
Saskia menunggu Tio dan Aldo di depan pintu ruang Dekan.Akhirnya mereka keluar juga....
"Kak Tio! Al!" Panggilnya.
Mereka berdua yang merasa terpanggil pun menoleh.
"Kalian apa-apaan sih pake berkelahi segala?" Tanya Saskia kesal.
Kedua bersaudara itu masih tidak menjawabnya.
"Astagfirullah Al,muka kamu lebam-lebam,terus itu sudut bibir kanan kamu juga berdarah..." Ucap Saskia khawatir.
Memang Aldo tidak banyak melawan jadi yang terluka lumayan parah adalah Aldo.
"Kak Tio keterlaluan!" Ucap Saskia emosi,"Al ini ade kamu! Ngapain kamu pukulin dia sampe separah ini!" Lanjutnya.
"Kenapa kamu jadi belain dia?" Tanya Tio dingin.
"Aku gak belain siapa pun! Aku cuma gak nyangka aja kenapa kamu setega ini!" Ucap Saskia mulai berkaca-kaca.
"Ayo Al,biar aku obatin!" Ajak Saskia sambil menarik tangan Aldo.
Aldo pun terpaksa mengikuti Saskia karena tangannya sudah terlanjur di tarik Saskia.
Kini mereka duduk di salah satu kursi taman.Saskia mengeluarkan kotak P3K dari tasnya.
"Lo emang selalu bawa gituan kemana-mana?" Tanya Aldo tersenyum mengejek.
"Iyalah buat jaga-jaga"Jawabnya,"Lagian lo udah luka-luka kaya gini masih bisa senyum aja ya!" Ucap Saskia masih khawatir.
Segitu khawatirnya ya lo sama gue! Bahkan pacar lo sendiri Bang Tio gak lo peduliin sedikitpun gak kaya lo peduli sama gue sekarang! Batin Aldo.
Kemudian Saskia mulai meneteskan obat merah pada kapas dan perlahan mengobati wajah Aldo.
"Aww..."Pekik Aldo,"Pelan-pelan dong!" Lanjutnya.
"Sakit ya? Maaf-maaf!"Ucap Saskia merasa bersalah.
Setelah hampir 10 menit,Saskia telah selesai mengobati luka di wajah Aldo.
"Selesai!" Serunya tersenyum.
__ADS_1
"Hmmm....Makasih ya Kaleng rombeng! Lo baik banget sama gue! Lo peduli sama gue sampe lo lupa sama pacar lo sendiri! Gue jadi berasa pacar lo nih! Yang diprioritasin utama!" Seru Aldo tersenyum menggoda.
"Iya sama-sama...."Jawabnya,"Gak usah ke PD-an kalo ngomong!" Lanjutnya ketus.
Aldo pun terkekeh mendengar jawaban Saskia.
"Lo khawatir banget kayanya sama gue!" Seru Aldo kemudian.
"Jelas! Gak khawatir gimana coba? Lo sampe babak belur kaya gini!" Tegasnya.
Kenapa gue seneng banget ya dia perhatian dan khawatirin gue...Batin Aldo.
"Ohh iya kenapa kalian tadi bisa berantem?" Tanya Saskia penasaran.
Aldo terdiam karena bingung harus menjawab apa,"Kok diem sih? Jawab!" Lanjutnya lagi.
"Sebenernya---" Aldo menggantung perkataannya.
"Apa? Ayo buruan!" Ujar Saskia tak sabar.
"Gue sama bang Tio berantem karena-- lo!" Ujarnya pelan.
"Apa?" Saskia kaget hingga setengah berteriak.
"Ehh iya sorry! Tadi gue repleks..." Ujar Saskia.
"Lo pasti tau sendiri masalahnya apa!" Seru Aldo.
"Jangan bilang ini semua karena status WhatsApp gue?" Selidik Saskia.
"Bisa jadi..." Jawabnya.
"Keterlaluan!" Seru Saskia kesal.
Aldo hanya terdiam mendengar kekesalan Saskia.
Tak lama kemudian ponsel Saskia berbunyi berulang kali pertanda chat masuk.Ternyata banyak sekali Spam Chat dari Tio.
Sayang! ~ Sayang.
Aku minta maaf,tadi aku lagi emosi jadi aku gak sadar sampe bikin Al kaya gitu! ~ Sayang.
__ADS_1
Kita akhiri aja ya semua ini! Kita baikkan! ~ Sayang.
Plisss! Kita baikkan😣 ~ Sayang.
Kok kamu gak bales sih? ~ Sayang.
Oke fine terserah kamu! Mau maafin atau nggak yang jelas aku udah minta maaf dan berharap kita baikkan! ~ Sayang.
Bales dong! ~ Sayang.
P
P
P
Oke sekarang kamu jawab jujur! Kamu pilih aku apa dia? ~ Sayang.
Jawab Saskia! ~ Sayang.
Saskia mengernyitkan keningnya membaca semua pesan dari Tio.Akhirnya ia pun membalas pesannya dengan singkat.
Kalau kamu sayang sama aku,mestinya kamu gak perlu tanya aku pilih siapa! Karena kamu tau sendiri siapa jawabannya.
Dan Kalo kamu serius pengen perbaiki hubungunan kita.Nanti sore kita ketemu di cafe biasa! ~ Saskia.
Saskia pun mematikan ponselnya.
"Siapa?" Tanya Aldo.
"Bukan siapa-siapa!" Jawab Saskia bohong.
Mereka pun mengobrol sebentar membahas masalah tadi.Kemudian Saskia pun pulang karena waktu telah menunjukkan pukul 14.00
Aldo sempat menawari untuk mengantarnya namun Saskia menolak karena tak ingin memperkeruh keadaan.
.
.
.
__ADS_1
Likenya mana?😁