Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 60


__ADS_3

Diwaktu yang bersamaan, saat ini Amar datang ke markas sekelompok gangster, dia ingin bertemu dengan Jack, pembunuh bayaran yang telah dia sewa untuk membunuh Raisa, namun aksinya gagal karena Raisa telah diselamatkan oleh seseorang satu minggu yang lalu.


Amar ingin tahu bagaimana ciri-ciri pria yang telah menolong Raisa, karena itu dia harus bertanya pada Jack.


"Ada apa Tuan malam-malam begini datang kemari?" tanya Jack, saat ini dia dan Amar sedang berbicara berdua di sebuah kursi tua.


"Saya hanya ingin bertanya sesuatu padamu, bagaimana ciri-ciri pria yang telah menyelamatkan Raisa waktu itu?" tanya Amar dengan sorot matanya yang tajam.


Jack berpikir sejenak, dia mencoba mengingat bagaimana sosok Edgar, pria yang telah membuat usahanya gagal dalam membunuh Raisa. "Orangnya tinggi, mungkin tingginya sekitar kurang lebih 187 cm. Dia berkumis, memakai kaca mata, dan berkulit kuning."


Amar terdiam, mengapa ciri-cirinya mirip sekali dengan sosok Edgar. Kemudian Amar menujukan foto Edgar pada Jack. "Apakah dia orangnya?"


Jack langsung berseru. "Nah iya betul, dia orangnya, Tuan."

__ADS_1


Amar tidak mengerti mengapa seorang Edgar sangat peduli sekali pada Raisa, sampai rela terluka demi Raisa, kemudian dia mendengus kesal. "Hanya melawan satu orang saja kalian tidak becus heuh?"


"Dia bukanlah lawan yang mudah, Tuan. Jika Tuan ingin rencana Tuan berhasil, saya akan mengerahkan semua anggota saya, asalkan Tuan harus membayar kami 20 miliyar."


"Dua puluh miliyar? Apa kamu gila?" Dari mana Amar bisa mendapatkan uang sebanyak itu, bahkan untuk bayaran yang waktu itu saja Amar harus pinjam pada istrinya.


"Ya sudah kalau Tuan tidak mau, buat saya tidak masalah."


Amar terpaksa harus pinjam lagi pada istrinya, setelah dia pulang ke Mansion Montana. Amar dan istrinya memang masih tinggal satu atap dengan orang tuanya Amar.


"Ini kan demi masa depan kita juga, sayang. Agar Montana jatuh ke tangan aku, kita harus membunuh Raisa. Ternyata Edgar selama ini dia diam-diam selalu melindungi Raisa, dia yang menyelamatkan Raisa waktu itu."


Mika merasa aneh dengan perkataan suami yang menjelaskan tentang Edgar yang selalu melindungi Raisa. "Lho kok aneh, mengapa Edgar yang harus selalu melindungi Raisa? Mengapa bukan suaminya?"

__ADS_1


Amar pun tak paham, mengapa Edgar selalu melindungi Raisa. Dia memejamkan matanya untuk berpikir jernih. "Sebenarnya setelah aku pikir-pikir mengapa diantara Edgar dan Bastian itu ada kemiripan?"


Kemudian Amar tertawa renyah. "Tapi kayaknya gak mungkin si gembel itu adalah Edgar?"


"Coba aku lihat foto mereka berdua?" pinta Mika kepada Amar.


Mika memang hanya sekali melihat suami dari adik iparnya itu, sehingga dia tidak begitu mengingat wajah Bastian yang menurutnya tidak penting itu.


Amar memperlihatkan foto Bastian dan Edgar di laptopnya, dalam posisi foto kedua pria itu bersampingan.


Kemudian Mika mencoba mengedit foto Bastian di laptop, memakaikan kumis palsu pada bibir atasnya, lalu memakaikan kaca mata putih pada matanya.


"Ternyata mereka orang yang sama, mas."

__ADS_1


Bertapa terkejutnya Amar ketika melihat sebuah fakta yang sangat mengejutkan, ternyata Bastian adalah Edgar, pria yang sering dia hina gembel itu adalah seorang pewaris dari William Group.


"Oh shittt, mati aku!" Amar merasa telah berurusan dengan orang yang salah dan bukan tandingannya.


__ADS_2