Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
SAH?


__ADS_3

Tak serasa seminggu berlalu,


Tepat hari ini pernikahan Saskia dan Fami akan dilaksanakan.


Awalnya Saskia menolak karena menurutnya itu terlalu cepat.Tetapi atas penjelasan dari kedua orang tuanya akhirnya Saskia memahaminya.


Dan tinggal menerima beres karena semua akan diatur sedemikian oleh kedua orang tuanya dan calon mertuanya.


*


Hari ini hari sabtu,


Akad akan dilaksanakan dengan sederhana di rumah Saskia.Hanya kedua belah pihak keluarga dan rekan bisnis saja yang hadir dalam acara ini.


Saskia izin tak Kampus dengan alasan ada acara keluarga sebab ia tak ingin seorang pun yang tahu bahwa dirinya menikah.


Bahkan Caca sendiri sebagai sahabatnya tak mengetahui hal tersebut sebab Saskia tak memberitahunya.


*


Rombongan mempelai pria baru saja tiba di rumah Saskia bersama tamu undangan yang lainnya.


Sudah saatnya Ijab Qabul.Penghulu kini memegang tangan Fami dan menuntunnya mengucapkan Ijab Qabul tersebut.Saskia duduk di samping Fami.


"Saya terima Nikah dan Kawinnya Saskia Nandya Wijaya binti Wijaya dengan mahar tersebut tunai..." Fami berhasil mengucap Ijab Qabul dengan satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana para Saksi? Sah?" Tanya penghulu.


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillah hirobbil 'alamin..." Ujar Penghulu kemudian membacakan do'a untuk pengantin baru tersebut.


Saskia mencium tangan Fami setelah Lina membisikinya dan Fami mengelus lembut kepala Saskia sembari tersenyum.


"Selamat kalian telah menjadi sepasang suami istri.Semoga menjadi keluarga sakinah,mawaddah dan warrohmah!" Seru penguhulu.


Mereka yang mendengarkannya pun segera mengaminkan do'a tersebut.


Penghulu telah berlalu karena masih harus menikahkan pasangan lainnya.


Saskia dan Fami berdiri bersampingan di pelaminan untuk menyalami para tamu undangan.


"Selamat ya sayang,SAMAWA!"


"SAMAWA Fami dan istri!"


"SAMAWA keponakan tante!"


"SAMAWA Saskia dan suami!"


"SAMAWA dan semoga segera diberi momongan!"


Yaa begitulah rata-rata ucapan para tamu undangan yang hampir sama perorangnya.


Tak lupa Fami dan Saskia mengaminkannya sembari mengucap terimakasih atas kedatangan mereka.

__ADS_1


Satu persatu tamu undangan telah menyalami pasangan baru ini sampai tamu terakhir.Mereka kemudian menikmati hidangan yang telah disediakan.


*


Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 semua tamu undangan telah membubarkan diri dari tempat akad.


Saskia segera ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.Ia rasa baju pengantin ini terlalu panas hingga tak nyaman untuk dipakai terlalu lama.


Seusainya ia kemudian melaksanakan shalat dzuhur.


*


Saskia kini tengah melipat mukenanya.Di luar kamar nampak ada seorang yang mengetuk pintu.


"Masuk aja bi gak dikunci kok!" Seru Saskia mengira yang mengetuk pintu adalah bi Asti.


Fami pun segera masuk ke kamar Saskia setelah mendapat izin dari pemilik kamar tersebut.



Saskia nampak telah mengganti bajunya dengan gamis berwarna abu serta kerudung pink yang menutupi rambutnya.


"Pak Fami!" Seru Saskia kaget.


"Ehmm...Saya boleh numpang mandi sama ganti baju disini?" Tanyanya canggung.


"Iya silahkan!" Jawab Saskia cuek.


Fami pun segera masuk ke kamar mandi serta tak lupa ia membawa baju gantinya.


15 menit akhirnya ia keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.Sesekali ia mengusap-ngusapkan handuk yang ia pegang ke rambutnya.


"Iyalah orang ini kamar saya!" Jawab Saskia ketus.


Fami tak menjawabnya lagi.Ia kini hanya fokus menyisir rambutnya di depan cermin.


Tok...Tok...!


"Permisi non,non Saskia di panggil nyonya untuk makan!" Seru bi Asti dibalik pintu.


"Iya bi,bilangin ke Mama bentar lagi aku turun!" Jawab Saskia di dalam kamar.


Bi Asti tak bersuara lagi.Sepertinya ia sudah pergi kembali ke dapur.


"Ayo buruan Mama nyuruh kita turun buat makan!" Seru Saskia.


"Iya...".


Saskia jalan terlebih dahulu dan disusul oleh Fami di belakangnya.


Mereka kini tengah menikmati makanan mereka bersama keluarga baru mereka.Kedua orang tua Fami belum pulang dan kemungkinan akan menginap di rumah Saskia.


*


Malam harinya,


Waktu menunjukkan pukul 19.00 bi Asti kembali mengetuk pintu untuk memberitahu makan malam sudah siap.Namun Saskia menolak dan mengatakan bahwa dirinya masih kenyang.

__ADS_1


Begitupun dengan Fami yang ikut-ikutan tidak turun karena malas.


*


Malam ini bertepatan dengan malam minggu,


Seharusnya ini jadi malam yang indah bagi kedua pengantin baru tersebut namun malah sebaliknya.


Suasana di kamar mereka senyap-senyap saja.Tak ada yang diobrolkan dari keduanya.


"Saskia? Aku mau minta sesuatu dari kamu,boleh?" Tanya Fami dengan tiba-tiba hingga membuat Saskia kaget.


Saskia langsung mengalihkan pandangannya pada suaminya yang tengah duduk di sofa.


"Bapak jangan terlalu berharap deh sama saya!" Seru Saskia berfikiran lain.


Fami mengernyitkan keningnya karena bingung mengartikan perkataan istrinya.


"Saya minta 3 hal sama kamu! Yang pertama,tolong jaga sikap kamu di depan keluarga kita jadilah seperti pasangan pada umumnya.Kedua,kita akan tetap satu ranjang meski tak melakukan apapun selayaknya suami istri yang tidur bersampingan.Dan yang terakhir tolong jangan lepas cincin nikah kita kemana pun kamu pergi karena cincin itu merupakan pengikat antara kita!" Ujar Fami menjelaskan.


Saskia terdiam mendengar penjelasan Fami.Kini ia merasa malu sendiri karena telah berburuk sangka pada suaminya.


"Oke...Tapi saya juga ada syarat! Bapak tolong jangan ikut campur urusan saya!" Tegas Saskia.


"Hanya itu?" Tanya Fami.


"Ya..."


Mereka kini akan tidur,


Untuk pertama kalinya ia harus tidur dengan seseorang yang disebut suami.


Seperti permintaan yang telah diajukan Fami dan disetujui oleh Saskia bahwa mereka akan tidur seranjang.


Saskia melepas kerudungnya,karena itu sudah jadi kebiasaannya saat akan tidur.


Fami terkesima melihat keindahan makhluk Allah yang ada di depannya.


"Kamu ngapain buka kerudung?" Tanya Fami mencoba mengalihkan pandangannya.


"Emang kenapa? Masalah? Kamar-kamar saya kenapa Bapak yang repot!" Ketus Saskia.


Maksud saya bukan itu! Tapi saya takut gak bisa nahan diri aja kalau liat kamu kaya gini! Batin Fami.


"Maksud saya apa kamu selalu buka kerudung kalau kamu mau tidur?" Tanyanya lagi.


"Hmm...Udah jangan bicara lagi! Kalau masih bicara juga mending Bapak tidur di sofa!" Ancam Saskia.


Seketika itu juga Fami tak berucap lagi dan mengusap dadanya agar ia bisa lebih bersabar menghadapi sikap istrinya ini.


Aku harus bisa sedikit lebih bersabar menghadapi sikapnya yang kekanak-kanakan! Batin Fami.


Fami membalikkan tubuhnya membelakangi Saskia dan mulai menutup matanya untuk tidur.


.


.

__ADS_1


.


Kuyy pantengin terus! Makin seru nih😍Like,Coment,Tip,Vote dan tambahkan di Favorit ya👍Jangan lupa😙Thankyouu😍😙


__ADS_2