Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
Suatu Perubahan


__ADS_3

Pembelajaran Perkuliahan telah habis hari ini.Aldo dengan terburu-burunya segera keluar dari kelas untuk langsung pulang.


Ia sudah tidak sabar lagi untuk mengutarakan segala rasa bahagia yang menimpanya.


Aldo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar secepat mungkin sampai ke rumahnya.


# Kediaman Ananta


Aldo menerobos pintu masuk dengan langkah setengah berlari menuju ruangan tengah tempat biasanya keluarga ia bersantai.


"Ma,Pa!" Panggilnya setengah berteriak.


"Ya Allah Al! Kalau masuk rumah ucap salam dulu jangan langsung main teriak-teriak!" Ujar Lia memperingati.


Anan melirik,"Ada apa kamu teriak-teriak? Gak ada sopan santunnya sama sekali! Bicara baik-baik bisa kan?" Seru Anan ketus.


Aldo berfikir sejenak mencerna perkataan Papanya.Entah mengapa ia malah kecewa duluan sebelum mengutarakan maksudnya akibat perkataan Papanya yang amat mengiris hatinya.


"Maaf Ma,Pa!" Ucapnya menyesal,"Al gak bermaksud bikin kalian kaget,sebenernya Al cuma mau ngasih ini!" Lanjutnya menyerahkan sebuah kertas kepada kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Aldo pun mulai mengamati kertas tersebut.Betapa kagetnya mereka saat menemukan nilai Aldo yang tertera pada kertas tersebut.


Anan langsung berdiri dari tempat duduknya dengan wajah tersenyum.


"Al kamu gak lagi main-mainkan?" Tegas Anan.


Aldo pun segera menggelengkan kepalanya seraya berkata,"Al gak main-main Pa! Itu serius!" Jawab Aldo meyakinkan.


"Al,Papa bangga sama kamu!" Ujarnya menangis haru dan langsung memeluk Aldo dengan erat.


"Makasih Pa!" Ujar Aldo membalas pelukan Papanya.


Lia yang melihat aksi tersebut membuatnya tiba-tiba meneteskan air mata karena ikut terharu melihat kedekatan putra bungsunya dengan suaminya untuk pertama kalinya.


Selama ini hubungan mereka sangat renggang.Anan lebih memanjakan Tio ketibang Aldo.Padahal jelas-jelas Aldo ini anak bungsu.


Biasanya yang selalu dimanjakan orang-orang banyak ya pastinya anak bungsu.Namun pernyataan ini tak berlaku bagi keluarga mereka.


Anan jelas lebih memanjakan anak sulungnya Tio.Sedangkan Aldo hanya bisa mendapat perlakuan manja dari Lia saja.


Anan kemudian melepaskan pelukannya dan kini memegang sebelah bahu Aldo dengan tangan kirinya karena tangan kanannya masih memegangi kertas yang Aldo berikan.


"Siapa yang udah bikin kamu kaya gini?" Tanya Anan penasaran.

__ADS_1


"Seseorang yang baik hati...Yang selalu support Al dalam keadaan apapun!" Jawab Aldo.


"Siapa dia? Apa dia pacar kamu?" Timpal Lia yang ikut penasaran.


"Ada dehh...!" Ujar Aldo tersenyem penuh makna.


"Hmm...Yaudah kalo kamu gak kasih tau gak apa-apa.Yang jelas Papa amat berterima kasih pada dia yang telah merubah kamu dengan drastis seperti ini!" Tutur Anan merasa berhutang budi.


"Kamu beneran gak mau kasih tau Mama atau Papa siapa orang itu?" Tanya Lia meyakinkan berharap Aldo mau memberi tahu mereka siapa orang tersebut sebenarnya.


"Nanti juga kalian bakal tahu!" Ujar Aldo santai.


Kini pikiran Aldo tertuju pada Saskia.Ia merasa ingin sekali segera menghubungi Saskia dan memberi tahu bagaimana reaksi kedua orang tuanya saat mendapat kertas nilai tersebut.


Anan dan Lia masih sibuk mengamati kertas tersebut.Mereka meneliti soal dan jawaban Aldo yang hampir betul semua.


"Al,sebenernya Papa sama Mama akhir-akhir ini sering dapet laporan dari Dosen kamu.Tapi kita sengaja gak bilang sama kamu karena kamu sendiri gak pernah mau cerita apa-apa sama kita!" Ujar Anan mencoba jujur.


"Terus Dosen bilang apa aja Pa?" Tanya Aldo penasaran.


"Dosen kamu bilang akhir-akhir ini kamu jadi banyak perubahan.Tugas kamu selalu tepat waktu,prestasi kamu makin meningkat,selalu fokus dan jarang main-main saat perkuliahan." Jelas Anan.


Aldo pun hanya menanggapinya dengan senyuman.


Yaa! Selama Aldo menjadikan Saskia Guru Private nya,banyak sekali perubahan yang terjadi dari seorang Aldo.


Jadi selama ini Anan selalu mengetahui gerak-gerik Aldo yang baik mapun yang buruk.


Hingga akhirnya Anan akhir-akhir ini mendapat berita baik dari Dosen Aldo yang mengalami banyak sekali perubahan.


"Oh iya Pa! Besokkan Anniversary kita! Gimana kalau kita undang orang yang udah bikin anak kita jadi kaya gini?" Saran Lia.


"Hmm...Boleh juga Ma! Tapi tergantung anak kitanya! Gimana Al?" Seru Anan meminta pertimbangan Aldo.


"Aku tanya dia dulu deh!" Jawab Aldo tak pasti.


"Al,Papa minta maaf ya! Selama ini Papa selalu memperlakukan kamu gak baik.Gak sebaik Papa perlakuin Tio.


Percaya sama Papa! Papa ngelakuin semua itu bukan gak sayang sama kamu! Tapi cuma pengen kamu berfikir! Bahwa hidup ini bukan cuma untuk main-main aja! Papa mau kamu berubah menjadi pribadi yang lebih baik! Papa minta maaf karena selalu bandingin kamu sama Tio!" Tegas Anan menyesal hingga meneteskan air mata.


"Hmmm...Gak apa-apa Pa! Al juga minta maaf karena selama ini Al selalu bikin Papa kecewa atau bahkan jadi beban Papa!" Seru Aldo teringat perlakuan buruk Papanya.


"Papa minta maaf! Apa perlu Papa bersimpuh di kaki kamu supaya kamu maafin Papa!" Ujar Anan memberi penawaran.

__ADS_1


"Gak perlu Pa! Mungkin ini emang udah jalan hidup Al harus kaya gini! Al udah maafin Papa! Al juga mau berterima kasih karena perlakuan Papa selama ini sama Al yang buat Al termotivasi untuk berubah lebih baik dari sebelumnya!" Ujar Aldo mencoba ikhlas.


"Kamu beneran mau maafin Papa?" Tanya Anan lagi.


"Iya Pa...".


"Makasih ya Al! Papa janji gak akan ngulangin perlakuan buruk Papa lagi yang selalu bandingin kamu!" Tegas Anan berjanji.


"Aku pegang kata-kata Papa!" Seru Aldo kemudian mereka berpelukan.


Lia menangis haru seraya berkata,"Mama gak diajak pelukan nih?"


"Mama mau ikutan juga?" Ucap Aldo tersenyum meledek.


Lia pun langsung mengangguk.


"Ayo sini-sini...!"Ajak Aldo kemudian mereka berpelukan dengan posisi Aldo ditengah.


Mereka pun berbahagia bercanda ria dengan membuang masalalu buruk keluarga mereka.


Aldo segera naik ke lantai atas menuju kamarnya untuk mandi.


Seusainya ia langsung kembali bergabung dengan kedua orang tuanya.


Tio nampak baru saja pulang.Ia terlihat sangat kelelahan dan langsung berlalu menuju kamarnya setelah mencium tangan kedua orang tuanya.


- Di meja makan


Suasana keluarga nampak berbeda.Aldo dan Anan jadi makin sering bercanda.


Bahkan Anan terus menggoda Aldo dengan menanyai siapa sebenarnya yang telah meluluhkan hati jutek Aldo.Tio merasa heran melihat keakraban keduanya yang selama ini tak pernah terlihat.


Mereka telah menyelesaikan makan malam mereka.


Aldo hendak beranjak dari meja makan.Namun perkataan Anan menghentikannya.


"Al jangan lupa! Besok ajak pacar kamu!" Ujar Anan mengingatkan secara tidak langsung menggodanya.


"Iya bener kata Papa! Calon mantu Mama diajak ya! Anggap aja sebagai kado!" Timpal Lia.


"Mama sama Papa apaan sih!" Seru Aldo mengelak diiringi senyuman.Kemudian berlalu menuju kamarnya.


Tio yang mendengarnya menjadi ikut heran juga.Apa sebenarnya yang sedang adik dan orang tuanya bicarakan.

__ADS_1


Mereka ngomongin apa sih? Dari tadi ngomongnya masalah Cewek yang udah luluhin Al! Sebenernya siapa dia? Apa bener Al udah punya pacar? Tapi kira-kira siapa ya? Batin Tio muncul banyak pertanyaan di fikirannya.


* Jangan lupa Like,coment and Vote nya😙😍 *


__ADS_2