Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
Semakin Menjauh


__ADS_3

Caca berusaha menelpon Saskia berulang-ulang namun Saskia tak juga mengangkatnya.


"Saskia? Saskia? Dimana sih letak otak lo?" Gerutu Caca frustasi.


*


Fami berusaha melupakan segala kejadian yang baru saja ia lihat yang membuat hatinya teriris kembali.


Ia mengalihkan segala fikirannya pada pekerjaannya berharap segera bisa melupakan kejadian tadi.


Ia tetap fokus pada niat awalnya yang akan menghempas nama Saskia di hatinya.


*


Saskia kini tengah berada di sebuah danau dekat taman.Aldo yang mengajaknya ke sini.


Sebenarnya Aldo telah merencanakan suatu hal untuk Saskia makanya dia membawa Saskia ke tempat ini.


Bang lo buruan kesini! ~ Aldo.


Aldo mengirimkan chat tersebut pada Tio tak lupa ia juga mengirimkan lokasinya.


Oke... ~ Bang Tio.


Setelah Aldo mendapat balasan dari Tio.Ia segera memulai rencananya.


"Sas? Gue lupa! Gue harus jemput Chealse sekarang!" Seru Aldo berakting.


Chealse lagi! Chelase lagi! Huh! Batin Saskia kesal.


"Ehm...Oke lo jemput aja dia! Diakan pacar lo sedangkan guekan cuma sahabat lo!" Jawab Saskia menekan kata 'Pacar dan Sahabat'.


"Lo jangan ngomong gitu dong! Gue lupa serius! Lo gak apa-apakan gue tinggal disini?" Seru Aldo masih berakting.


"Yaudahlah sana! Gue bisa pulang sendiri!" Jawab Saskia bodoamat.


"Sorry ya...Lo take care! Bye...See you!" Seru Aldo meninggalkan Saskia.


"Dasar Curut! Gak punya perasaan banget jadi orang!" Gerutu Saskia setelah Aldo meninggalkannya.


Saskia berjalan menuju jalan raya untuk mencari taksi.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya.Pengemudi mobil tersebut pun turun.


"Saskia!" Sapanya.


Saskia meliriknya,"Kak Tio..." Seru Saskia lirih.


"Kamu beneran Saskia?" Tanyanya memastikan.


"Hmm..." Jawab Saskia dingin.


"How are you? Kamu makin cantik aja sekarang! Kamu ngapain disini sendirian?" Tanyanya.


"Saya duluan...Permisi..." Seru Saskia hendak berlalu namun Tio menahannya dengan menarik lengannya.


"Saskia? Please listen to me!" Serunya,"I'm really sorry that I hurt you in the past!" Lanjutnya.

__ADS_1


"Lupain aja kak! Aku aja udah lupa kok!" Jawab Saskia dingin.


"Aku tahu kamu masih marah sama aku! Tapi please jangan benci aku!" Pintanya.


"Aku mohon mulai sekarang jangan cari aku lagi!" Seru Saskia melepaskan genggaman tangan Tio pada lengannya.


Fami sedang dalam perjalanan pulang.Di jalan didapatinya sosok istrinya yang tengah berbincang dengan seorang lelaki yang berbeda.Lelaki tersebut juga memegangi tangan istrinya.


Hatinya makin panas,teriris pula😭Menyaksikan perbuatan istrinya.


Kamu bener-bener keterlaluan Saskia! Batin Fami.


Setelah memotret Saskia dengan pria tersebut Fami melanjutkan lagi perjalanannya.


"Saskia tolong jangan bersikap gini sama aku! Aku rindu sama Saskia yang dulu aku kenal!" Ucap Tio lirih.


Saskia tak bergeming dan tetap bersikap acuh pada Tio.


"Kamu mau pulang? Ayo biar aku anter!" Ajaknya.


"Gak usah! Makasih!" Saskia berlalu namun Tio malah mengikutinya.


"Kak Tio! Stop! Jangan ikutin aku lagi! Kalau kak Tio masih ngikutin aku juga aku teriak!" Ancam Saskia dengan terpaksa Tio tak mengikutinya lagi.


Saskia menaiki sebuah taksi dan berpisah dengan Tio.


Kenapa kamu muncul lagi sih dalam hidup aku? Semuanya sekarang udah beda! Aku bukan Saskia yang dulu lagi! Please jangan ganggu aku! Aku benci sama kamu! Batin Saskia sambil menangis.


*


Saskia baru saja tiba di rumah.Ia mendapati sosok suaminya yang sedang menonton tv.


Fami langsung beranjak dari sofa tak mengiraukan pertanyaan Saskia.


Kamu kenapa sih? Kenapa sekarang jadi berubah? Batin Saskia bertanya-tanya.


Saskia menyusul Fami ke kamar.Fami terlihat tengah berkutit dengan laptopnya.


"Mas? Kamu udah makan?" Saskia masih berusaha mengajak Fami berbicara.


"Makan dulu yuk? Gimana kalau aku masakin?" Tawar Saskia.


"Gak usah!" Jawabnya dingin kemudian keluar dari kamar.


"Ya Allah kuatkanlah hatiku!" Lirih Saskia.


Saskia kemudian memutuskan untuk mandi dan melaksanakan shalat maghrib.


"Ya Allah...Kuatkan hatiku...Beri aku kesabaran lebih dalam menghadapi sikap dingin suamiku....Bukakanlah hatinya untuk bisa menerimaku dan menyayangiku seperti dulu lagi...Jangan buat dia semakin menjauh dariku...Aku sadar...Aku kini telah mencintainya..." Saskia berdo'a sembari menengadahkan kedua tangannya di akhir shalatnya hingga tak terasa air mata terus menerus membasahi pipinya.


Fami baru saja akan masuk ke kamar.Namun ia mengurungkan niatnya saat mendapati Saskia tengah berdo'a sambil menangis menyebut-nyebutnya dalam do'anya.


Fami memutuskan kembali ke ruang kerjanya untuk menenangkan dirinya.


"Apa yang kamu ucapkan tadi itu benar adanya? Apa kamu benar telah mencintai saya? Lalu jika benar,mengapa hari ini kamu menemui lelaki yang berbeda dan berprilaku romantis dengan lelaki itu?" Ucapnya gusar.


Seusai shalat ia berniat mengajak Fami makan malam dengan menyusul Fami ke ruang kerjanya.

__ADS_1


"Mas Fami? Kamu ada di dalem? Makan malam dulu yuk?" Panggil Saskia.


Di dalam tak terdengar ada suara.Saskia mencoba memanggilnya terus menerus hingga Fami keluar dari ruangan tersebut.


"Mas Fami ayo..." Ucap Saskia tak selesai karena Fami langsung saja berlalu tak memperdulikannya.


Mereka kini sedang berada di meja makan.


Saskia hendak menuangkan nasi ke piring milik Fami.Namun dengan segera Fami mencegahnya.


"Gak usah! Saya bisa sendiri!" Tolaknya.


Saskia pun menuangkan nasi tersebut ke piringnya.Ia mulai makan sembari memperhatikan suaminya yang tengah makan juga.


Fami makan sedikit hingga ia menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu.


*


Seusai membereskan meja makan.Saskia menyusul suaminya ke kamar.Namun tak ia dapati sosok suaminya di kamar.


Kemudian ia mencarinya ke ruang kerja.Ia mencoba membuka pintu ruangan itu dan ternyata pintunya tak dikunci.Ia langsung saja masuk ke ruangan ini.


"Mau ngapain kamu?" Tanyanya mengagetkan Saskia.


"Eh...Mas,kamu belum selesai kerja? Aku mau ngajak kamu tidur!" Jawab Saskia gelagapan.


"Kamu keluar!" Serunya terkesan mengusir.


"Ke-napa?" Saskia makin gugup.


"Saya bilang keluar ya keluar! Apa kamu tidak mengerti?!" Tegasnya datar.


"Kamu kenapa marahi aku? Aku cuma mau ngajak kamu tidur! Kenapa kamu malah marah-marah?" Tukas Saskia.


"Sampai kapan kamu mau menghindar dari aku? Sampai kapan kamu mau menjauhi aku? Kalau aku ada salah aku minta maaf! Tapi tolong jangan jauhi aku! Jangan cueki aku!" Tutur Saskia sembari menangis kemudian keluar dari ruangan ini.


Fami tersentak dengan perkataan Saskia.Ia merasa tak tega melihat istrinya menangis.Namun mau bagaimana lagi? Ia kini masih kecewa dengan istrinya itu.


Waktu menunjukkan pukul 22.00


Saskia merasa gelisah hingga tak bisa tidur.Ia melihat ke sampingnya tak ada sosok yang selalu menemani ia tidur.


Saskia keluar dari kamar dan memastikan Fami telah tidur atau belum ke ruang kerjanya.


Ternyata ia telah tertidur di meja kerjanya.Saskia kembali lagi ke kamar untuk mengambil selimut.


Kini ia menyelimuti tubuh suaminya.


"Maaf! Gak seharusnya tadi aku ngegas! Aku cuma mau kita kembali seperti dulu! Kita yang selalu debat namun bukan debat yang serius! Aku mau kamu yang dulu! Yang selalu bersikap hangat ke aku!" Lirih Saskia sembari mengelus-ngelus wajah Fami.


"Selamat malam..." Lanjutnya kemudian meninggalkan Fami.


Saskia kembali ke kamar dan mencoba membenamkan matanya karena telah larut.


.


.

__ADS_1


.


Assalamu'alaikum Readers😊Jangan lupa Like dan Vote nya yaa😊Terimakasih...😙


__ADS_2