Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 49


__ADS_3

Bastian, suami bayarannya yang selama ini membuatnya selalu nyaman, sehingga Raisa merasa ketergantungan padanya, ternyata dia adalah sosok pria yang sangat misterius.


Raisa sangat tahu hanya seorang Edgar Bastian William yang mampu menghancurkan Montana dalam sekejap, karena dia memiliki banyak uang dan kekuasaan untuk melakukannya.


Sehingga Raisa dilanda kebingungan, apakah mungkin Edgar datang ke dalam kehidupannya itu secara disengaja agar menjadi suami bayarannya Raisa lalu memperkenalkan diri sebagai Bastian karena ingin mendekati Raisa untuk balas dendam?


Tapi mengapa Bastian rela terluka demi menolongnya? Apa karena cinta? Rasanya tidak mungkin, tidak mungkin pria itu mencintainya.


"Sebenarnya apa yang kamu rencanakan pada keluargaku, Edgar?" Padahal Raisa selalu membelanya ketika Tuan Louis selalu menghina suami bayarannya itu.


Raisa belum bisa memahami apa tujuan Bastian menyembunyikan identitasnya selama ini. Karena itu dia harus mengikuti permainan pria itu.


"Kami pikir hanya kamu yang bisa mempermainkan aku? Aku juga bisa bermain denganmu!"


...****************...


Malam ini Bastian sudah diperbolehkan untuk pulang, tentu saja Bastian sangat senang, karena akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan Raisa, wanita yang sangat dia cintai itu.


Bastian seolah-olah diberikan kejutan oleh Raisa, karena tiba-tiba Raisa bersikap manis padanya, dia menyambut kedatangan Bastian dengan begitu manis, sampai memasak untuknya.


"Bastian, akhirnya kami pulang. Pasti capek ya harus mengantarkan bos kamu ke luar kota." ucap Raisa sambil tersenyum manis.


Bastian merasa heran, tumben sekali Raisa bersikap manis padanya, apa gadis itu sedang kesambet kuntilanak manis atau apa.

__ADS_1


"Emm... iya, tentu saja sangat capek."


"Selama satu minggu ini aku belajar memasak, aku masak lho buat kamu." Raisa berkata begitu dengan begitu ceria, sebuah sikap yang tak pernah Raisa tunjukan sebelumnya pada Bastian.


"Kamu masak?" Bastian sama sekali tidak menyangka Raisa akan memasak untuknya.


"Heueum." Raisa menganggukkan kepala, kemudian dia pergi ke ruang makan dengan diikuti oleh Bastian.


Bastian menatap dengan takjub, bagaimana bisa seorang Raisa memasak untuknya?


"Ayo makan." Raisa duduk di ruang makan, kemudian Bastian pun duduk disamping Raisa.


Bastian mencoba mencicipi masakan Raisa, seketika dia merasakan mual, masakan Raisa adalah masakan teraneh di sepanjang umur Bastian, tapi walaupun begitu dia harus menghargai Raisa yang belajar memasak untuknya.


"E-enak, sangat enak, Raisa." Bastian berpura-pura menikmati masakan Raisa, dia tidak ingin membuat Raisa sedih.


Sampai kapan kamu akan terus menyembunyikan jati diri kamu, Tuan Edgar yang terhormat? Dan terus berpura-pura bersikap manis padaku?_ karena Raisa pikir sifat aslinya seorang Edgar Bastian William adalah seorang pria yang angkuh.


Setelah selesai makan malam, Bastian pergi ke kamarnya, dia merasa lega karena dia begitu kuat memakan semua masakan Raisa tanpa mengeluarkannya lagi.


Bastian rebahan di atas kasur, dia masih tak paham mengapa Raisa tiba-tiba berubah sikap padanya?


"Mengapa dia tiba-tiba berubah menjadi semanis itu?" Bastian mengatakannya sambil tersenyum, walaupun rasanya ada yang aneh, sikap Raisa tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


Bastian mendengar ada suara seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, siapa lagi kalau bukan Raisa.


Bastian segera bangkit, kemudian dia berjalan ke arah pintu kamar, membuka pintu kamar tersebut, dia melihat Raisa yang sudah memakai piyama tidurnya sambil tersenyum manis.


"Ra-Raisa? Kenapa kamu datang kesini?"


Raisa langsung masuk begitu saja ke dalam kamar, dia duduk di pinggiran kasur. "Kita sudah lama menikah, kenapa kita tidak mencoba tidur bersama saja?"


Bastian membelalakan mata, pria mana yang tak senang jika harus tidur bersama wanita yang dia cintainya. Tapi masalahnya, dia takut Raisa melihat bekas luka di bahu dan perutnya. Identitasnya tidak boleh terbongkar.


Justru itulah alasan Raisa berani menggoda Bastian, karena dia tahu Bastian tidak akan berani macam-macam padanya, dia yakin Bastian tidak mungkin membiarkan identitasnya terbongkar.


"Bukannya kita sudah sepakat tidak akan tidur bersama?"


Raisa tertawa kecil. "Baiklah, aku akan membayar denda karena malam ini aku ingin tidur di kamarmu, bagaimana?"


Bastian memandangi Raisa, piyama yang digunakan Raisa malam ini terlihat begitu seksi, membuat dia menelan saliva dengan bersusah payah. Dia tidak yakin apa dia bisa tahan untuk tidak menyentuh Raisa malam ini.

__ADS_1


Raisa tertawa di dalam hatinya_ Kita lihat saja Edgar, siapa yang kalah dalam permainan ini. Aku Raisa Montana, bukanlah wanita yang bisa kamu bodohi dengan begitu mudah.


__ADS_2