Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 52


__ADS_3

Di waktu yang bersamaan, Tristan sedang menikmati alunan musik DJ dan lampu diskotik yang berkerlap kerlip seorang diri, setelah tadi siang dia bercinta dengan selingkuhannya, tepatnya wanita itu adalah lawan mainnya saat dia dan wanita itu main film bersama, sebenarnya mereka tidak memiliki hubungan apapun, hanya saja jika mereka sama-sama ingin melakukannya, mereka bertemu untuk sekedar melepaskan hasrat. Tristan sudah memiliki kekasih, dia tak pernah memiliki komitmen hubungan dengan wanita manapun selain Raisa, dia hanya ingin bersenang-senang saja dengan wanita yang berbeda, sementara Raisa tetaplah wanita satu-satunya yang menjadi kekasihnya dan bertahta di dalam hatinya.


Mata Tristan kini tertuju kepada seorang wanita cantik dan seksi yang sedang menikmati segelas wine, Tristan tersenyum kecut, dia segera berjalan ke arahnya dan duduk di samping wanita tersebut, ternyata wanita itu adalah Berliana, calon tunangannya Bastian.


"Hai cantik, siapa namamu?" tanya Tristan dengan tatapannya yang menggoda.


Berliana tersenyum pada aktor terkenal itu, "Namaku Berliana, apakah menurutmu aku ini sangat cantik?"


"Tentu saja kamu sangat cantik." Walaupun tetap saja bagi Tristan tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan kekasihnya.


"Tapi aneh sekali, mengapa calon tunangan aku tidak tertarik padaku." Berliana masih ingat ketika dia sedang mencoba untuk mendekati Bastian ketika Bastian sendirian di ruangan tempat dia di rawat, Bastian meminta maaf bahwa dia tidak bisa melanjutkan perjodohan mereka, dan dia akan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara pada kakeknya.


Bastian juga meminta Berliana untuk berbicara pada orang tuanya bahwa perjodohan mereka lebih baik dibatalkan saja.

__ADS_1


Tapi walaupun begitu, Berliana tidak akan mau menyerah, dia telah jatuh hati pada Bastian, siapa yang tidak tergila-gila pada seorang pria setampan dan sekaya Edgar Bastian William.


Walaupun selama di Australia, dia sempat berpacaran dengan beberapa pria, wajar saja karena selama ini disana dia sangat kesepian, apalagi Bastian tidak pernah menghubunginya, ataupun menunjukkan ketertarikannya. Walaupun disayangkan gaya pacaran Berliana dan mantan kekasihnya sangatlah bebas, dan dia merasa itu adalah hal yang wajar karena dia sudah lama tinggal di luar negeri, terpengaruh bagaimana budaya kehidupan mereka disana.


Tristan tersenyum nakal, dia memandangi penampilan Berliana yang begitu seksi. "Itu artinya calon tunangan kamu sangatlah bodoh, aku yang seorang aktor terkenal saja sangat terpesona dengan kecantikan kamu." Tristan mulai mengeluarkan jurus mautnya.


Berliana tersenyum lebar mendengar pujian dari Tristan. "Aku yakin pasti kamu memiliki maksud tertentu mendekati aku?"


Tristan terkekeh, dia merasa tercyduk oleh Berliana karena tau maksud dan tujuannya mendekati wanita yang baru dia kenali itu. "Bagaimana kalau malam ini kita bersenang-senang untuk membuang rasa kesal kamu itu?"


Dan akhirnya malam itu pun Berliana dan Tristan menghabiskan malam bersama di dalam kamar hotel yang telah mereka sewa.


"Ahh... lebih cepat lagi girl." Tristan membantu Berliana yang sedang berpacu kuda diatas pinggulnya.

__ADS_1


Berliana semakin mempercepat gerakannya, dia mendes-ah ketika Tristan menyambar buah dadanya.


"Jika kamu ingin membuat calon tunanganmu takluk padamu, kamu tinggal melakukan hal seperti ini dengannya." Tristan sama sekali tidak tahu bahwa pria yang dibicarakan oleh Berliana adalah suami dari kekasihnya, karena peraturan dalam one night stand adalah tidak bertanya apapun tentang privasi mereka.


Berliana terkekeh, "Ide yang bagus, sayangnya aku tidak tahu dimana dia tinggal, bahkan kakeknya pun tidak dia beritahu. Mungkin aku harus membiarkan dia datang ke apartemenku."


Tristan sangat merasa ketagihan dengan permainan liarnya Berliana. "Bagaimana kalau kapan-kapan kita bertemu lagi?" Bertemu hanya untuk bercinta maksudnya.


Berliana hanya tersenyum sambil menganggukan kepala, pertanda bahwa dia setuju dengan ajakan Tristan.


Tristan membalikkan posisi, sehingga kini Berliana yang berada dibawahnya, Tristan menggerakkan pinggulnya dengan cepat karena akan segera mencapai pelepasannya.


"Ahh... jangan di dalam, Tristan."

__ADS_1


Tristan segera mencabut batangnya, mengeluarkannya di luar, karena Berliana tidak ingin hamil anak siapapun, dia hanya ingin memiliki anak dari Bastian, pria yang dia cintai.


Bagi Tristan maupun Berliana, bercinta itu bisa dilakukan dengan siapa saja, karena hasrat tidak membutuhkan cinta. Beda lagi dengan hati mereka, Tristan memang sangat mencintai Raisa, dan Berliana sangat mencintai Bastian.


__ADS_2