Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 61


__ADS_3

Sementara itu kediaman Raisa...


"Iya demi kamu, aku bisa berbuat jahat kepada siapapun orang yang telah menyakitimu."


Bastian menjawab pertanyaan dari Raisa ketika Raisa bertanya kepada Bastian mengapa Bastian tega menghancurkan perusahaan Montana dan sekarang dia telah menjadi investor di perusahaan itu.


Raisa nampak terkejut mendengar pengakuan dari Bastian. Walaupun dulu dia merasa sepertinya Bastian memiliki perasaan padanya, tapi dia tidak ingin tertipu lagi oleh pria dihadapannya itu. "Lalu kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu melakukan semua ini untukku?"


Bastian mengatakannya dengan nada sendu. "Apakah kamu sama sekali tidak merasakan bagaimana besarnya cinta aku, Raisa? Aku rela melakukan apapun demi kamu. Aku bisa menghancurkan siapapun yang berani membuat kamu terluka."


Raisa nampak tercengang dengan pengakuan Bastian, haruskah dia percaya dengan ucapan Bastian bahwa pria itu mencintai dirinya? Seketika jantungnya berdebar-debar ketika mendengar pengakuan cinta dari Bastian.


Namun, Raisa nampak kebingungan, apakah Bastian sungguh-sungguh mengatakannya atau mungkin pria itu berusaha untuk meluluhkan hatinya demi balas dendam.

__ADS_1


Mata Raisa berkaca-kaca menatap Bastian. "Cinta?" Raisa tersenyum getir. "Kamu pikir aku akan mempercayai ucapan kamu itu? Sampai kapan kamu akan mempermainkan aku seperti, Bastian? Aku sudah tau, orang tua kamu meninggal karena tertabrak oleh mobil mamaku, sehingga kakekmu membenci Montana, karena itu aku paham mengapa kakekmu selalu menolak bekerjasama dengan Montana."


Raisa masih melanjutkan perkataannya, dia merendahkan suaranya. "Aku sebagai anak dari mamaku, aku meminta maaf atas kecelakaan yang telah menewaskan orang tuamu. Kamu berhak membenciku, dan kamu berhak balas dendam. Walaupun aku yakin mamaku tidak seceroboh itu, dan aku sudah mencoba untuk menyuruh beberapa detektif untuk menangani kasus kecelakaan itu, tapi tetap saja tak menemukan titik terang, seolah-olah hasilnya selalu mengarah ke kecerobohan mama."


Tanpa terasa Raisa meneteskan air matanya, "Aku pikir kamu adalah satu-satunya orang yang mempercayai keyakinan aku, tapi..."


Bastian memotong perkataan Raisa. "Aku mempercayainya, aku percaya dengan perkataanmu itu, aku percaya mamamu tidak bersalah."


"Lalu kenapa kamu masih dendam pada kami dan menghancurkan Montana?"


Raisa mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak paham dengan perkataan Bastian. "Apakah karena papa sering menghina kamu? Iya aku tau papa memang salah, dan aku akan berusaha untuk membuat papa minta maaf padamu."


"Dari dulu aku tidak pernah mempermasalahkannya, setiap kali papamu menghina aku, aku tak pernah memasukkan perkataan papamu ke dalam hati. Aku selalu menghormati papamu sebagai mertua aku. Tapi kali ini aku tidak bisa memaafkannya, papamu adalah orang yang telah menyebabkan kecelakaan 14 tahun yang lalu." Akhirnya Bastian bisa berkata sejujurnya pada Raisa, tentang kejahatan mertuanya itu.

__ADS_1


Mata Raisa membulat, sampai tangannya bergetar mendengar perkataan Bastian, seakan petir menyambar seluruh tubuhnya. "Gak, gak mungkin, gak mungkin papa tega berbuat sekejam itu."


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Pembicaraan mereka terhenti ketika Bastian mendengar ponselnya bergetar, Bastian segera melihat ada beberapa foto jadul yang dikirim oleh Detektif Al padanya.


[Louis Montana dan Salma Suherman ternyata dulu mereka bersekolah di sekolah yang sama, dan saya sudah menemui beberapa alumni SMA xxxx, mereka mengatakan bahwa Louis Montana dan Salma Suherman pernah berpacaran.]


Bastian tahu semua ini terlalu berat untuk Raisa, tapi Raisa harus mengetahui semua kebenaran tentang kejahatan ayahnya. Dan dia akan selalu ada untuk Raisa. Cintanya untuk Raisa sama sekali tidak palsu, justru awal mula dia kembali menjadi Edgar demi Raisa.

__ADS_1


"Dan besar kemungkinan Amar adalah anak kandung papamu, Raisa."


__ADS_2