Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 58


__ADS_3

Bastian sedang terdiam di ruangannya, dia masih teringat perkataan Detektif Al yang telah berhasil menyelidiki kasus kecelakaan 14 tahun yang lalu.


Flashback on...


"Saya sudah berhasil menemukan siapa dalang atas kecelakaan 14 yang lalu, Tuan?" ucap Detektif Al.


"Siapa orangnya?" tanya Bastian, pagi hari itu dia langsung pergi ke kantor detektif handal tersebut.


Detektif Al nampak menghela nafas panjang, mungkin karena dia tak habis pikir mengapa ada seorang suami tega merencanakan pembunuhan atas istrinya sendiri. "Louis Montana."


Bastian terperangah mendengarnya, walaupun dia dari awal sudah mencurigai bahwa Tuan Louis adalah dalang dibalik kecelakaan tersebut, tapi dia tak habis pikir, mengapa Tuan Louis bisa melakukannya.


"Montana Group telah dibangun oleh Bu Alda, walaupun saat itu menggunakan uang Bu Alda dan suaminya, karena Tuan Louis kala itu masih belum bisa mengelola uang perusahaan. Sementara Bu Alda, dari saat dia masih muda dia adalah wanita pekerja keras, tahun 2009 adalah dalam masa kejayaannya, seorang wanita muda yang sangat sukses membuat Montana menjadi salah satu perusahaan raksasa di negeri ini."


Detektif Al bahkan telah menemukan sebuah surat kabar tentang Montana yang dalam masa keemasannya saat di pimpin oleh ibunya Raisa, bahkan saat itu William Group masih dirintis oleh ayah dan kakeknya Bastian.


"Dan berdasarkan beberapa saksi dari mantan karyawan Montana yang dulu, bahwa Bu Alda setiap hari selalu berpergian menggunakan jasa seorang supir, tapi anehnya saat kejadian kecelakaan 14 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 21 april 2009, hari itu Bu Alda menyetir mobilnya sendiri." Detektif Al mencoba menjelaskan berdasarkan hasil mengamatannya.

__ADS_1


Kemudian Detektif Al meneruskan perkataannya. "Karena itu saya mencari mantan supirnya Bu Alda."


"Lalu keterangan apa yang anda dapatkan dari mantan supirnya Bu Alda?" Bastian menjadi penasaran.


"Namanya Adi. Awalnya dia enggan untuk menjawab pertanyaan saya, tapi karena saya terus mendesak, akhirnya dia bilang bahwa dia saat itu sedang sakit, sehingga meminta izin untuk tidak masuk. Tapi saya bukan orang yang mudah dibohongi, saya tahu dia sedang berbohong, sehingga akhirnya dia telah mengakui kesalahannya, ternyata dia telah disuruh oleh Tuan Louis untuk merusak rem mobilnya Bu Alda. Jika anda ingin bertemu orangnya, dia ada di ruangan belakang."


Bastian pun segera pergi ke ruangan belakang, dia melihat pria berusia 40 tahun itu sedang terduduk dalam kondisi kaki dan tangannya terikat, dia adalah mantan supirnya Bu Alda, yang telah tega mencelakai Bu Alda atas suruhan Tuan Louis. Adi terpaksa mengakui kesalahannya karena diancam akan dibunuh oleh Detektif Al.


"Tolong lepaskan saya, Tuan. Saya mohon." Adi memohon ampun pada Bastian.


Bastian dengan emosi, dia menendang badan Adi, sehingga tubuh pria itu terjungkal bersama kursinya.


"Arrrggghhh!" Adi meringis kesakitan.


"Lepaskan kamu bilang? Gara-gara perbuatan kamu itu, kamu telah menghilangkan tiga nyawa, orang tuaku meninggal gara-gara kamu."


Adi masih merintih, "Saya hanya disuruh oleh Tuan Louis, saya sama sekali tidak tahu bahwa kejadiannya akan seperti ini, saya tak berniat untuk membunuh orang tua anda, Tuan."

__ADS_1


Bastian mendengus penuh rasa kesal, "Tapi faktanya kamu berniat membunuh ibunya Raisa, iya kan?"


"Saat itu aku lagi butuh uang, Tuan. Saya..."


Bastian memotong perkataan Adi. "Tidak ada alasan yang bisa membenarkan atas apa yang kamu lakukan, faktanya kamu telah menghilangkan 3 nyawa 14 tahun yang lalu. Dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu."


Setelah berkata begitu, Bastian pun meninggalkan Adi yang masih tergeletak dilantai.


Bastian menemui kembali Detektif Al yang masih terduduk di kursi kebesarannya.


"Sekap saja dia, biarkan dia yang menjadi bom untuk mengungkapkan kejahatan Louis Montana." titah Bastian kepada Detektif Al.


"Baik, Tuan." Detektif Al mengangguk patuh.


"Aku ingin kamu mencaritahu siapa ayah biologisnya Amar Jordan?" Bastian merasa curiga bahwa Amar adalah anaknya Tuan Louis, mungkin karena Bastian merasa Tuan Louis sangat menyayangi Amar dibandingkan Raisa, dan juga lebih masuk akal Tuan Louis tega melakukan pembunuhan perencanaan itu untuk agar bisa bersatu dengan Bu Salma dan memiliki Montana seutuhnya.


Untuk saat ini Bastian akan berpura-pura tidak tahu apa-apa, dia akan menyiapkan kejutan untuk sang mertua setelah semua rahasianya terbongkar. Walaupun mungkin saja Raisa akan membencinya. Anak mana yang tak akan marah jika ayahnya mungkin akan dibuat hancur oleh seseorang.

__ADS_1


Flashback Off...


__ADS_2