
Fami mengerjapkan matanya saat di dengarnya suara kumandang adzan shubuh.
Saat ia akan bangkit dari posisi tidurnya ia mendapati selimut yang menutupi tubuhnya.
Kemudian ia menarik selimut itu seketika itu juga senyuman terulas di bibirnya.
"Saskia? Apa kamu beneran sudah mencintai saya?" Gumamnya.
"Ahh nggak! Fami kamu jangan mudah percaya gitu aja! Barangkali dia cuma akting!" Bantahnya.
Kemudian ia ke kamarnya untuk shalat dan mandi kemudian bersiap-siap ke kantor.
Saat memasuki kamar tak ia dapati sosok istrinya.Namun ia mencoba bersikap bodoamat.
*
Waktu menunjukkan pukul 07.00
Fami telah rapi dengan pakaian kantornya.Ia menuruni tangga dan menuju ke meja makan.
Saskia sedang sibuk menyiapkan sarapan.Fami berusaha menganggap Saskia tak ada di ruang ini.
"Mbok? Tolong bikinin saya kopi!" Seru Fami.
"Mbok Inem libur,katanya anaknya sakit!" Sela Saskia sembari membawa secangkir kopi.
"Nah kopinya!" Lanjutnya mempersilahkan.
Fami hendak beranjak dari kursi meja makan dan dengan segera Saskia menghadangnya.
"Mau kemana?" Tanyanya.
Fami berlalu tanpa menghiraukan Saskia.Di luar terdengar mobil yang sedang dinyalakan.
Saskia hanya bisa menangis mendapat perlakuan dingin suaminya itu.
"Ya Allah...Kenapa sakit sekali?" Lirihnya belum berhenti menangis.
Kamu harus kuat Saskia! Kamu gak boleh nyerah! Batinnya.
Ia berusaha menguatkan dirinya untuk lebih bersabar dalam mengembalikan sikap hangat suaminya dulu.
*
Waktu menunjukkan pukul 12.30
Saskia belum bisa berhenti memikirkan Fami.
Akhirnya ia berniat membawakan Fami makan siang ke kantor ayah mertuanya.Ia segera memasak menyiapkan makanan apa saja yang akan ia bawa nanti.
*
Saskia telah selesai memasak,tak lupa ia menyiapkan makanan tersebut ke dalam kotak makan.Ia juga telah siap untuk berangkat menaiki taksi online yang telah ia pesan.
*
30 menit tibalah di kantor ayah mertuanya.Ia segera memasuki kantor ini dan tak sengaja ia bertemu ayah mertuanya di lobi.
"Ayah!" Panggil Saskia.
"Saskia! Menantu ayah!" Seru Hendra mendekati Saskia.
Saskia menyalami ayah mertuanya,"Kamu gak kuliah nak?" Tanyanya.
"Masih libur..." Jawab Saskia ramah.
"Oh iya ayah lupa..." Ucapnya tersenyum,"Kamu kesini mau ketemu Fami ya?" Lanjutnya.
"Iya ayah...Ruangan mas Fami sebelah mana?" Saskia mengiyakan perkataan ayah mertuanya.
"Kamu lurus terus nanti belok kanan! Nah di situlah ruangan Fami!" Jelasnya.
__ADS_1
"Oh iya..Kalau gitu aku permisi dulu ya ayah...!" Tutur Saskia dijawab anggukan oleh Hendra.
Saskia telah sampai di depan ruangan Fami.Ia masih mematung,ia bingung harus mengetuk pintu dulu atau langsung masuk saja.
Dan akhirnya ia memutuskan untuk langsung masuk saja karena jika mengetuk pintu dulu takutnya ia akan diusir.
Setelah membuka pintu dengan pelan ia melihat pemandangan yang sedikit mengiris hatinya.
Ia mendapati suaminya tengah duduk bersampingan dengan seorang wanita dan posisi tangan mereka bersentuhan menyentuh laptop di depan mereka.
"Mas Fami?" Panggil Saskia.
Seketika itu Fami mengalihkan pandangannya ke arah Saskia lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu ngapain kesini?" Tanyanya datar.
Saskia mendekati Fami,"Aku cuma mau nganter makan siang buat kamu!" Jawab Saskia meletakkan kotak makan di meja kerja Fami.
"Aku permisi..." Saskia berlalu dari hadapan Fami.
Saskia berlari keluar dari kantor itu.Perasaannya hancur.Butiran air mata terus menyerbu pipinya.
"Maaf Pak,itu bukannya istri Bapak ya?" Tanya wanita tersebut yang ternyata hanya staf kantor ini.
"Ehm..." Jawabnya.
"Bagaimana ini Pak? Jangan sampai istri anda salah paham dengan saya!" Serunya merasa bersalah.
"Udah,nggak usah terlalu dipikirin! Kamu boleh keluar dari ruangan saya!" Suruhnya.
*
Saskia telah sampai di rumah.Ia langsung memasuki kamar sembari menangis sejadi-jadinya.
Ya Allah...Apakah rumah tanggaku akan berakhir sampai disini? Batinnya ikut menangis.
Memang salahku...
Terlalu dingin denganmu...
Kau yang selalu....
Memperhatikanku....
Dan sebenarnya aku juga begitu....
Maafkan ku...
Yang selalu membuatmu...
Terlalu lama menunggu...
Hingga akhirnya kau pergi tinggalkan aku...
Perlahan engkaupun menjauh dari diriku....
Melupakan semua yang tlah terjadi...
Jika harus meninggalkan diriku untuknya....
Tak rela kau dengannya...
Kini ia memutuskan untuk kembali pada Rabb-nya,pemilik hati suaminya.
Ia telah melaksanakan shalat,tak lupa ia berdo'a.
"Ya Allah...Lembutkanlah hati suamiku...Kembalikanlah lagi hatinya untukku...Ku mohon...Satukanlah lagi aku dengannya hingga ke Jannah-Mu...".
Waktu telah menunjukkan pukul 21.00
Namun Fami belum pulang juga.Lelah hatinya menunggu suaminya itu pulang.
__ADS_1
Ia telah menyiapkan makan malam.Sebenarnya kini ia sudah mulai merasa lapar.Namun ia tetap menahannya sampai suaminya pulang.
Hingga tak terasa ia malah tertidur di meja makan.
Fami baru saja pulang,didapatinya istrinya tengah tidur di meja makan.Sontak ia mengernyitkan keningnya.
"Ngapain tidur di sini?" Umpat Fami pelan.
Ia beralih menatap ke meja makan yang telah dipenuhi hidangan untuk makan malam.Di lihatnya makanan tersebut masih utuh.
Apa dia nunggu saya pulang? Batin Fami berbicara.
Fami akhirnya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.Sebab tubuhnya serasa lengket karena bau keringat.
Seusainya ia turun kembali ke meja makan.Ternyata Saskia masih belum bangun juga.
Kenapa masih belum bangun juga? Ah sudahlah! Saya biarkan saja dia tidur di situ! Fikirnya.
Tapi,kalau saya biarkan dia tidur di sini apa nggak akan terjadi sesuatu sama dia? Fikirnya lagi.
Fami merasa pusing memikirkan semua ini akhirnya ia memutuskan menggendongnya saja ke kamar karena ia merasa tak tega melihat istrinya harus tertidur di meja makan.
Fami telah sampai di depan pintu kamarnya.
"Ngapain sih pake tidur di meja makan? Tidur di kamar bisakan?" Gerutu Fami pada Saskia yang sedang ia gendong.
Saskia mengerjapkan matanya,"Aku nungguin kamu tadi,jadi gak sengaja ketiduran!" Jawab Saskia setengah sadar.
Fami membulatkan matanya kemudian menurunkan Saskia dari gendongannya.
Ia kemudian berpura-pura bersikap cuek lagi.
"Kamu udah makan belum?" Tanya Saskia.
"Hmm....." Jawabnya.
Kruuukk....Kruuukkk...
"Kamu laper?" Tanya Fami tanpa melirik Saskia.
"Hehee...Iya...".
"Kenapa gak makan dari tadi?" Tanyanya masih dingin.
"Aku kira kamu belum makan,jadi aku nunggu kamu pulang supaya bisa makan bareng!" Jawab Saskia sendu.
"Yaudah sana makan!" Suruhnya.
"Nggak deh..Liat kamu aja aku udah kenyang kok! Aku masuk duluan..." Saskia memilih untuk melanjutkan tidurnya.
Fami segera menarik lengan Saskia,"Mana bisa kamu bilang kamu kenyang? Jelas-jelas tadi perut kamu keroncongan!" Seru Fami.
"Aku gak jadi laper! Aku udah kenyang ngadepin semua kenyataan yang menyakitkan...Aku duluan..." Saskia merasa sedih mengingat kejadian tadi siang.
Saskia berlalu masuk ke kamar.Fami masih mematung karena penuturan Saskia barusan.
Kenyataan yang menyakitkan? Maksudnya apa? Fikir Fami mencerna perkataan Saskia.
Fami menyusul Saskia ke kamar.Ia tertidur dengan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.
Namun masih terdengar suara isakan tangis Saskia.
Kenapa dia nekat banget? Kapan kamu akan menyerah? Fikir Fami.
Sampai kapanpun aku takkan pernah menyerah! Aku pasti kuat! Aku pasti bisa mendapatkan hati kamu lagi! Batin Saskia.
.
.
.
__ADS_1
Assalamu'alaikum...
Jangan lupa Like dan Vote😊Terimakasih...