Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 63


__ADS_3

Padahal Bastian sudah menyuruh dua orang bodyguard untuk mengikuti Raisa, tapi hatinya masih tidak tenang, terus saja memikirkan Raisa.


"Nona Raisa sedang pergi ke Mansion Montana, Tuan." lapor salah satu bodyguardnya Bastian lewat sebuah panggilan telepon.


"Tolong ikuti terus kemanapun Raisa pergi." Titah Bastian sambil menyetir mobil.


"Baik, Tuan."


Saat ini Bastian sedang ada dalam perjalanan menuju Mansion William, karena Tuan Athar tiba-tiba saja menyuruh Bastian untuk datang kesana, padahal hati Bastian saat ini tidak menentu, tapi dia harus bertemu dengan kakeknya setelah Tuan Athar mengatakan ada hal penting yang harus dia sampaikan.


Bastian nampak kaget saat melihat ada Berliana dan keluarganya disana. Ternyata Tuan Athar sengaja ingin mengadakan makan malam bersama keluarga Berliana untuk membahas masalah pernikahan.


"Kenapa kakek menyuruh aku datang kesini?" tanya Bastian pada sang kakek, dia terpaksa bergabung dalam acara makan malam itu.


"Kakek dan Om Fadli sudah sepakat untuk langsung menikahkan kalian saja, soalnya Berliana ingin segera menjadi istrimu, Edgar." jawab Tuan Athar, kemudian dia terkekeh. "Kamu sangat beruntung, Edgar. Sepertinya kamu sangat dicintai begitu besar oleh Berliana."


Berlian tersipu malu. "Ah kakek bisa aja."

__ADS_1


Bastian menghela nafas, padahal dia sudah menyuruh Berliana untuk mundur dalam acara perjodohan mereka, tapi wanita itu masih saja mengejarnya.


"Iya, kami ingin segera memiliki seorang cucu dari Edgar dan Berliana." kini giliran Om Fadli yang bicara.


Bastian memilih untuk berkata jujur pada mereka bahwa dia menolak untuk dijodohkan. "Aku minta maaf, aku tidak bisa menikah dengan Berliana."


Perkataan Bastian membuat semua orang yang ada disana sangat kecewa.


"Edgar, bicara apa kamu ini?" Tuan Athar terlihat sangat marah sekali.


Berliana tak terima Bastian menolak perjodohan dengannya. "Tapi aku sangat mencintaimu, Edgar. Kamu tega mengakhirnya begitu saja, padahal Aku rela menunggumu selama bertahun-tahun?"


Om Fadli dah Tante Sinta terlihat sangat kecewa sekali, membuat Tuan Athar tak enak hati kepada mereka. "Maafkan atas kelancangan cucuku, mungkin dia sedang ada dalam masalah besar, sehingga dia tak bisa berpikir jernih, biar nanti saya bicarakan baik-baik dengan Edgar."


"Baiklah Tuan Athar, kalau begitu lebih baik kami akhiri acara makan malam ini. Saya harap Edgar dan Berliana segera menikah minggu depan. Putri saya sangat mencintai cucu anda."


...****************...

__ADS_1


Setelah Berliana dan keluarganya pergi, Tuan Athar terlihat murka pada cucunya itu.


"Kenapa kamu ingin membatalkan perjodohan dengan Berliana, Edgar?"


"Dari dulu aku tidak pernah bilang mau dijodohkan dengannya, aku hanya berusaha untuk menghormati kakek." jawab Bastian.


"Tapi Berliana adalah satu-satunya wanita yang cocok bersanding denganmu, kakek ingin kamu segera berkeluarga, Edgar."


"Aku gak mencintainya, Kek. Dan aku tidak ingin menikah dengannya."


"Sudah kakek katakan masalah cinta itu gak penting, Edgar. Setelah kamu membina rumah tangga bersama Berliana, nanti juga kamu akan mencintainya."


"Apakah kakek yakin dia wanita yang baik untuk aku? Bukan karena dia terlahir dari keluarga bangsawan dan memiliki perusahaan raksasa di negeri ini sehingga kakek bisa menilainya dia wanita yang baik." Bastian memang belum sempat menyelidiki apapun tentang Berliana karena menurutnya wanita itu tak penting untuknya.


"Lalu wanita seperti apa yang kamu cari, Edgar? Padahal Berliana sudah jelas sekali dia berasal dari keluarga baik-baik."


Bastian menghirup nafas panjang sebelum dia berkata jujur, yang mungkin akan membuat kakeknya terkejut. "Maafkan aku jika seandainya kejujuranku ini akan mengejutkan kakek. Sebenarnya aku sudah menikah, Raisa Montana adalah istriku. Dan aku sangat mencintainya."

__ADS_1


__ADS_2