
Amar dan Jack tak dapat berkutik karena polisi sudah mengepung mereka, hidup Amar semakin terpuruk, dia harus menyaksikan sendiri kematian ayahnya, kini dia juga ditangkap oleh polisi.
Rupanya setelah Detektif Al berhasil menemukan sejumlah bukti yang kuat mengenai siapa dalang dibalik kecelakaan yang menyebabkan Raisa koma, siapa lagi kalau bukan Amar. Sehingga Bastian langsung menghubungi polisi untuk menangkap Amar.
"Saudara Amar, anda kami tangkap atas percobaan pembunuhan terhadap saudari Raisa Montana."
Amar hanya pasrah ketika tangannya di borgol oleh polisi, pandangannya kosong menatap mobil yang dikendarai ayahnya telah hancur di dalam jurang.
Bukan hanya Amar dan Jack, tapi Bu Salma dan Mika pun sama, kedua wanita itu ditangkap setelah mereka baru saja tiba di Mansion Montana.
Bu Salma dinyatakan menjadi tersangka yang bersekongkol dengan Tuan Louis, atas kecelakaan 14 tahun yang lalu, yang menewaskan Bu Alda dan orang tuanya Bastian.
Sementara Mika ditangkap karena diduga bersekongkol dengan Amar dalam pembunuhan berencana terhadap Raisa.
"Eh ada ini Pa, kenapa kami ditangkap? Aku gak melakukan kejahatan apapun kok." Bu Salma mencoba untuk berontak, tapi sayangnya dia tak memiliki kekuatan untuk melawan.
...****************...
Satu bulan kemudian...
Terlihat Raisa yang sedang menangis memeluk batu nisan ayahnya, sekecewa apapun Raisa terhadap ayahnya, tetap saja dia pasti memiliki rasa sayang terhadap sang ayah.
"Papa!"
2 minggu yang lalu, Raisa telah berhasil melewati masa kritisnya, sehingga akhirnya sekarang dia telah diizinkan pulang dari rumah sakit.
Bastian memeluk Raisa, membiarkan wanitanya menangis dipelukannya, selama ini Bastian selalu setia merawat Raisa, dia tak akan membiarkan Raisa sendirian.
__ADS_1
Nyawa Tuan Louis kala itu memang tak terselamatkan, mungkin hanya itulah cara dia untuk menebus kesalahannya terhadap seorang anak yang selalu dia abaikan dan terhadap menantu yang sering dia hina, apalagi karena ulahnya, Raisa dan Bastian harus kehilangan orang-orang yang sangat berharga untuk mereka.
Sekarang Montana telah resmi seutuhnya menjadi milik Raisa. Amar, Mika, dan Bu Salma telah satu bulan dipenjara, dengan tuntutan sesuai kejahatan yang mereka lakukan, begitupun Jack sebagai pembunuh bayarannya yang disewa Amar, dan juga mantan supirnya Bu Alda sebagai suruhannya Tuan Louis.
Sementara Bastian, dia telah semakin melebarkan sayapnya, membuat semua orang segan dengan hanya mendengar kata Edgar saja, sehingga banyak orang yang akan menunduk dengan penuh rasa hormat kepadanya.
Setelah pulang dari pemakaman, Bastian membawa Raisa untuk menemui kakeknya, Tuan Athar sudah menerima Raisa sebagai seorang istri dari cucunya.
Tuan Athar walaupun kadang dia terlihat sangat keras, tapi aslinya dia memiliki jiwa yang sangat lembut, dan dia sudah mulai menyayangi Raisa sebagai cucu menantunya.
"Kapan kalian akan memberikan kakek cicit?" tanya Tuan Athar, saat itu dia sedang makan malam bersama Bastian dan Raisa di Mansion Willam.
"Secepatnya kek." jawab Bastian dengan penuh rasa semangat.
"Malam ini kalian menginap saja disini, kakek sudah menyuruh pelayan disini untuk membereskan kamar untuk kalian." ucap Tuan Athar.
"Iya kek, biar malam ini kami tidur disini saja." jawab Raisa dengan memberikan senyumannya yang hangat untuk sang kakek.
...****************...
Raisa baru menyadari, bahwa selama ini dia belum mengatakan cinta pada Bastian, dia membalikkan badan, menghadap Bastian.
"Edgar." Mulai sekarang dia harus terbiasa memanggil nama Bastian menjadi Edgar, walaupun baginya Bastian dan Edgar adalah orang yang sama.
"Hm?" Bastian tersenyum menatap wajah cantiknya Raisa.
Raisa menarik nafas dalam-dalam, baginya bilang kata cinta itu adalah hal yang paling sulit. "Aku mencintaimu." Akhirnya dia bisa bernafas lega, karena kata cinta akhirnya lolos juga dari mulutnya.
__ADS_1
Bastian terdiam, rasanya dia tak percaya, seorang Raisa bilang cinta padanya.
Raisa menjadi gemas, melihat ekspresi Bastian yang terlihat melongo seperti itu, sehingga Raisa mencubit pinggang Bastian. "Dijawab dong, kok diam aja."
"Bilang apa kamu tadi?" Bastian ingin Raisa bilang cinta sekali lagi padanya.
Tapi sepertinya Raisa menjadi kesal, padahal dia sudah memberanikan diri untuk bilang cinta, tapi Bastian malah bertanya dia bilang apa tadi.
Bastian terkekeh, dia paling senang kalau melihat Raisa mengerucutkan bibirnya, membuat wanita itu sangat menggemaskan.
Bastian memberikan banyak kecupan pada bibir Raisa, lalu mengangkat tubuhnya.
"Edgar!" Raisa kaget ketika Bastian mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba.
"Mari kita membuat pesanan kakek."
"Pesanan apa?"
"Seorang cicit untuk Tuan Athar William."
Setelah berkata begitu, Bastian pun membawa Raisa masuk ke dalam kamar, lalu mengunci pintunya. Terlihat lampu di kamar sana dimatikan.
Bastian dan Raisa kini telah menjadi pasangan yang sangat bahagia, mulai sekarang mereka akan selalu memperlihatkan rasa cinta mereka, dan menjadi pasangan yang selalu saling pengertian dan saling menguatkan, dan tentu saja saling setia, sampai maut memisahkan.
...Tamat...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel on going saya. Tentang hantu tampan yang kaya raya, tidak menyeramkan.