Menaklukkan Hati Jodohku

Menaklukkan Hati Jodohku
Perhatian


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 13.00


Saskia baru saja selesai mandi dan melaksanakan shalat dzuhur.Seusainya ia rebahan di ranjangnya.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara bel rumah berbunyi.Saskia bangun dari rebahannya dan segera keluar dari kamarnya untuk melihat siapa tamu yang datang di tengah hari seperti ini.


Ting nong....Ting nong....!


Saskia membuka pintu tersebut.


"Iya mau cari siapa ya?" Tanya Saskia di balik pintu.


"Perkenalkan nama saya Inem non! Ini pasti non Saskia ya? Istrinya tuan Fami?" Jawabnya.


"Iya betul...Ibu ini ada keperluan apa ya datang kemari?" Tanya Saskia lagi.


"Saya ART disini non!" Jawabnya.


"ART? Sejak kapan dia punya ART?" Gumam Saskia pelan.


"Sejak rumah ini dibangun non!" Timpalnya.


"Hehee...Ibu denger perkataan saya?" Tanya Saskia mengira Inem tak mendengarnya.


"Iya non...Oh iya panggil aja saya mbok Inem seperti tuan Fami!" Serunya.


"Ohh iya mbok,silahkan masuk!" Ujar Saskia mempersilahkan.


Fami baru saja turun dari tangga dan pandangannya teralihkan pada Inem sosok ART-nya.


"Mbok? Kapan kesini?" Sapa Fami.


"Baru saja tuan!" Jawab mbok Inem.


"Ohh...".


"Tuan dari mana saja? Baru kelihatan!" Serunya.


"Tadi saya abis di ruang kerja mbok ada sedikit pekerjaan!" Jawab Fami.


"Oh begitu...Yasudah mbok langsung kerja ya! Permisi tuan,non!" Pamitnya meminta izin.


"Iya silahkan..." Jawab Fami mempersilahkan.


Saskia memperhatikan obrolah Fami dan mbok Inem yang keliatannya sudah sangat akrab sekali.


"Kamu ngapain bengong disitu?" Tanya Fami.


"Sejak kapan Bapak punya ART?" Tanya Saskia bingung.


"Oh itu...Sudah sejak lama...Mbok Inem itu sebenarnya mau kesini saat hari pertama kita pindah.Hanya saja anaknya sakit jadi ia baru bisa datang kesini hari ini!" Jelas Fami.


"Oh...".


Fami berlalu ke ruang Tv dan Saskia pun mengikutinya.

__ADS_1


"Pak Fami?" Panggil Saskia.


"Hmm..." Jawabnya.


Saskia mengurungkan niatnya untuk berbicara dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


"Ada apa?" Tanya Fami menengok ke arah Saskia.


"Nggak ada...." Jawab Saskia beranjak dari sofa yang duduki.


Dengan segera Fami menahan Saskia dengan memegang pergelangan tangan Saskia.


"Duduk!" Perintahnya.


Saskia segera duduk kembali karena tak ingin mencari masalah dengan tak menuruti perintah Fami.


"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Fami fokus memandangi wajah Saskia.


"Nggak ada..." Jawab Saskia gerogi dengan memalingkan wajahnya ke arah dapur.


Fami mengernyitkan keningnya merasa heran dengan sikap Saskia.


"Oh iya saya denger minggu depan kamu udah mulai magang ya?" Tanya Fami mencari topik obrolan.


"Iya...".


"Kamu udah ada rencana untuk tempat magang nanti dimana?" Tanya Fami lagi.


"Kayanya sih aku magang di kantor Papa aja biar gampang!" Jawab Saskia.


"Iya,kenapa emangnya?" Saskia balik bertanya.


"Saran saya sih lebih baik kamu magang di kantor Ayah aja! Soalnya nanti kalau kamu magang di kantor Papa pasti pihak kampus mengira kamu mendapat pengalaman dan keterangan kelakuan baik dalam bekerja karena mereka berfikir bahwa kamu dapatkan itu semua dengan mudah atas bantuan Papa kamu sebab perusahaan itu milik Papa kamu!" Seru Fami menyarankan.


"Sedangkan jika kamu magang di kantor Ayah otomatis gak ada yang tahu kalau perusahaan itu milik mertua kamu! Jadi ketika kamu mendapatkan penilaian pengalaman prilaku baik dalam bekerja atas usaha kamu sendiri tanpa bantuan orang lain!" Lanjutnya.


"Hmm...Perfect Idea!" Seru Saskia antusias.


"Gimana?".


"Aku mau sih magang di kantor ayah tapi aku malu!" Seru Saskia tak semangat.


"Masalah itu kamu tenang aja! Biar nanti saya yang urus..." Jawabnya.


"Oke...".


Saskia memalingkan wajahnya ke arah dapur memperhatikan mbok Inem yang sedang memasak.


"Kenapa kamu tadi pagi gak minum obat?" Tanya Fami tiba-tiba.


Saskia tercengang mendengar pertanyaan Fami.


"Hmm...Tadi aku lupa!" Jawab Saskia berbohong.


"Kamu gak usah bohong! Kamu sengaja kan gak minum obat! Itu cuma alesan kamu aja pura-pura lupa!" Tegas Fami.

__ADS_1


"Udah kaya paranormal aja tahu segalanya!" Gumam Saskia pelan.


"Saya memang bukan paranormal! Tapi saya tahu rutinitas kamu karena kita tinggal seatap!" Serunya.


"Iya-iya aku sengaja gak minum obat! Aku males minum obat! Kalau Pak Fami mau sana minum obatnya!" Gerutu Saskia.


Fami tertegun mendengar gerutuan Saskia.Kini ia sedang berfikir bagaimana caranya membujuk Saskia agar ia mau minum obat.


Akhirnya ia menemukan sebuah ide dan mulai mencoba ide tersebut.


"Kamu harus minum obatnya supaya kamu sembuh betul dan penyakit kamu gak kambuh lagi!" Bujuk Fami namun Saskia tak menghiraukannya.


"Oke kalau kamu masih gak mau juga saya terpaksa deh telpon Papa terus bilang kamu sakit dan gak mau minum obat!" Ancam Fami.


Saskia tercengang mendengar ancaman Fami yang akan memberitahu Papanya.Akhirnya ia pun terpaksa menuruti perintah Fami untuk minum obat.


Fami menggiring Saskia menuju kamar untuk memastikan Saskia benar-benar meminum obatnya dan tak membohonginya.


Fami membukakan obat Saskia satu persatu dan menyerahkannya pada Saskia.


Saskia segera meminum obat tersebut dengan terpaksa.


"Sekarang kamu istirahat!" Perintah Fami.


Saskia pun nurut karena tak ingin mencari gara-gara dengan Fami.


Fami keluar dari kamar agar Saskia bisa leluasa untuk tidur.


**


Waktu menunjukkan pukul 15.00


Saskia sudah tidur hampir 1 jam lebih.


Fami baru saja keluar dari kamar mandi.Ia menatap lekat wajah Saskia yang masih terlelap dengan tidurnya.


Ia kini mendekati Saskia dan duduk di samping ranjang dekat Saskia.Ia mengelus-ngelus lembut pipi tirus Saskia.


"Kamu itu sebenernya Cantik tapi sayang GALAK!" Gumam Fami pelan sembari tersenyum.


Apa dia bilang? Aku GALAK? Orang sebaik dan seramah aku dibilang Galak! Bener-bener kurang ajar! Gerutu Saskia dalam hati.


Saskia kaget mendengar perkataan Fami.Padahal kini ia telah bangun tapi ia memejamkan matanya kembali saat mengetahui Fami keluar dari kamar mandi.


Yang ia takuti Fami keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sepinggang saja.Makanya ia pura-pura masih tertidur.


Fami kemudian memcium kening Saskia kemudian tersenyum sumringah setelah mengatai Saskia galak dan berlalu keluar dari kamar.


"Dia tadi cium aku? Aku gak lagi mimpikan?" Saskia bertanya-tanya.


Kemudian ia mencubit salah satu lengannya untuk mengecek.


"Aww...Sakit!" Pekiknya,"Berarti tadi nyata! Dia cium aku! Wahh gak bener nih!" Gerutu Saskia.


Kemudian ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Hayyy-hayyy Readers quhhh😙Segini dulu ya! Pantengin terus! Jangan lupa dukungannya dengan cara Like,Coment,Tip and Vote😍Thankyou😙And see you next episod🙋Good Byeee🙋😉


__ADS_2