
Keesokan harinya seperti biasa Fami berangkat ke kantor ayahnya untuk mengisi waktu luangnya yakni libur ngajar di Kampus.
"Hari ini aku pulang telat!" Seru Fami sebelum pergi.
"Oh gitu...Yaudah tunggu sebentar ya!" Suruh Saskia.
Beberapa saat kemudian Saskia kembali dengan membawa sebuah kotak makan.
"Kamu bawa bekel ya!" Saskia menyodorkan kotak makan tersebut.
"Yaudah deh,karena istri aku yang minta aku bawa!" Fami mengulaskan senyuman di bibirnya.
Triing....Triing....
Ponsel Saskia berbunyi notif panggilan masuk.
Saskia melihat layar ponselnya,ia bingung harus menjawabnya atau tidak.
"Siapa?" Tanya Fami.
"Aldo" Jawab Saskia ragu.
"Angkat aja! Bukannya dia cuma sahabat kamu!" Titah Fami.
Saskia segera mengangkatnya :
Saskia : Hallo....Assalamu'alaikum...
Aldo : Wa'alaikumsalam....Sas gue cuma ngasih tahu kalau besok gue back to Jepang!
Saskia : Oh iya,terus?
Aldo : Hah? Reaksi lo cuma gitu aja?
Saskia : Maksudnya?
Aldi : Haduh udahlah,intinya besok lo harus anter gue ke bandara! Titik! Bye!
Aldo memutuskan panggilannya terlebih dahulu.
Saskia mengernyitkan keningnya saat Aldo tanpa menunggu jawaban Saskia langsung mematikan panggilannya.
"Apa katanya?" Raut wajah Fami seketika berubah menjadi datar.
"Besok dia kembali ke Jepang,dan dia minta aku buat anter dia ke bandara!" Jawab Saskia.
"Oh...Yaudah aku udah telat,aku berangkat! Assalamu'alaikum..." Seru Fami yang kemudian berlalu.
Apa dia cemburu ya? Padahalkan dia tahu sendiri bahwa Aldo itu sahabat aku! Fikir Saskia.
Suara notif chat masuk membuyarkan fikiran Saskia.
Sas? Hubungan lo sama Pak Fami sekarang gimana? ~ Caca.
Kalau mau tahu,sini main ke rumah! ~ Saskia.
__ADS_1
Maless ah! Ada suami lo! ~ Caca.
Dia gak ada di rumah! Dia kerja! Udah buruan sini! Gue tunggu! ~ Saskia.
Oke deh,gue otw! ~ Caca.
Saskia tak lagi membalasnya.
"Mbok? Tolong siapin cemilan ringan sama cemilan yang anget-anget ya! Jangan lupa minumnya juga disiapin!" Saskia beralih pada mbok Inem.
"Siap non! Minumnya apa non?" Tanya mbok Inem.
"Jus mangga kayanya enak tuh!" Jawab Saskia membayangkan.
"Baik non,eh iya ngomong-ngomong siapa yang mau bertamu non?" Tanya mbok Inem penasaran.
"Sahabat aku mbok! Yang waktu itu aku ceritain sama mbok yang dia ngambek ituloh!" Jelas Saskia.
"Oh yang itu! Berarti non sama sahabat non itu udah baikkan dong?" Tanyanya lagi.
"Belum tahu mbok,kayanya sih udah!" Ucap Saskia tak pasti,"Aku ke atas dulu ya mbok!" Lanjutnya berlalu.
*
"Assalamu'alaikum...Permisi...." Ucap seseorang di balik pintu sambil menekan bel rumah.
"Wa'alaikumsalam...." Jawab mbok Inem membukakan pintu,"Ini pasti sahabatnya non Saskia ya?" Lanjutnya menebak.
"Ah ibu tahu aja!" Caca tersipu malu.
"Hehee...Panggil aja saya mbok non! Eh iya mari silahkan masuk!" Seru mbok Inem mempersilahkan.
"Baik,udah gak usah lebay!" Seru Caca melepaskan pelukan sahabatnya.
"Galak banget sih!" Ejek Saskia.
Keduanya duduk di sebuah sofa di ruang tv.Mbok Inem menyiapkan hidangan sesuai perintah Saskia.
"Makasih mbok!" Seru Caca dan dijawab anggukan oleh mbok Inem.
"Ca? Lo masih ngambek sama gue?" Tanya Saskia memastikan.
"Gimana gue gak marah? Gue kesel,emosi,plus greget banget sama lo!" Jawab Caca frustasi.
"Ya sorry..." Ucap Saskia memelas.
"Lo itu ya,bisa-bisanya bikin Pak Fami kaya gitu!" Caca masih memarahi Saskia.
"Iya gue tahu gue salah! Tapi semua yang lo dan Pak Fami fikirin tentang gue itu salah! Kalian salah paham!" Bantah Saskia.
"Mau salah paham kek,mau bukan kek! Yang jelas lo itu keterlaluan! Kenapa lo bawa-bawa gue dalam kebohongan lo?" Caca mengeluarkan isi hatinya.
"Gue gak bermaksud---".
"Udahlah apapun alasannya gue gak suka!" Caca memotong perkataan Saskia.
__ADS_1
"Gue udah baikkan kok sama dia!" Jelas Saskia.
"What? Serius lo?" Caca membulatkan kedua matanya.
"Iya,serius..." Jawab Saskia pasti.
"Kok bisa?" Caca masih tak percaya.
"Rencana Allah lebih indah dari pada rencana kita!" Jawab Saskia santai.
"Kapan kalian baikkan? Kenapa lo gak ngasih tahu gue? Telpon gue gak lo angkat,chat gue gak lo bales! Kemana aja lo?" Caca terus mengintrogasi.
"Sejak 2 hari yang lalu,gue gak aktifin ponsel gue sejak lo telpon gue waktu itu!" Jelas Saskia.
"Syukurlah....Gue ikut seneng dengernya! Gue hampir kehilangan nafas gue saat lihat foto lo sama Aldo dan juga kak Tio yang dikirim Pak Fami ke gue! Gue takut rumah tangga lo berantakan!" Jelas Caca.
"Gue emang ketemu sama Aldo,tapi gak berdua tapi sama pacarnya Aldo juga! Dan untuk kak Tio,gue gak sengaja ketemu dia!" Jelas Saskia,"Gue bener-bener minta maaf sama lo! Gue gak bisa lo ngejauhin gue! Lo itu sahabat gue satu-satunya,please lo jangan ngambek lagi sama gue ya!" Lanjutnya memohon.
"Okelah gue maafin,gue juga mau minta maaf sama lo karena selama ini gue udah nyembunyiin suatu rahasia dari lo!" Jawab Caca.
"Rahasia? Apa?" Saskia tertegun,"Jangan bilang lo ada hubungan spesial sama suami gue?" Tebak Saskia.
"Please,jangan salah paham sama gue! Dari dulu gue pengen banget cerita tapi gue takut lo salah paham sama gue!" Bantahnya.
"Rahasia apa? Jelasin!" Suruh Saskia.
"Jadi,dulu Pak Fami udah suka sama lo sebelum lo nikah sama dia! Dan dia minta bantuan gue,tapi setelah kejadian lo nolak bekel dari dia,dia mulai mundur untuk ngejar lo! Sampe pas kalian nikah,dia udah ngasih tahu gue sebelum lo ngasih tahu gue! Sampe ada apa aja yang berkaitan sama lo dia pasti selalu hubungi gue! Gue gak ada hubungan yang lebih sama dia! Kalau lo gak percaya,lo bisa baca semua chat WhatsApp dan DM yang dia kirim ke gue!" Jelas Caca kemudian menyodorkan ponselnya pada Saskia.
Saskia segera membacanya dari awal sampai chat terakhir.
"Tega lo Ca! Kenapa lo nyembunyiin ini semua dari gue!" Tukas Saskia kecewa.
"Gue minta maaf! Gue gak ada maksud apapun! Itulah sebabnya selama ini gue selalu kasih tahu lo untuk pertahanin dia,haragain dia,sayangi dan cintai dia karena itu!" Jelas Caca.
Saskia menangis mengetahui hal ini.Ia tak menyangka bahwa suaminya jauh telah mencintainya sebelum dia mereka menikah.
"Andai gue tahu semua ini! Gue gak mungkin perlakuin dia gak baik! Selama ini gue udah bertingkah seenaknya sama suami gue sendiri!" Lirih Saskia menyesal.
"Sekali lagi gue minta maaf!" Lirih Caca.
"Sekarang gue mesti gimana? Gue malu sama dia!" Saskia meminta saran.
"Lo perbaiki semua dari awal dengan cara terima dia apa adanya sebagai suami lo!" Saran Caca.
"Gue malu! Gue gak pantes buat dia!" Saskia memojokkan dirinya sendiri.
"Udah Sas,lo gak boleh ngomong kaya gitu! Gue yakin Pak Fami selalu siap untuk maafin dan terima lo lagi! Karena dia sangat mencintai lo!" Tegas Caca.
Saskia mencoba mencerna perkataan sahabatnya itu baik-baik.
.
.
.
__ADS_1
Assalamu'alaikum😊
Jangan lupa untuk tinggalkan Like dan Vote ya😉Terimakasih😊