Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 44


__ADS_3

Tuan Louis dan Amar terkejut mendengar persyaratan yang diajukan oleh Bastian. Apalagi Amar, Amar sangat tidak setuju dengan persyaratan yang diajukan oleh pewaris William Group itu.


"Kenapa anda selalu berpihak pada Raisa, Tuan Edgar?" tanya Amar menatap penuh rasa curiga kepada Bastian.


Bastian menjawabnya dengan santai. "Karena kinerja Raisa tidak diragukan lagi, setiap Montana memiliki masalah, selalu Raisa yang turun tangan. Bukankah begitu, Tuan Louis?"


Tuan Louis nampak termangu, itu tandanya dia pun merasa kinerja Raisa memang tidak diragukan lagi, Raisa yang selalu bekerja keras untuk memajukan Montana dibandingkan dengan Amar.


Tuan Louis nampak bimbang, Raisa dan Amar adalah darah dagingnya, sebenarnya Raisa memang yang berhak menjadi pewaris Montana, walaupun Tuan Louis menginginkan seorang anak laki-laki yang memimpin perusahaan.


Bastian melihat jam ditangannya. "Saya tidak memiliki waktu yang banyak, masih banyak pekerjaan yang harus saya urus, karena itu saya harus segera kembali ke perusahaan. Tolong pikirkan baik-baik persyaratan dari saya, jika memang anda ingin saya menjadi investor di perusahaan anda."


Setelah berkata begitu, Bastian pun pergi bersama Zicko, meninggalkan meeting room di kantor Montana.


Sekarang di meeting room hanya tersisa Amar dan Tuan Louis.


"Lalu bagaimana dengan keputusan papa, apa papa akan menjadikan Raisa pemimpin di Montana setelah papa pensiun?" tanya Amar dengan penuh rasa kesal.


Tuan Louis terlihat kebingungan sekali, dia tidak tau harus berbuat apa sekarang. "Izinkan papa untuk berpikir." jawab Tuan Louis, dia berjalan dengan gontai meninggalkan meeting room.


"Shitt..." Amar terlihat sangat kesal, sampai emosinya seakan mau meledak.


Amar segera menelpon seorang ketua gangster.


"Aku ingin kamu membunuh Raisa, hari ini juga." titah Amar kepada ketua gangster bernama Jack itu.


"Baik, Tuan."


...****************...


Malam ini Raisa sedang dalam perjalanan menuju mansion, setelah menenangkan dirinya sendiri, membuat Raisa merasakan dirinya sedikit tenang.


Raisa menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal. Dia teringat dengan sikapnya yang begitu jutek pada Bastian saat di bbasement Montana tadi.


"Seharusnya aku tidak bersikap jutek seperti itu padanya." gumam Raisa.


"Sedang apa dia sekarang? Aku harap dia tidak terluka karena sikap papa." Walaupun sebenarnya Raisa sangat terluka, karena dia telah meninggalkan Montana.

__ADS_1


Raisa sama sekali tidak tahu tentang kekacauan yang terjadi di Montana, karena dia malas untuk melihat ponselnya, malah disilentkan, dia benar-benar ingin menenangkan diri.


Raisa dikejutkan dengan sebuah mobil yang tiba-tiba saja berhenti di depan mobilnya yang sedang melaju, beruntung Raisa segera menginjak rem sehingga tidak terjadi tabrakan.


Dengan kesal, Raisa turun dari mobil, dia sangat marah pada si pengendara mobil itu. Namun, Raisa kaget ketika dia melihat orang itu keluar dari mobilnya sambil membawa sebilah pisau. Ternyata orang itu adalah Jack.


Raisa berjalan mundur, dia sangat ketakutan sekali. Dia ingin berlari, namun rupanya dia telah dikepung oleh tiga orang gangster.


"Kalian siapa? Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Raisa dengan dengan suaranya yang bergetar.


"Tentu saja yang kami inginkan adalah nyawamu, hahaha..." Jack tertawa kencang, dia berjalan ke arah Raisa untuk menikam badan Raisa dengan pisau yang dia pegang.


Namun, tiba-tiba ada seseorang datang, langsung menendang tangan Jack.


Bugh..


Sehingga pisau itu terlempar ke aspal.


Raisa terkejut melihat siapa yang datang menolongnya.


"Tuan Edgar?"


Raisa tidak paham kenapa Edgar selalu datang untuk menyelamatkannya. Padahal pria itu selalu bersikap angkuh padanya.


Satu lawan empat, tentu saja bukanlah hal yang gampang, apalagi Bastian belum sempat untuk menelpon Zicko.


Sementara Raisa segera menelpon polisi untuk meminta bantuan.


Tapi karena Bastian ahli dalam bela diri, sehingga dia bisa mengalahkan mereka, membuat mereka semua tumbang dan terkapar di aspal.


Bastian segera menghampiri Raisa. "Raisa..."


Raisa terkejut ketika melihat Jack bangkit membawa sebilah pisau. "Tuan Edgar, awas!"


Bastian segera membalikkan badan. Namun, dia belum sempat menghindar, sehingga Jack berhasil menikam perut Bastian dengan pisau yang dia pegang.


Jleb!

__ADS_1


"Tuan Edgar!" Raisa menangis histeris.


Bastian merasakan perutnya terasa sangat sakit, darah terus saja bercucuran. Namun, dia masih kuat untuk melawan Jack, dia menahan tangan Jack yang mencoba untuk menikamnya kembali.


Memutarkan tangannya, sehingga Jack mengerang kesakitan, tangannya telah dibuat terkilir, sampai pisau yang Jack pegang terjatuh.


"Arrrggghhh!" Jack memegang tangannya yang terasa ngilu.


Kemudian Bastian memberikan bogem mentah ke arah wajah dan juga perutnya Jack.


Bugh...


Bugh...


Jack terjungkal kembali ke aspal.


"Shhh..." Bastian meringis memegang perutnya yang semakin terasa sangat sakit dan perih, apalagi pandangannya mulai nampak samar-samar.


Suara sirine polisi dari kejauhan membuat keempat gangster tersebut berusaha untuk bangkit dan melarikan diri.


Raisa bergegas berlari menghampiri Bastian yang hampir terjatuh, tak bisa bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.


Raisa terduduk memeluk tubuh Bastian, dia menyumpal perut Bastian yang terluka dengan tangannya. Sampai dia menangis, karena pria itu terluka demi menolongnya.


Walaupun Raisa tidak paham, kenapa pewaris William Group itu sangat peduli padanya.


"Tuan Edgar, bertahanlah, bantuan akan segera datang."


"A-aku senang, kamu baik-baik saja, Raisa." Setelah mengatakan itu, Bastian tak sadarkan diri. Memejamkan matanya.


"Tuan Edgar!"


Raisa nampak menganga begitu melihat kumis pria itu ada yang terbuka sedikit, sehingga Raisa melepaskan kumis palsu tersebut.


Raisa nampak shock, ternyata selama ini seorang Edgar memakai kumis palsu.


Tapi kenapa pria itu mirip sekali dengan seseorang, sampai Raisa membuka kacamata pria tersebut, sehingga nampak jelas bagaimana wajah Bastian yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Ba-Bastian?"


__ADS_2