Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
Marah Besar


__ADS_3

Saskia masih setia menunggu di luar kantor.Berharap Fami segera datang menjemputnya karena ia kini telah lelah bersabar menunggunya yang tak kunjung datang juga.


Fatur sempat mengajaknya pulang bersama namun Saskia menolaknya sebab ia mengira Fami akan menjemputnya lagi.


Setengah jam berlalu,


Akhirnya ia pasrah dan memilih untuk pulang sendiri saja menaiki taksi online.


Saat ia membuka dompetnya ternyata uang yang ia punya saat ini tak mencukupi.Jangankan untuk membayar taksi online,membayar ojek pun tak cukup.


Kini ia tak bisa berpikir banyak karena hari sudah petang dan akhirnya memutuskan untuk jalan kaki saja.


Sesekali ia berhenti karena merasa lelah.Baru kali ini ia harus berjalan kaki dengan menempuh jalan yang cukup jauh agar bisa sampai ke rumahnya.


Setengah jam berlalu ia akhirnya sampai juga di rumahnya.


"Assalamu'alaikum..." Salam Saskia memasuki rumah dengan lesu.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab mbok Inem,"Non Saskia baru pulang?" Lanjutnya bertanya.


"Iya mbok...." Jawab Saskia malas.


Saskia memperhatikan sekeliling ruangan lantai bawah ini.Tak di dapatinya sosok Fami di sini.


"Non nyari tuan ya?" Tebak mbok Inem.


"Ehm....Mas Fami belum pulang ya mbok?" Tanya Saskia.


"Sudah non...Hanya saja tuan tak keluar kamar sejak pulang tadi!" Jawab mbok Inem kebingungan dengan sikap Fami yang aneh hari ini.


"Ohh gituu....Yaudah deh mbok aku ke atas dulu ya...!" Seru Saskia dan dibalas anggukan oleh mbok Inem.


Padahal mobil Fami sudah terparkir di halaman rumah.Hanya saja ia tak sempat menengok kanan kiri sebab terburu-buru masuk ke rumah.Makanya dia tak mengetahui Fami sudah pulang.


Saskia kini tengah berada di kamar.Ia mendapati sosok suaminya yang sedang termenung menatap ke arah luar dari jendela kamar.


"Pak Fami? Udah pulang? Aku kira masih di kampus!" Seru Saskia.


Fami tak bergeming hingga membuat Saskia kebingungan dan akhirnya memberanikan diri untuk mulai lebih dekat dengan Fami.Fami kini masih membelakanginya.


"Pak Fami masih marah karena masalah kemarin?" Tanya Saskia menebak.


"Lupain masalah itu!" Jawabnya kemudian berbalik dan menghadap ke depan Saskia,"Kamu jawab jujur! Apa bener kamu minta uang sama Papa?" Tanya Fami mengalihkan obrolan.


"Ehm...Pak Fami tahu darimana?" Tanya Saskia heran.


"Gak penting! Jawab pertanyaan saya dengan jujur!" Desaknya.


"Iya...Soalnya Dekan udah kasih peringatan buat yang belum bayar SPP!" Jawab Saskia jujur.

__ADS_1


"Kenapa kamu minta sama Papa?" Tanyanya lagi mencoba masih tenang.


Saskia mematung,kini ia bingung harus menjawab apa.


Fami kini memegang bahu Saskia,"Jawab Saskia!" Desaknya sembari menggoyang-goyangkan bahu Saskia.


"Kalau aku gak minta sama Papa,terus aku harus minta sama siapa? Aku ini hanya seorang Mahasiswi yang tak bekerja!" Jawab Saskia santai.


"Kamu sadar gak sih? Sekarang status kamu ini apa? Kamu sekarang sudah menikah! Kamu telah memiliki seorang suami! Kamu ada saya! Seharusnya kamu ngomong sama saya kalau kamu butuh sesuatu! Sudah jadi tanggung jawab saya untuk menafkahi kamu lahir dan batin Saskia! Ingat itu!" Tegas Fami sedikit emosi dan melepaskan tangannya dari bahu Saskia.


"Aku sungkan kalau harus minta sama Bapak!" Jawab Saskia ragu.


"Saskia! Kamu itu kalau ada apa-apa jangan main ngambil keputusan sendiri tanpa berpikir terlebih dahulu! Kamu sekarang udah ada saya! Saya ini suami kamu! Kamu harus bilang sama saya kalau kamu ada masalah!" Tegas Fami lagi.


"Ma---af!" Seru Saskia terbata-bata.


"Maaf kamu bilang? Percuma! Nasi udah jadi bubur! Kamu tahu? Atas perbuatan kamu yang kekanakan ini membuat Papa kamu kecewa pada saya! Sebab apa? Sebab kamu telah merendahkan harga diri saya di depan Papa kamu sendiri! Sekarang apa kamu puas? Kamu telah merusak kepercayaan Papa kamu pada saya! Dia mengira saya suami yang tak bertanggung jawab yang tak bisa memenuhi kebutuhan istrinya!" Serunya marah.


"Kamu boleh benci saya! Gak hargain saya! Gak nganggap saya suami kamu dan gak pernah hormat pada saya sebagai suami kamu! Tapi tolong jangan rendahkan harga diri saya di depan keluarga kamu sendiri! Saya malu! Saya malu Saskia!" Tegasnya lagi sembari meneteskan air mata.


Saskia tertegun karena merasa bersalah.Akibat perbuatannya sendiri kini ia harus menanggung akibatnya.


Hingga tak terasa ia pun menangis sejadi-jadinya.Ia tak pernah menyangka kejadiannya bisa berujung seperti ini.


"Pak Fami aku minta maaf! Aku gak kepikiran kesana! Apa Papa marahin Bapak?" Ujar Saskia menyesal diiringi sebuah pertanyaan.


"Menurut kamu?" Fami balik bertanya.


"Aku minta maaf! Aku mohon maafin aku!" Seru Saskia memohon.


"Sudahlah Saskia! Saya menyerah dengan kamu! Selama ini saya selalu berusaha jadi suami yang baik untuk kamu! Tapi apa? Kamu gak pernah anggap saya ada!" Serunya dengan nada sendu.


"Kamu lakuin apa aja yang kamu mau tapi mulai sekarang saya gak ambil alih lagi tanggung jawab kamu! Semuanya sekarang terserah kamu! Saya cape sama kamu!" Seru Fami putus asa.


Saskia mematung mendengar perkataan Fami.Air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia tahan.


"Aku mohon jangan talak aku! Gimana pendapat orang nanti? Kita nikah baru jalan 2 minggu! Mana mungkin kita harus pisah!" Seru Saskia memohon kembali sembari memeluk Fami dari belakang.


Fami tertegun saat merasakan pelukan dari istrinya secara tiba-tiba.Pikirannya kini berkecamuk kesana kemari.


Apa? Talak? Aku gak akan talak kamu! Mau gimana pun aku bukan lelaki yang suka mempermainkan pernikahan! Bagiku pernikahan itu hanya sekali seumur hidup! Batin Fami.


"Aku minta maaf! Tolong jangan talak aku!" Perkataan ini lolos lagi dari mulut Saskia sembari masih memeluk Fami.


Fami hanya terdiam.Jujur saja kini ia bingung harus bersikap bagaimana pada Saskia.


"Aku janji akan kembaliin uang Papa secepatnya! Tapi tolong beri aku waktu untuk mengembalikan uang itu!" Serunya lagi.


Fami melepaskan pelukan Saskia.Kini menghadap ke arah Saskia lagi.

__ADS_1


"Tolong jangan ulangi hal ini lagi! Berpikirlah sebelum bertindak!" Nasehat Fami.


"Iya aku janji gak akan ngulang lagi!" Seru Saskia berjanji,"Bapak maafin akukan?" Lanjutnya bertanya.


Fami menjawab dengan sebuah anggukan.Saskia refleks hingga langsung memeluk Fami dengan erat tanpa aba-aba.


"Makasaih! Aku janji gak akan ngulang kesalahan ini lagi!" Seru Saskia menangis haru di pelukan Fami.


Setelah beberapa saat Saskia pun melepaskan pelukannya pada Fami.


"Besok kamu kembalikan uang Papa! Ini uangnya!" Perintah Fami dengan menyodorkan sebuah amplop coklat pada Saskia.


"Tapi---" Saskia mencoba membantah.


"Kalau kamu mau saya anggap masalah ini selesai! Tolong turuti perintah saya!" Seru Fami akhirnya Saskia pun mengangguk setuju.


*


Waktu sudah malam....


Keduanya tengah berbaring di atas ranjang yang sama dengan posisi bersampingan.


Fami nampaknya tertidur terlebih dahulu.


Saskia memperhatikan setiap inci wajah suaminya yang tengah terlelap.


Kalau di lihat dari dekat wajahnya makin tampan yaa... Batin Saskia tersenyum sendiri.


Tiba-tiba saja Saskia memeluk Fami dengan erat hingga membuatnya ikut tertidur.


"Saskia.....I miss you so much😙" Gumam Fami pelan diiringi sebuah ciuman di kening Saskia.


Mereka berdua kini bergelut dengan mimpi mereka masing-masing setelah terjadinya perdebatan hebat tadi yang Saskia kira Fami hampir saja akan menalaknya.Namun sebenarnya Saskia salah sangka.


.


.


.


.


.


Hallo para Readers yang Budiman🙋Jumpa lagi dengan Author Rifa😆Aduuhh Mohon maaf yaa udah 2 hari gak Up😥Author Sibuk bangeeet dehh sama acara yang ngalir😤Kemaren 2 hari acara sempet bentrok antara sekolah sama kampung halaman😧Author kurang isirahat! Author lelah sekalii😑Yaa namanya juga jadi Panitia harus tanggung jawab😊.


Jadi Mohon maaf sudah membuat kalian lama menunggu🙏Tetep pantengin terus karya Author yang satu ini yaa😍.


Jangan lupa dukungannya dengan cara Like,Coment,Tip,tambah Favorit and yang terpenting Votenya jangan pada lupa😆

__ADS_1


Thankyouu and see you next episod🙋🙋🙋


__ADS_2