Menantu Sampah : Sang Pewaris

Menantu Sampah : Sang Pewaris
Bab 42


__ADS_3

Bastian ingin memberikan pelajaran pada keluarga sang mertua yang selalu merendahkan harga dirinya dan juga menghinanya.


Bastian ingin memberikan pelajaran pada sang mertua dan Amar karena telah membuat istrinya bersedih.


Dan Bastian ingin memberikan pelajaran pada sang mertua yang bersikap acuh bahkan mengusir kakeknya dulu, Bastian meyakini bahwa kecelakaan tersebut bukanlah kecelakaan biasa. Yang sekarang dia perlukan adalah sebuah bukti nyata agar siapapun bertanggungjawab terhadap kecelakaan yang telah menewaskan orang tuanya dan ibunya Raisa. Bukti tersebut sedang di cari oleh detektif suruhannya.


"Lakukan sekarang!" titah Bastian kepada seorang peretas handal bernama Erwin.


"Baik, Tuan." Erwin mengangguk patuh.


Saat ini Bastian sedang berada di sebuah gedung tua bersama Erwin dan Zicko.


"Aku ingin keberadaan kita diketahui olehnya." Bastian ingin keberadaan mereka terlacak oleh pihak Montana.


Zicko terkejut mendengarnya. "Apa kau yakin, Tuan?"


Bastian menganggukan kepala. "Tentu saja, aku sudah memikirkannya dengan matang."


Erwin pun mulai memasukan password secara acak. Sehingga dia bisa leluasa membobol masuk ke dalam situs perusahaan Montana.


Kemudian dia memasukan kode hackernya, agar bisa mengatur situs perusahaan semaunya dan menyerang perusahaan tersebut dengan malware.

__ADS_1


...****************...


Dengan kekuasaannya, Bastian mampu memporak-porandakan perusahaan Montana dalam sekejap.


Dengan malware, peretas dapat mempengaruhi jalannya bisnis Montana. Peretas telah membuat bisnis perusahaan Montana mengalami kerugian yang besar dengan cara mengubah tampilan situs memberi peretas akses untuk masuk ke situs web perusahaan Montana. Serangan malware ini sangat merugikan perusahaan dan juga merusak reputasi bisnis dalam jangka waktu yang panjang, dan saham menyusut dengan drastis.


"Gawat, Pa. ada sebuah malware menyerang perusahaan kita." lapor Amar pada Tuan Louis.


Tuan Louis segera mengeceknya melalui sebuah komputer, dia terkejut begitu melihat saham perusahaannya tiba-tiba saja anjlok.


"Brengsek. Siapa yang melakukannya?" Tuan Louis sangat terlihat marah sekali, dia mengepalkan tangannya, keringat dingin bercucuran di dahinya.


"Gak, gak akan ku biarkan." Tuan Louis harus mencari tahu siapa orang yang menyebabkan perusahaannya hancur.


Tuan Louis menyuruh anak buahnya yang ahli dibidang IT untuk melacak keberadaan orang yang sudah mencoba kurang ajar kepada perusahaannya, pria itu bernama Hilman. "Cepat lacak dimana keberadaan orang itu! Aku memberikan perhitungan padanya."


Bastian memang sengaja agar pihak Montana dapat mengetahui keberadaan mereka.


"Dia sedang berada di gedung tua, jalan xxxx, Tuan." lapor Hilman kepada Tuan Louis.


Tuan Louis menyeringai. "Kena kau bedebah!"

__ADS_1


"Ayo kita pergi kesana, Pa." ajak Amar kepada ayahnya, dia ingin memberikan pelajaran kepada orang yang sudah mencoba untuk menghancurkan perusahaan Montana.


Tuan Louis dan Amar segera pergi ke titik lokasi sang peretas, yang menujukan bahwa orang itu sudah ada di gedung tua.


"Hei keparat, keluarlah!" teriak Tuan Louis.


Mereka mencari ke setiap sudut gedung tersebut, bahkan mereka mencari ke setiap lantai, tapi belum juga menemukan si peretas tersebut.


Amar mengecek ponselnya, padahal letak si peretas tersebut masih berada disana. "Padahal sinyalnya masih terlacak disini, tapi kemana dia?"


Tuan Louis dan Amar melihat ada sebuah handphone jadul disana. Ternyata mereka telah dikerjai.


"Brengsek!" Tuan Louis dan Amar mengumpat hampir bersamaan.


Bahkan Tuan Louis menghancurkan ponsel jadul itu, menginjak-injaknya sampai hancur.


Amar melihat ada sebuah tulisan yang ada di dinding gedung tersebut. "Pa, lihat ada sebuah tulisan disana!"


...Bagaimana kejutan pertama dariku? Aku harap kau sangat menyukainya....


Kejutan pertama? Apa itu artinya akan ada kejutan selanjutnya suata saat nanti?

__ADS_1


__ADS_2