
Entah mengapa hati Raisa merasakan tidak suka ketika tak sengaja mendengar percakapan kedua perawat tersebut, sebenarnya dia tidak paham bagaimana perasaannya kepada Bastian itu seperti apa.
Ternyata selama ini Bastian telah memiliki seorang kekasih? Lalu mengapa Bastian rela terluka demi dirinya, dan yang lebih anehnya lagi mengapa Bastian mau menjadi suami bayarannya? Apakah karena dendam terhadap ibunya? Atau ada maksud terselubung sehingga pria itu rela diperlakukan seenaknya oleh Raisa?
Raisa memilih pergi dari rumah sakit dengan perasaan kecewa, seharusnya hari ini dia tidak datang kesana.
Raisa memutuskan untuk pulang ke mansionnya, dia dibuat terkejut ketika pulang ke mansion, ternyata disana ada Tristan yang sedang menunggunya di depan mansion.
"Hai sayang." sapa Tristan, dia tersenyum memandangi gadis yang sangat dia rindukan itu. Bahkan dia berjalan mendekati Raisa yang baru saja turun dari mobil, dia ingin sekali memeluk Raisa.
Raisa menghindari Tristan yang hendak memeluknya, entah mengapa dia merasa tidak nyaman jika harus berpelukan dengan seorang laki-laki sementara statusnya masih menjadi istri orang lain.
Tristan merasa kecewa karena Raisa tidak mau dipeluk olehnya. "Lho kok gak mau dipeluk sih? Aku kangen banget lho sama kamu, sampai aku bela-belain pulang, karena kamu akhir-akhir ini cuekin aku terus. Sebenarnya aku punya salah apa sama kamu?"
"Kamu gak punya salah apa-apa, hanya saja aku lagi memiliki banyak masalah akhir-akhir ini. dan aku harap kamu paham dengan status aku yang sekarang, sekarang ini status aku masih menjadi istrinya Bastian, jadi kamu gak bisa datang kesini dengan seenaknya." Raisa merasa keberatan karena Tristan datang ke mansion tanpa meminta izin padanya terlebih dahulu.
"Emangnya kenapa sih? Lagian si gembel itu tau kalau kamu sudah punya kekasih, jadi gak apa-apa lah kita mesra-mesraan di depan dia juga. Aku beneran kangen sama kamu, sayang. Kamu gak tau kan bagaimana sakitnya hati aku ketika membayangkan kekasih yang sangat aku cintai harus hidup bersama pria lain? Jadi wajar kan kalau aku meminta waktu untuk berduaan dengan kamu?"
"Tapi gak begini caranya, Tristan. Ini sudah menjadi perjanjian kita sebelum aku menikah dengan Bastian, bahwa kita gak akan ketemu dulu selama aku masih menjadi istrinya Bastian."
__ADS_1
Tristan menghela nafas, dia sangat kecewa dengan perkataan Raisa, dari sikapnya seolah-olah Raisa tidak memiliki perasaan lagi padanya. "Dan kamu bisa tahan untuk tidak bertemu aku selama itu?"
"Tolong pahami posisi aku, Tristan."
Tristan menggelengkan kepala. "Tapi nyatanya aku gak sanggup untuk tidak bertemu dengan kamu. Apa selama ini hanya aku yang cinta dan setia dengan hubungan kita? Aku gak akan terima kalau sampai kamu jatuh cinta sama Bastian."
"Gak mungkin lah aku jatuh cinta sama dia." Karena faktanya yang gak mungkin jatuh cinta itu Bastian padanya, itulah yang ada di pikiran Raisa.
"Baguslah, ya udah aku pergi dulu. Aku baru tadi pagi tiba di Indonesia, sekarang aku harus ada pemotretan lagi." Padahal Tristan akan ada janjian untuk ketemuan dengan selingkuhannya.
Raisa mengganggukan kepala. "Ya udah."
...****************...
Raisa merasa bersalah pada Tristan karena dia merasakan perasaannya sangat hambar padanya, entah bagaimana caranya untuk memupuk rasa itu kembali
Raisa menyandarkan dirinya ke sandaran kursi, dia membayangkan ketika tadi dia melihat Bastian yang sedang berbicara serius dengan seorang wanita beserta keluarganya. Pantas saja jika Bastian kuat tidak menghubunginya selama ini, karena mungkin saja selama ini Bastian ditemani oleh kekasihnya itu selama di rumah sakit.
"Dia benar-benar seperti seorang aktor, sampai aku bisa ditipu mentah-mentah olehnya. Bodohnya aku sampai sempat berpikir bahwa dia sebenarnya memiliki perasaan padaku, ternyata sikap dan apa yang dia lakukan padaku, semuanya palsu." Raisa berkata dengan begitu kesal.
__ADS_1
"Apa mungkin dia melakukan ini semua karena dendamnya pada mama?" Padahal dari keterangan polisi menyebutkan bahwa kecelakaan 14 tahun yang lalu itu murni sebuah kecelakaan.
Tapi ayahnya bilang semua itu terjadi atas kecerobohan ibunya, dan ayahnya mencoba untuk mentutupi rahasia itu.
"Aku akan membuktikan bahwa mama tidak bersalah." Raisa memang sudah dari dulu menyuruh seorang detektif untuk menyelidiki kasus yang kecelakaan 14 tahun yang lalu itu.
14 tahun bukanlah waktu yang singkat, karena itu wajar saja jika kasus kecelakaan tersebut mengalami kesulitan untuk dipecahkan, bahkan mungkin Tuan Louis sudah menghilangkan semua bukti, karena dia bukanlah pria yang bodoh.
Drrtttt...
Drrtttt...
Drrtttt...
Ponsel Raisa bergetar, dia mendapatkan pesan dari ayahnya.
[Raisa, maafkan papa atas semua sikap papa padamu waktu itu. Apa kamu tau bahwa Montana sedang mengalami masalah besar? Satu minggu yang lalu ada seseorang yang sengaja menghancurkan Montana, papa ingin kamu bergabung kembali dengan Montana, apa kamu mau perusahaan yang sudah dibangun oleh mama kamu dengan bersusah payah hancur begitu saja?]
Tuan Louis tidak ingin jujur bahwa sebenarnya dia meminta Raisa untuk kembali ke Montana karena permintaan Edgar, dia sengaja merahasiakannya agar seolah-olah dia sendiri yang meminta Raisa untuk bergabung kembali pada Montana.
__ADS_1
Raisa terkejut ketika mendengar kabar tersebut, perusahaan yang sudah lama dibangun oleh mamanya dengan bersusah payah, telah dihancurkan oleh seseorang.
"Apa mungkin ini semua ulah Bastian?"