dan dijawab anggukan oleh Dokter tersebut.


Dokter tersebut berlalu pergi meninggalkan rumah mereka.


"Ya Allah ini semua terjadi gara-gara aku! Ini semua salah aku! Ini semua terjadi karena keegoisan aku yang gak pernah memahami dia! Sungguh betapa buruknya sikapku pada suamiku!" Ucap Saskia menyesal dengan apa yang telah terjadi hingga berucap dengan mengalirkan air mata di pipinya.


"Pak Fami maafin aku!" Saskia mengelus-ngelus tangan Fami.


Fami masih belum juga sadar.Namun tak membuat Saskia beranjak dari posisinya yang duduk di pinggir ranjang menunggu Fami sadar.


.


.


.


.


.


Segitu dulu yaa😊Jangan lupa Like dan Vote nya😍👍Terimakasiihhh😙

__ADS_1


See You Next episod🙋


__ADS_2