Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 37


__ADS_3

Malam ini Bastian ingin melupakan sejenak tentang masalah yang akan dia hadapi kedepannya, dan juga Bastian ingin menghibur Raisa. Karena itu malam ini Bastian membawa Raisa pergi ke sebuah festival.


"Untuk apa kamu membawa aku kesini?" tanya Raisa pada Bastian, begitu mereka tiba di sebuah festival.


"Memangnya kamu belum pernah pergi ke festival?" tanya Bastian pada Raisa.


Raisa menggelengkan kepala. Dia memang belum pernah pergi kesana.


Bastian tersenyum simpul, kemudian dia menggenggam tangan Raisa. "Jangan lepaskan tanganku jika kamu tidak ingin hilang."


Raisa berdecak. "Memangnya aku anak kecil?"


Bastian terkekeh, walaupun dia sedang sedih tapi dia tidak ingin terlihat sedih di depan Raisa. Pria itu ingin selalu terlihat ceria. "Tapi lihatlah disini banyak orang, karena itu mengapa kita harus berpegangan tangan."


Raisa pasrah saja membiarkan Bastian menggenggam tangannya, malahan dia merasakan kenyamanan setiap kali bersama Bastian.

__ADS_1


Festival malam ini tampak sangat ramai dan meriah.


Raisa memperhatikan kerumunan orang-orang disana yang tampak antusias, tertawa bersama sambil melihat toko ataupun permainan. Dan ada juga sepasang kekasih yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan.


Bastian membawa Raisa ke sebuah konser band, disana banyak sekali pengunjung yang menikmati alunan musik dan lagu yang dinyanyikan oleh sang vokalis.


Kebetulan lagu yang dinyanyikan adalah sebuah lagu melow, sehingga Raisa sangat menikmati lagu tersebut, membuatnya sedikit tenang.


Setelah itu, Bastian membawa Raisa ke sebuah atraksi badut, Bastian ingin menghibur Raisa. Bastian ingin membuat Raisa tertawa.


Raisa tertawa kecil melihat tingkah lucu badut diatas panggung.


Bastian ikut tertawa sambil memperhatikan Raisa yang sedang tertawa, akhirnya dia bisa menghibur Raisa.


Badut tersebut menunjukkan sebuah topinya yang kosong pada semua penonton, begitu dia menutup topi tersebut dengan tangan, tiba-tiba di dalam topi tersebut terdapat sekuntum bunga mawar berwarna merah.

__ADS_1


Badut tersebut berjalan ke arah Raisa, dia berkata. "Teruntuk penonton yang paling cantik di kota ini."


Semua orang bertepuk tangan dengan sangat meriah.


Badut tersebut sedikit membungkuk hormat pada Bastian, tanpa Raisa ketahui, bahwa Bastian lah yang telah membuat festival ini untuk menghibur Raisa, dan mengundang masyarakat di sekitar sana. Tentu saja memakan biaya yang cukup mahal.


Kemudian setelah itu Bastian membawa Raisa ke permainan menembak.


"Aku tidak bisa menembak." Raisa sama sekali tidak pernah memegang pistol, walaupun itu sekedar pistol mainan.


Bastian tersenyum. "Biar aku ajarkan."


Bastian memang dari dulu dilatih keras oleh Tuan Athar agar bisa mengusai berbagai jenis senjata dan termasuk ilmu bela diri, agar bisa melindungi dirinya sendiri, karena dia adalah pewaris satu-satunya William Group.


Seorang pangeran yang terpaksa harus menyembunyikan identitasnya, demi sang istri tercinta, walaupun akhirnya mungkin suatu saat nanti dia akan menunjukkan jati dirinya, siapa sebenarnya dirinya. Karena itu Bastian ingin bisa menikmati kebersamaannya bersama Raisa, karena di masa depan dia tidak akan tahu bagaimana hubungannya nanti jika seandainya masalah keluarga mereka akan mencuat dan juga identitasnya akan terbongkar.

__ADS_1


Walaupun Bastian sangat berharap dia bisa terus bersama Raisa, berharap Raisa bisa mencintai dirinya. Bastian mungkin saja akan membenci keluarga Raisa jika seandainya kecelakaan itu disengaja, tapi dia tidak akan mungkin membenci Raisa, karena Raisa tidak tahu apa-apa masalah kejadian 14 tahun yang lalu.


__ADS_2