Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
Hampir Putus Asa


__ADS_3

Pagi ini seperti pagi sebelum-sebelumnya,Fami masih saja bersikap dingin pada Saskia.


Mbok Inem telah menyiapkan sarapan.Kini ia mengantar secangkir kopi pada majikannya itu.Namun Saskia menghentikannya.


"Biar aku aja mbok!" Pinta Saskia.


Saskia menyodorkan kopi tersebut tepat di depan wajah Fami.Fami yang sedang sarapan pun langsung berdiri.


Saskia tersenyum memberikan kopi tersebut namun Fami tak memperdulikannya.


"Kopinya!" Seru Saskia sedikit memaksa.


Fami menyingkirkan tangan Saskia yang sedang memegang cangir itu hingga kopi yang ada di dalamnya tumpah ke baju Saskia.


"Aww..." Pekiknya.


Fami berlalu seolah tak peduli.


"Ya Allah...Non Saskia gak apa-apa?" Tanya mbok Inem.


"Panas mbok..." Jawabnya lirih.


"Ya sudah non,non ganti baju ya biar mbok yang bersihin ini semua!" Suruhnya dijawab anggukan oleh Saskia.


Saskia berlalu ke kamar untuk mengganti bajunya yang basah karena kopi.Kemudian kembali lagi ke meja makan.


"Non? Non baik-baik ajakan?" Tanya mbok Inem khawatir.


"Raga aku baik,tapi jiwa aku yang nggak baik mbok!" Jawabnya sedih.


"Yang sabar ya non...Non Saskia pasti kuat menghadapi sikap tuan yang sekarang!" Serunya menyemangati.


Tak terasa air mata mengalir di pipinya.


"Mari kesana non!" Ajak mbok Inem.


Mereka pun duduk di ruang tv.Saskia duduk di sofa namun mbok Inem malah duduk di lantai.


"Mbok duduk disini!" Suruh Saskia akhirnya mbok Inem pun nurut dan duduk di sofa samping Saskia.


"Non,kalau non ada apapun yang mau diceritain,non cerita aja sama mbok! Non jangan sungkan,anggap aja mbok ini Mamanya non!" Ujarnya.


Saskia menatap mbok Inem sendu seolah mempertimbangkan perkataannya.


"Maaf non,maksud mbok---" Perkataan mbok Inem tersela Saskia.


Saskia langsung memeluk mbok Inem,"Makasih ya mbok,jujur aku bingung harus cerita sama siapa sekarang? Sahabat aku sendiri ngambek sama aku gara-gara aku belum bisa selesein masalah aku sama mas Fami!" Sela Saskia.


"Mbok sendiri liat kan,perubahan dia sekarang bagaimana? Dia sekarang bersikap dingin dan cuek sama aku,aku belum tahu pasti penyebabnya apa? Tapi mungkin karena kesalah pahaman!" Saskia mengungkapkan segala sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Iya non,mbok bisa rasain! Non yang sabar,tabah,dan terus berdo'a! Jangan berputus asa dulu!" Seru mbok Inem menenangkan Saskia.


"Aku gak tahu mbok,aku rasa aku udah hampir putus asa menjalani ini semua! Aku rasa jodoh aku sama mas Fami telah usai sampai disini!" Lirih Saskia.


"Astaghfirullah....Istighfar non! Gak baik berkata seperti itu! Non gak boleh nyerah kaya gitu! Setahu mbok tuan itu orangnya baik banget! Mana mungkin dia bisa marah lama-lama apalagi sama istrinya!" Seru mbok Inem tak membenarkan perkataan Saskia.


"Istri yang gak berguna kaya aku?" Saskia mengatai dirinya sendiri.

__ADS_1


"Siapa bilang non Saskia gak berguna? Non ini istri yang paling baik dan paling sabar! Non hanya butuh sedikit waktu lagi untuk membuat tuan bersikap seperti dulu lagi!" Bantahnya.


"Mbok siap bantu non! Non jangan khawatir pokoknya kita susun strategi untuk menaklukkan hati tuan,gimana non?" Mbok Inem menawarkan sebuah ide.


Seulas senyuman terlukis di bibir Saskia dan menjawabnya sebagai anggukan.


"Non jangan nangis lagi ya! Ayo kita mulai rencana! Tapi sebelumnya mbok ke pasar dulu ya non! Bumbu dapur udah pada abis!" Serunya tersenyum.


"Oke mbok! Aku juga mau keluar sebentar!" Jawab Saskia.


"Non mau kemana?" Tanya mbok Inem.


"Mau ke rumah abang aku dulu sebentar!" Jawabnya.


"Oh yasudah non hati-hati ya.." Tutur mbok inem dibalas senyuman oleh Saskia.


Saskia pun berlalu pergi dari rumahnya.


Mudah-mudahan non Saskia senantiasa diberikan kesabaran dan kekuataan...Batin mbok Inem.


*


Saskia telah tiba di rumah abangnya.


"Assalamu'alaikum...." Ucap Saskia memberi salam.


"Wa'alaikumussalam..." Jawabnya membukakan pintu,"Eh adek ipar! Ayo masuk!" Sapa Tiwi mempersilahkan.


Saskia menyalami abang dan kakak iparnya bergantian.Kemudian duduk di sofa ruang tamu.


"Abang kok gak kerja?" Tanya Saskia heran.


"Oh..Aku baik kok bang! Aku cuma main aja,emangnya gak boleh?" Tanya Saskia memelas.


"Kalau untuk adek abang yang paling cantik ini,apa sih yang gak boleh!" Godanya.


"Abang bisa aja!" Seru Saskia tertawa kecil.


Tiwi menghidangkan aneka cemilan beserta minuman di meja tersebut.


"Kakak ipar? Abim mana?" Saskia mencari sosok keponakannya.


"Abim tidur dek.." Jawab Tiwi.


"Oh..".


"Dek? Abang perhatiin kamu kaya lagi banyak masalah? Cerita sama abang kalau ada apa-apa!" Tebaknya.


Saskia terdiam,ia bingung harus menjawab apa.


"Dek? Kamu denger abang gak?" Panggilnya.


"Iya aku denger...Aku emang lagi ada masalah! Aku mau carita tapi aku takut abang ngadu sama Papa!" Jawab Saskia jujur.


"Masalah apa? Oke,abang janji gak akan ngadu sama Papa!" Serunya meyakinkan.


"Aku berantem sama mas Fami!" Jawabnya.

__ADS_1


"APA?" Bimo langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Abang tenang dong! Biarin dek Saskia jelasin!" Seru Tiwi dan Bimo pun duduk kembali ke tempat asalnya.


"Udah 3 hari ini dia cuekin aku,aku juga gak tahu pasti apa penyebabnya tapi mungkin ini karena suatu kesalah pahaman!" Ucap Saskia terus terang.


"Kesalah pahaman?" Bimo mengernyitkan keningnya.


"3 hari yang lalu Aldo pulang ke Indonesia dan aku nemuin dia di sebuah cafe.Mungkin dari situlah kesalah pahaman ini terjadi!" Saskia tak kuasa membendung air matanya.


"Aku lelah bang dengan semua ini! Rasanya aku hampir putus asa menjalani pernikahan ini..." Tuturnya sembari menangis.


"Astaghfirullah dek...Kamu gak boleh ngomong kaya gitu!" Sela Tiwi.


"Apa perlu abang samperin dia dan peringatin dia untuk gak bikin kamu nangis terus-terusan?" Tawarnya.


"Nggak perlu bang! Aku mohon abang jangan memperkeruh keadaan! Masalah ini biar aku sendiri yang menyelesaikannya!" Bantah Saskia.


"Bener bang! Abang gak perlu ikut campur! Ini urusan rumah tangga mereka! Aku yakin dek Saskia pasti menghadapinya!" Tiwi membenarkan perkataan Saskia.


"Tapi sayang,aku gak bisa lihat adek aku kaya gini terus!" Jelas Bimo.


"Iya aku ngerti...Tapi untuk saat ini lebih baik kita jangan turun tangan dulu!" Saran Tiwi.


"Dek,kamu jangan mudah putus asa! Setiap rumah tangga pasti ada aja cobaannya! Tapi itu tak menuntut kita untuk mengakhiri sebuah pernikahan namun menuntut kita agar bisa bertindak lebih dewasa lagi dan jadikanlah masalah sebagai tali untuk memperkuat cinta kalian!" Jelas Tiwi pada Saskia.


"Iya kakak ipar...Makasih ya udah ngertiin perasaan aku!" Saskia tersenyum lalu memeluk Tiwi.


*


Fami pulang ke rumah dengan tergesa-gesa sebab ada suatu dokumen yang ketinggalan.


"Loh tuan? Kok sudah pulang? Inikan baru jam 11.00?" Tanya mbok Inem.


"Saya mau ambil dokumen yang ketinggalan!" Jawab Fami seraya berlalu ke ruang kerjanya.


Beberapa saat kemudian ia turun lagi dari lantai atas dengan membawa sebuah dokumen.


"Saskia kemana mbok?" Tanyanya tanpa ekspresi.


"Non Saskia ke rumah abangnya tuan!" Hawab mbok Inem.


"Ke rumah abangnya atau ke rumah selingkuhannya?" Tanya Fami seperti menuduh.


"Selingkuhan? Non Saskia memang pergi ke rumah abangnya tuan! Mana mungkin non Saskia pergi ke rumah selingkuhannya! Non itu perempuan baik mana mungkin punya selingkuhan!" Tegas mbok Inem.


"Yaudahlah...Saya pergi lagi,titip rumah mbok! Assalamu'alaikum...." Ucapnya mengalihkan pembicaraan lalu pamit.


Fami berlalu pergi lagi untuk kembali ke kantor.


.


.


.


Assalamu'alaikum...

__ADS_1


Jangan lupa Like,Coment dan Vote dong!😞


Terimakasih...


__ADS_2