Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 39


__ADS_3

Besoknya, di ruang kerja, Bastian sedang sibuk memikirkan analisanya mengenai kecelakaan yang terjadi 14 tahun yang lalu, yang telah menewaskan orang tuanya Bastian dan juga ibunya Raisa.


Bastian mengetuk-ngetukan jari telunjuknya pada meja kebesarannya sambil memikirkan langkah apa yang harus dia ambil suatu saat nanti.


Mengungkapkan kejadian kecelakaan 14 tahun yang lalu pasti bukanlah perkara yang mudah, karena waktu telah berlalu dengan waktu yang sangat lama, bisa saja tidak ada bukti sama sekali yang bisa menguatkan apakah ibunya Raisa benar-benar bersalah atau tidak terhadap kecelakaan tersebut.


Tok...


Tok...


Tok...


Terdengar suara ketukan pintu, Bastian segera menyuruh seseorang yang mengetuk pintu tersebut untuk masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"Masuk!"


Zicko pun masuk dalam, dia memberikan informasi mengenai dia yang telah menyewa seorang detektif hari ini.


"Saya sudah menyewa seorang Detektif, namanya Detektif Al, dia sudah sangat berpengalaman dan seorang detektif yang hebat, Tuan. Bahkan dia telah bisa menyelesaikan kasus pembunuhan berencana yang terjadi 8 tahun yang lalu yang telah dilakukan oleh ibu tirinya Tuan Daniel terhadap ibu kandungnya."


"Maksudmu Daniel Gilbert dari DG Group?"


"Iya, Tuan. Bukan hanya itu, dia juga bisa mengungkapkan kasus pembunuhan berencana yang terjadi 9 tahun yang lalu, padahal dulu kasusnya dinyatakan kecelakaan tunggal, tapi ternyata ada seseorang yang sengaja merusak sebuah mobil yang mengakibatkan kecelakaan sehingga menyebabkan meninggalnya saudari Mitha, itu adalah kasusnya Tuan Galvin dari TVC Media."


"Iya, Tuan. Detektif Al sudah bisa menyelesaikan kasus besar itu, walaupun mungkin kasus yang sekarang ini terlalu lama, kejadiannya 14 tahun yang lalu, tapi saya harap Detektif Al bisa menanganinya dengan baik, walaupun mungkin tidak akan bisa menyelesaikannya dengan sangat cepat."


Bastian menganggukkan kepala. "Ya, tidak apa-apa, yang penting sekarang kasus itu sudah ada yang menangani, aku harap kinerja Detektif Al tidak mengecewakan."

__ADS_1


"Saya jamin tidak, Tuan." Zicko merasa yakin dengan Detektif handal tersebut.


Bastian juga berharap demikian, dia harap kasus tersebut bisa dipecahkan, dan mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.


Walaupun Bastian meyakini bahwa kejadian tersebut terjadi karena ada masalah dengan mobilnya Bu Alda. Namun, walaupun begitu, tetap saja harus ada bukti yang nyata mengenai dugaannya itu.


"Lalu bagaimana dengan keterangan polisi pada 14 tahun yang lalu?" tanya Bastian pada Zicko.


Zicko memberikan satu berkas pada Bastian mengenai keterangan polisi pada kejadian 14 tahun yang lalu, Bastian membacanya dengan teliti.


Secara garis besar dari keterangan polisi tersebut menyebutkan bahwa kecelakaan yang terjadi pada 14 tahun yang lalu itu dikategorikan pada kecelakaan lalu lintas biasa, kedua mobil tersebut dalam keadaan sama-sama ngebut sehingga terjadi tabrakan, dan tidak ada keterangan bahwa mobilnya Bu Alda itu mengalami kerusakan.


Mungkin karena itulah Tuan Athar sangat marah, karena sudah jelas mobil yang dikendarai orang tuanya Bastian mengalami penyok pada bagian samping kiri, sehingga mengira kecelakaan itu terjadi karena mobilnya Bu Alda menabrak mobilnya orang tua Bastian yang sedang melaju. Namun, tak ada yang mendengar protes darinya.

__ADS_1


Bastian menghela nafas membaca keterangan polisi pada kejadian 14 tahun yang lalu itu, dia merasa yakin, bahwa kecelakaan itu telah direncanakan, dan juga mungkin keterangan polisi telah di manipulasi.


__ADS_2