Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 57


__ADS_3

Pagi ini tepat pukul 8 lebih 5 menit, Raisa telah tiba di kantor utama Montana, Raisa merasa malu sendiri ketika para karyawan yang satu lift dengannya, memperhatikan plester yang ada di lehernya, itu semua gara-gara Bastian.


Kemudian setelah keluar dar lift, ada salah satu karyawan disana menyuruh Raisa untuk datang ke meeting room.


"Maaf Nona, Tuan Louis menyuruh anda untuk datang ke meeting room."


Raisa pun pergi ke meeting room, ternyata disana ada Bastian, Zicko, Tuan Louis, dan Amar.


Dan tentu saja Bastian sudah merubah penampilannya seperti Edgar.


Raisa walaupun merasa kesal dan kecewa pada Bastian, dia harus bersikap ramah padanya di depan orang lain. "Selamat pagi Tuan Edgar."


Bastian tidak menanggapi sapaan dari Raisa, dia lebih memilih menyeruput kopi hitam yang telah tersedia diatas meja. Sikapnya terlihat dingin.


Lagi-lagi Raisa hanya bisa menghela nafas, pria yang dari dulu sering dia suruh-suruh dan sering dia injak kakinya, kini dia bisa bersikap angkuh di depan orang lain.

__ADS_1


Sebenarnya Amar sangat tidak suka dengan kehadiran Raisa, tapi Tuan Louis harus menyuruh Raisa untuk bergabung kembali dengan Montana karena Edgar bersedia menjadi investor disana, walaupun sebenarnya dia belum memutuskan tentang siapa yang akan meneruskan Montana.


Amar melihat arloji di tangannya. "Lihatlah sekarang sudah jam 8 lebih, dan kamu baru saja sampai? Seharusnya sebagai seorang manager, kamu harus bisa disiplin dengan waktu, Raisa."


Amar ingin menjatuhkan Raisa di depan Edgar, agar menarik ucapannya yang bilang akan menjadi investor di Montana, dengan syarat Raisa yang harus menggantikan posisi Tuan Louis sebagai CEO, setelah Tuan Louis pensiun.


Akan tetapi Bastian malah membelanya, "Semalaman Raisa bergadang dengan saya, kami sedang membahas proyek yang akan kami kerjakan nanti, mungkin karena itu Raisa sangat kelelahan."


Tuan Louis pura-pura terkekeh, dia sama sekali tidak tahu bahwa Raisa dan Edgar telah ketemuan, walaupun hanya membahas soal pekerjaan, tapi dia berharap Edgar sangat tertarik pada putrinya itu. "Ya ampun Raisa, mengapa kamu tidak bilang sama papa kalau kamu ada meeting bersama Tuan Edgar?"


Raisa nampak kikuk, karena semalam dia dan Bastian bukan meeting masalah pekerjaan, tapi meeting mempertemukan antara... sampai Raisa malu sekali untuk membayangkannya.


Tuan Louis memperhatikan plester di leher Raisa, "Leher kamu kenapa Raisa?"


Raisa menjadi salah tingkah mendengar pertanyaan dari papanya. "Emm... oh ini, leher aku di gigit nyamuk, Pa." Raisa berkata sambil melirik Bastian. Dia sangat gemas karena kalau Bastian menjadi Edgar, sikapnya sangat dingin, seolah-olah seperti itulah sikap aslinya seorang Bastian.

__ADS_1


Sementara Zicko hanya menahan tawa, dia tau siapa nyamuk yang dimaksud oleh Raisa.


Tuan Louis menghela nafas, apakah mungkin itu semua ulah menantunya? Dia harap tidak benar, dia tidak sudi memiliki cucu dari darah orang miskin seperti sang menantu.


Kemudian Tuan Louis segera menjelaskan berita penting yang harus Raisa ketahui, "Kamu tau sendiri kan Raisa bahwa Montana telah mengalami kehancuran, papa sudah melaporkannya ke polisi, tapi ternyata pelakunya sulit untuk ditemukan. Dan satu-satunya jalan keluar agar perusahaan kita terus berdiri adalah dengan meminta bantuan pada Tuan Edgar, sekarang ini Tuan Edgar telah memiliki 70 persen saham di Montana."


Raisa terkejut mendengarnya, Raisa semakin yakin bahwa Bastian ingin berbalas dendam pada keluarganya, sehingga dia menghancurkan Montana kemudian menjadi investor disana, apakah Bastian berniat mengambil alih perusahaan?


Bastian, sebenarnya apa yang kamu rencanakan pada keluarga aku dan Montana?_ kata hati Raisa, sambil memandangi Bastian yang dari tadi tidak meliriknya sama sekali.


...****************...


Saat ini Bastian sedang dalam perjalanan menuju kantor utama William Group, Bastian nampak terdiam dari tadi, dia termenung memikir hasil penyelidikan Detektif Al tentang kecelakaan 14 tahun yang lalu.


Zicko yang sedang menyetir mobil, dia sekali-kali melirik Bastian yang sedang terdiam dari tadi.

__ADS_1


"Apakah Tuan yakin dengan keputusan Tuan? Lalu bagaimana kalau Nona Raisa membenci Anda?" Zicko sedang membahas rencana yang akan Bastian lakukan dalam waktu dekat.


Bastian memilih tak menjawab pertanyaan dari Zicko. Zicko memutuskan untuk tak bertanya kembali, dia sangat tahu bagaimana karakter Bastian, walaupun dia selalu terlihat ceria dan sangat baik, namun ketika dia sedang marah, marahnya sangat menakutkan.


__ADS_2