Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 68


__ADS_3

Sementara itu di dalam apartemen milik Berliana, terlihat dua insan yang sedang memadu kasih di atas ranjang. Dari semalaman mereka belum puas melakukannya, mungkin karena milik Berliana rasanya nagih, gratis pula, pria mana yang tak bisa menolaknya, apalagi Berliana begitu lincah diatas ranjang.


"Ahh... ahh lebih cepat lagi Tristan." Berliana meminta Tristan untuk mempercepat gerakannya.


Dengan semangat Tristan menghantam Berliana lebih cepat lagi dan semakin dalam, saat hampir mencapai kli-maks, dia segera mencabut senjatanya, menyemburkannya ke perut Berliana, Tristan tidak ingin menyemburkan be-nihnya pada siapapun, dia hanya ingin memiliki anak dari Raisa, walaupun dia belum pernah melakukannya pada Raisa, karena Raisa terlalu spesial, dan dia tahu karakter Raisa seperti apa, kekasihnya itu sangat menjungjung tinggi harga dirinya.


Tentu saja Tristan sangat beruntung memiliki kekasih seperti Raisa, dia sangat cantik, kaya raya, dan juga bukan wanita murahan. Hanya Raisa yang Tristan ingin nikahi suatu hari nanti setelah Raisa menjadi pemimpin Montana.


Tristan tersenyum menatap Berliana yang masih berada dibawahnya, nafasnya terengah-engah setelah merasakan kenikmatan bercinta dengan wanita itu, kemudian dia menyambar buah dada Berliana yang ukurannya sangat besar.


"Bagaimana? Apa kamu sudah berhasil menggoda pria yang dijodohkan denganmu itu?" tanya Tristan, sedangkan tangannya tak bisa diam mere-mas-rem-mas buah dada Berliana.


"Belum, dia tak pernah merespon aku, dia sangat jual mahal sekali." Berliana yakin permainan Bastian pasti akan lebih hot dari Tristan, secara tubuh Bastian sangat kekar sekali, wanita manapun pasti akan tergila-gila padanya.


"Seharusnya kamu berusaha lebih keras lagi."

__ADS_1


"Mungkin kami akan melakukannya nanti saat malam pertama, karena kami akan segera menikah minggu depan."


"Itu artinya kita tidak akan bermain lagi?"


Berliana berpikir sejenak, dia menekan kepala Tristan yang sedang dia susui. "Tentu saja kita masih bisa bermain, kita bisa atur jadwal pertemuan kita."


Mulut Tristan melepaskan buah dada Berliana, dia tersenyum lebar. "Aku sangat suka gayamu."


Kemudian Tristan segera bangkit, dia meraih semua pakaian yang berserakan di lantai, lalu memakainya. "Aku harus pergi."


Berliana hanya menganggukkan kepala, dia memilih untuk beristirahat sambil tiduran karena tubuhnya sangat kelelahan sekali meladeni Tristan.


Saat dia berjalan menuju lift, tiba-tiba ada seseorang menubruknya. Ternyata dia adalah Detektif Al, dia sengaja menubruk tubuh Tristan sambil membawa minuman coklat, sehingga minuman itu tumpah ke kemeja yang Tristan kenakan.


Tristan sangat marah sekali, karena kemejanya basah dan banyak noda coklat. "Kamu kalau jalan pakai mata dong."

__ADS_1


Detektif Al berpura-pura cuek, dia berjalan begitu saja tanpa meminta maaf pada Tristan, membuat Tristan sangat emosi.


Tristan tidak tahu bahwa Detektif Al membawa ponselnya seperti seorang pencuri, lalu dia masukan ke dalam saku celananya setelah menekan beberapa kode hack dengan cepat.


"Hei, kamu gak tau siapa aku ya? Jangan bersikap kurang ajar kalau gak mau diviralkan!" ancam Tristan.


"Memangnya mas siapa ya? Dari matanya saya sepertinya kenal mas, pasti mas tukang kebun tetangga saya ya?" Detektif Al berkata dengan pura-pura polos.


Tristan semakin geram, dia terpaksa harus melepaskan maskernya agar Detektif Al menjadi sungkan pada aktor terkenal itu. "Kamu yakin tidak mengenal siapa aku?" tanya Tristan dengan sombongnya.


Detektif Al pura-pura terkejut, dia meminta maaf pada Tristan, lalu memeluknya sambil menyimpan ponselnya kembali ke saku jaket Tristan. "Astaga, ternyata kamu Tristan, aktor terkenal itu? Aku minta maaf, aku gak sengaja menabrak Mas." Padahal dalam hati dia tertawa jahat_ Kena kau.


Tristan sangat tidak terima dipeluk oleh Detektif Al, dia mendorong tubuhnya tanpa berkata apapun. Dengan sombongnya kini giliran Tristan yang bersikap angkuh, dia juga tak ingin merespon permohonan maaf dari Detektif Al. Tristan membuang muka, lalu masuk ke dalam lift.


Setelah sampai basement, Tristan terlihat tersenyum lebar ketika mendapatkan pesan dari seseorang yang dia rindukan, siapa lagi kalau bukan Raisa.

__ADS_1


[Aku ingin bertemu denganmu.]


"Oh Raisa, akhirnya kamu tidak tahan juga ingin bertemu denganku."


__ADS_2