
Satu sampai tiga hari tanpa Bastian...
"Kamu tidak diterima!"
"Kamu tidak diterima!"
Selama tiga hari Raisa mencoba untuk membuka lowongan pekerjaan sebagai seorang chef di mansionnya. Agar tidak ketergantungan pada masakan Bastian, sehingga jika mereka berpisah nanti, Raisa tidak perlu merasa kehilangan Bastian.
Tapi sayangnya selama tiga hari itu dia tidak menemukan chef yang cocok dengan seleranya.
Seperti sekarang, dia mencoba mencicipi masakan Chef Anita, sayangnya tidak sesuai dengan selera Raisa, sehingga dia tidak bisa menerima Chef Anita bekerja disana.
"Maaf, kamu tidak diterima."
Empat hari tanpa Bastian...
Raisa kembali mencoba memperkerjakan seorang chef di mansionnya dalam satu hari, padahal dia adalah chef ternama, tapi tak mampu membuat Raisa menikmati makanannya.
Raisa hanya mencicipi masakannya sedikit. Dia kembali menyimpan garfu dan sendok di atas meja, pertanda tidak akan melanjutkan makan. "Maaf, kamu tidak diterima."
Lima hari tanpa Bastian...
Raisa mulai gelisah, dia tak bisa tidur nyenyak. Dia gak paham, apa yang membuatnya gelisah seperti itu.
Raisa mengecek ponselnya beberapa kali, ternyata tak ada satu pun masuk pesan masuk dari Bastian.
"Mengapa aku harus berharap dia menghubungiku? Aku memang harus terbiasa hidup tanpa dia, sebelum terperangkap pada rencana apa yang telah dia rencanakan."
__ADS_1
Walaupun Raisa tak paham apa rencana Bastian sampai harus berpura-pura miskin selama ini.
Raisa mencoba untuk memasak sendiri, namun ternyata dia selalu gagal, mungkin masih belum bisa membedakan antara gula dan garam, sehingga malah memasak agar-agar yang keasinan dan juga telor ceplok yang kemanisan.
"Hueekkk..."
Sampai Raisa tak tahan dengan masakannya sendiri, dia segera pergi ke wastafel.
Enam hari tanpa Bastian...
Seperti malam sebelumnya, dia tak bisa tidur, dan sering mengecek ponselnya, berharap ada seseorang yang menghubunginya.
Ketika Tristan menelpon dirinya, dia sadar bukan Tristan yang dia harapkan untuk menelponnya.
Raisa ingin mencoba untuk menghubungi Bastian, dia hanya ingin berpura-pura menanyakan gula dan garam pada Bastian.
[Bastian, apa kamu tau garam itu di toples yang mana?]
Sementara waktu dulu dia memasak telur yang Kegosongan sama sekali tidak memakai gula ataupun garam.
Namun, lama sekali Bastian membalas pesan darinya.
Mungkin ada sekitar satu jaman, barulah Bastian membalas pesan darinya.
[Gula ada di toples yang berwarna biru, dan garam ada di toples berwarna merah.]
Dengan Bastian membalas pesan darinya, Raisa sangat merasa lega karena mungkin saja Bastian baik-baik saja sekarang.
__ADS_1
Raisa ingin menanyakan kabar pada Bastian.
[Bagaimana kabar_
Tapi Raisa menghapus pesannya kembali.
[Ba_
Yang penting Bastian baik-baik saja sekarang.
Tujuh hari tanpa Bastian...
Selama tujuh hari tanpa bertemu dengan Bastian, Raisa sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak, tidak bisa makan dengan enak, dan merasakan disetiap waktunya sangat gelisah. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
Yang pasti sekarang ini dia ingin bisa melihat Bastian sekali saja, ingin melihatnya dengan langsung, walaupun dari kejauhan.
Begitu sampai di Rumah Sakit William, Raisa langsung menuju ke ruangan khusus tempat Bastian dirawat, namun di balik pintu tersebut, dia melihat ada seorang wanita berada disana. Bukan hanya wanita itu, tapi keluarganya juga dan Tuan Athar pun berada disana.
Raisa mendengar dua orang perawat wanita sedang saling berbisik, berjalan melewatinya. "Tuan Edgar pasti akan cepat sembuh karena ditengok oleh calon tunangannya."
"Iya, mereka pasangan yang sangat serasi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih untuk yang mendukung novel ini, alhamdulillah juara pertama dalam kategori lomba Mengubah Takdir #Menantu Sampah. 🙏
__ADS_1