Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 55


__ADS_3

Bastian masih saja menyerang area inti Raisa, dia memainkan lidahnya sungguh liar, membuat paha Raisa bergetar hebat, sementara punggungnya melengkung ke atas.


Bastian melepaskan tangan Raisa, sehingga Raisa kini mencengkram seprai dengan sangat kuat agar dia memiliki kekuatan untuk menahan kenikmatan yang dia rasakan.


Hasrat Raisa semakin tak terkontrol lagi, sehingga bisa mengalahkan logikanya yang dari tadi mencoba untuk menolak sentuhan Bastian, kini gadis itu terus saja mendes-ah.


Tubuh Raisa menggelinjang ketika merasakan ada yang mendesak ingin keluar dari tubuhnya, sehingga tangannya kini menekan kepala Bastian, merema-s rambutnya dengan sangat kuat, sampai gelombang itu datang mengalir dari area inti Raisa.


"Ahh... ahhh..."


Bastian segera melepaskan seluruh pakaiannya, dia tak peduli dengan perutnya yang masih dibaluti perban, gairah pria itu lebih besar dibandingkan dengan rasa sakit pada bagian tubuhnya.


Raisa bergidik ngeri melihat senjata Bastian yang perkasa dan sudah berdiri menantang, apakah akan muat pada miliknya?


Tapi Raisa tak diberikan kesempatan untuk memprotes, karena Bastian dengan cepat menindih kembali tubuh Raisa, mencium bibirnya dengan penuh naf-su memegang keduanya tangannya, lalu menghentakkan miliknya.


"Akkhhh..." Seketika ciuman Raisa terlepas, dia menjerit ketika merasakan milik Bastian masuk ke dalam dirinya.

__ADS_1


Dari reaksi Raisa yang nampak kesakitan seperti itu dan juga Bastian merasakan ada dinding penghalang di dalam sana, membuat Bastian merada beruntung karena dirinyalah yang berhasil membuat Raisa tidak perawan lagi. Sudah dia duga Raisa pasti berbohong dengan ucapannya.


Bastian menghentikannya sekali lagi, sehingga senjatanya telah masuk sepenuhnya ke dalam milik Raisa, diiringi dengan suara jeritan Raisa.


"Kamu berbohong padaku, Raisa. Tapi aku suka." racau Bastian, baru kali ini Bastian merasa senang telah dibohongi oleh Raisa. Walaupun dari awal dia sangat yakin Raisa bukanlah wanita murahan yang mau disentuh diluar pernikahan. Begitu juga dirinya, dia bukanlah seorang pria yang seenaknya menyentuh wanita, hanya Raisa satu-satunya wanita yang telah dia sentuh.


"Ini sangat sakit, Bastian." lirih Raisa.


Bastian membiarkan miliknya terbenam disana, tanpa menggerakkannya, agar Raisa terbiasa dengan sesuatu yang mengganjal di dalam miliknya itu.


Setelah tubuhnya saling terkoneksi, Bastian mulai menggerakkan senjatanya, mengeluarkan dan memasukinya lagi dalam tempo yang sangat mendalam.


Raisa memeluk punggung Bastian, rasa sakit yang dia rasakan kini telah berganti dengan rasa nikmat, dia sudah sangat menikmati disetiap hentakan yang Bastian lakukan dibawah perutnya.


Bastian mulai menggila dalam memompa kejanta-nannya, maraung memuja kenikmatan tubuhnya Raisa.


Keduanya sama-sama mendes-ah ketika merasakan gelombang itu datang, menyatu dalam area inti Raisa, Bastian mengeluarkannya begitu banyak ke dalam milik Raisa.

__ADS_1


Raisa pikir Bastian akan berhenti sampai disini, tapi ternyata Bastian hanya butuh beristirahat beberapa menit saja, dia menerkam Raisa kembali tiada ampun. Bastian sudah lama menantikan moment seperti ini bersama Raisa.


...****************...


Paginya...


Bastian terbangun dari tidurnya, dia tersenyum melihat Raisa yang masih tertidur pulas di dekapannya. Sepertinya dia telah membuat Raisa kelelahan, entah berapa ronde Bastian melakukannya bersama Raisa, bahkan sampai Raisa tertidur pun, Bastian masih melakukannya.


Bastian mengusap wajah Raisa yang cantik itu, akhirnya Raisa telah menjadi miliknya seutuhnya, betapa bahagianya hati Bastian saat ini, kemudian dia mencium kening Raisa.


Drrttt..


Drrttt...


Bastian mendengar ponselnya bergetar diatas nakas, dia segera duduk menyandarkan dirinya di heardboad, kemudian mengecek ponselnya.


Senyuman Bastian seketika memudar ketika membaca pesan tersebut, ternyata pesan itu adalah pesan yang dikirim oleh Detektif Al padanya, seorang detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kembali kasus kecelakaan 14 tahun yang lalu, yang mengakibatkan meninggalnya ibunya Raisa dan juga orang tuanya Bastian.

__ADS_1


...****************...


...Maunya up yang banyak, tapi apalah daya pekerjaan di kantor menumpuk 🙏🙏...


__ADS_2