
Setelah kejadian Saskia yang menolak bekal pemberian Fami.Fami kini jadi jaga jarak dengan Saskia.Ia mulai menghapus rasa kagumnya pada Saskia.Dan menganggap Saskia tak lebih dari sekedar Mahasiswinya.
Caca yang melihat perubahan sikap Fami yang sedikit cuek merasa heran.Setelah itu juga Fami tak pernah mengontek Caca lagi untuk menanyakan tentang Saskia.Akhirnya Caca memberanikan dirinya untuk mengontek Fami.
Assalamu'alaikum Pak Fami😊Kalau boleh tau kenapa Bapak sekarang jadi gak pernah ngontek saya lagi? ~ Caca.
Wa'alaikumsalam,,
Segitu pengennya kamu,saya kontek? ~ Pak Fami M.B.
Bukan itu maksud saya Pak😕Tapi Bapak gak mau cari informasi lagi tentang Saskia lewat saya?😁 ~ Caca.
Ohh itu...Udah lupain aja! ~ Pak Fami M.B.
Kenapa? Masa Pak Fami nyerah gitu aja? Semangat berjuang dong Pak! ~ Caca.
Kamu lagi dukung saya apa pura-pura dukung karena takut gak lulus matkul saya? ~ Pak Fami M.B.
Hehee dua-duanya sih Pak😆Tapi kalau Bapak niat serius sama Saskia,100% saya dukung Bapak! ~ Caca.
Kamu tenang aja saya lulusin! Kamu lupain aja masalah itu! Tapi tetep jaga rahasia! ~ Pak Fami M.B.
Baik Pak ~ Caca.
Saskia sedari tadi memperhatikan Caca yang menunduk terus fokus pada ponselnya.
"Siapa sih Ca? Kayanya penting banget!" Tanya Saskia.
"Ini ada seseorang yang spesial lagi ngontek gue!" Jawab Caca sumringah.
"Siapa?" Tanya Saskia makin penasaran.
Kebetulan saat ini Caca tidak hanya chatingan dengan Fami saja namun juga dengan seorang pria yang tengah mendekatinya yakni kakak tingkatnya.
Jadi Caca memilih menceritakan pria yang sedang medekatinya saja.Tidak mungkin jika ia harus menceritakan tentang Fami juga.
"Kak Doni anak semester 7 jurusan Kedokteran!" Ujar Caca menjelaskan.
"Wahh jadi sahabat gue lagi deket sama calon dokter nih!" Ledek Saskia.
__ADS_1
"Hahaa bisa ae lo Sas! Do'ain aja ya semoga gue sama dia bisa cepet jadi!" Seru Caca minta dukungan.
"Iya gue do'ain deh supaya sahabat gue yang satu ini gak jomblo lagi!" Seru Saskia menekankan kata 'jomblo'.
"Huh do'a lo awalnya bagus ujungnya ngehina!" Seru Caca cemberut.
"Ahahaa gue becanda kalii Ca!" Seru Saskia.
***
Waktu menunjukkan pukul 19.00 di rumah Saskia nampak tengah sibuk menyiapkan banyak hidangan istimewa.
Saskia yang melihatnya bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.
Ini sebenernya mau ada acara apa sih? Tumben Mama sama bi Asti masak banyak banget! Batin Saskia bertanya-tanya.
Saskia memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya.Ia merebahkan tubuhnya di atas sofa sembari memainkan ponselnya.
Tiba-tiba Lina memasuki kamar Saskia tanpa mengetuk pintu.
"Sayang kamu buruan siap-siap! Sebentar lagi tamunya dateng! Nanti kamu langsung turun aja!" Perintah Lina sembari berlalu dari kamar Saskia.
Tamu yang dimaksud sudah sampai di rumah Saskia.Mereka tengah mengobrol-ngobrol tentang masalah perjodohan di ruang tamu.
Saskia menuruni tangga dengan terburu-buru dan langsung menimpali pembicaraan orang tua dan tamunya tersebut.
"Apa? Dijodohin?" Seru Saskia yang tiba-tiba muncul.
"Saskia kamu yang sopan! Ayo duduk!" Seru Wijaya.
Saskia pun mengikuti perintah Papanya dan mulai mengendalikan dirinya.
"Jadi ini semua merupakan wasiat dari kakek kamu nak! Kamu akan dijodohkan dengan anak dari om Hendra ini!" Seru Lina.
"Ini maksudnya apa ya?" Ujar Saskia mulai tak santai.
"Papa sama Mama juga gak tau tentang wasiat ini! Dan baru-baru ini kami mengetahuinya." Ujar Wijaya.
"Dan ini nak Fami anak om Hendra yang ditunjuk kakek kamu untuk menjadi suami kamu!" Lanjut Wijaya.
__ADS_1
"Apa? Dia? Gak salah Pa? Dia ini Dosen aku!" Seru Saskia menunjuk tepat di muka Fami.
"Ya bagus dong berarti kalian tinggal saling menyesuaikan diri saja!" Ujar Wijaya.
"Maaf Saskia gak bisa!" Ujar Saskia beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan semua orang yang ada disana.
Ternyata dia keras kepala juga! Batin Fami.
Lina yang melihat reaksi anaknya segera izin untuk menyusul Saskia ke kamarnya.
"Sayang? Mama paham kalau kamu belum bisa terima semuanya! Mereka juga gak keberatan kalau semua ini dibatalkan! Tapi,ini adalah wasiat almarhum kakek nak,jadi mau bagaimana pun kita harus melaksanakannya agar kakek tenang di alam sana!" Ujar Lina menjelaskan berharap Saskia mengerti.
Saskia menangis sejadi-jadinya seolah belum menerima kenyataan kemudian memeluk Lina dengan erat.
"Oke Saskia mau terima ini semua demi kakek!" Seru Saskia akhirnya setuju.
"Alhamdulillah terimakasih sayang! Mama seneng dengernya! Yaudah ayo kita turun lagi temuin tamu kita!" Ujar Lina senang.
"Aku nggak mau turun lagi Ma,aku mau istirahat aja disini! Aku mohon Mama paham!" Tolak Saskia.
"Ya sudah nanti Mama yang akan menjelaskan pada mereka.Semoga mereka bisa memahaminya!" Ujar Lina berharap dan Saskia pun mengangguk.
Lina segera keluar dari kamar Saskia dan menemui kembali tamunya.
Dengan segera ia memberitahukan keputusan Saskia yang menerima perjodohan ini.Namun ia masih butuh waktu untuk menenangkan dirinya hingga tak bisa menjumpai mereka lagi.
Mereka pun mengangguk paham.Dan kini diputuskan pernikahan akan dilaksanakan seminggu lagi.Karena lebih cepat lebih baik fikir mereka.
Entah ini suatu kebetulan atau sudah menjadi rencana Tuhan? Aku yang baru saja menyerah untuk mendapatkannya kini tiba-tiba akan menikahinya dan menjadi suaminya! Batin Fami.
.
.
.
Segitu dulu deh😊Like,Coment,Tip and Votenya jangan lupa!😍
Thankyou and see you next episod😙🙋
__ADS_1