Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
39


__ADS_3

Sinta dan Aryo tertunduk lemas mendengar penuturan Sulis.


“Namun bu Sinta dan pak Aryo tidak perlu sedih karna biasanya, anak ibu akan ke sini untuk mengunjungi anak-anak yang lain selain itu ia menjadi donatur untuk panti ini” ujar Sulis


“Saya bisa menemui anak saya kapan? Apa ibu tahu alamatnya biar kami ke sana saja”


“Saya kurang tahu alamatnya bu”


Sinta dan Aryo tampak lesu, mereka harus menunggu lagi yang entah kapan itu.


“Ibu bisa datang ke mari lagi mungkin satu minggu lagi, Nita akan ke sini”


“Satu minggu lagi” sebenarnya mereka sudah tidak sabar tapi mau bagaimana lagi tak ada pilihan lain


“Kalau boleh saya tahu kenapa ibu sempat membuang anak ibu, jika memang kalian tidak menginginkannya kenapa mencarinya?” pertanyaan itu ingin Sulis tanyakan dari tadi hanya saja ia masih menunggu waktu yang tepat “Maaf jika saya lancang, saya hanya ingin tahu alasannya sebab orang tua mereka juga begitu, menitipkan atau tidak menginginkan waktu bayi tapi setelah sudah besar mereka malah ingin mengambilnya dengan alasan menyesal atau tidak bisa memiliki anak lagi”


“Sebenarnya bukan kami yang membuang anak kami tapi orang lain, anak kami sempat diculik sebelum dibuang ke sini jadi kami tidak tahu kalau anak kami membuangnya ke sini, kami sudah mencarinya ke mana-mana tapi tidak menemukannya” jelas Aryo


Sulis mengangguk mengerti, memang setiap bayi yang ia dapatkan ada saja alasannya. Entah itu karna orang tuanya yang tidak menginginkan, atau keluarganya bisa juga karna orang lain yang tidak menyukainya.


*


Nita dan Hengki baru saja selesai menemui kliennya, ia hendak keluar namun ia malah bertemu dengan Surya dan Fifi.


“Mas Surya” gumam Nita ketika melihat mereka


Surya dan Fifi yang awalnya tidak melihat, kini mereka pun melihat Nita. Mereka berdua menghampiri Nita.


“Wah sepertinya sudah dapat mangsa nih, kalau dilihat dompetnya tebal” bisik Fifi namun juga terdengar oleh Hengki dan Surya


“Bukan urusan kamu” ketus Nita

__ADS_1


“Mas, lihat tuh mantan istri kamu sombong banget sih mentang-mentang sudah dapat yang lebih dari kamu” ucap Fifi pada Surya


Fifi sesekali melirih ke arah Hengki, ia melihat penampilannya yang tak kalah tampan dengan Surya, hanya berbeda penampilan saja. Jika Surya hanya memakai kemeja dan celana kain seperti karyawan biasa, berbeda dengan Hengki yang memakai kemeja dan jas sehingga membuat penampilannya lebih keren dan terlihat seperti bos. Apalagi wajahnya yang memang sudah tampan dari lahir, menambah nilai plus pada dirinya.


“Sudahlah Fi, kita ke dalam saja” ajak Surya yang sudah malas bertengkar hanya karna urusan yang tidak penting, apalagi harus berurusan dengan pria di depannya.


Surya berpikir kalau mereka sudah ada hubungan, bahkan mungkin selama dirinya masih menjadi suami Nita. Tapi Surya enggan menanyakan hal itu karna malas akan masalah yang semakin panjang nantinya.


“Tidak bisa mas, aku masih mau bicara sama dia yang sudah dengan sombongnya mengusir kita. Dia pikir kita bakalan mengemis buat tinggal di rumah itu” cetus Fifi


Fifi sudah teramat kesal pada Nita, ya semenjak ia memergoki Surya berada di rumah Nita, Fifi serasa ingin mengajaknya adu mulut dan ingin menghajar Nita. Baginya Nita sudah membuat Surya pergi ke rumahnya diam-diam dan berpikir kalau Nitalah yang merayunya, sehingga Fifi sangat marah pada Nita.


“Saya tidak sala mengusir kalian karna kita sudah tidak ada hubungan lagi” Nita membela diri


Memang sudah seharusnya mereka pergi dari rumah Nita, karna Surya yang sudah menceraikan Nita dan membela Fifi, jadi mereka harus menerima semuanya karna kesalahan mereka.


“Heh dasar perempuan sombong, kamu rayu dia pakai apa hah?! Pakai pelet atau pakai tubuh kamu”


Satu tamparan mendarat di pipi Fifi, siapa lagi kalau bukan Nita yang sudah menamparnya.


“Kamu!” Fifi memegang pipinya yang terasa sedikit panas karna Nita memang dengan keras menampar Fifi


“Kamu apa-apa Nita?! Kenapa kamu menampar Fifi!” bentak Surya yang tidak terima


“Oh kamu membela perempuan yang sudah jelas sala mas, aku kira kamu pintar mas ternyata tidak” cibir Nita


“Kamu bilang aku bodoh!” Surya hendak mengangkat tangannya dan hampir menampar Fifi namun Hengki dengan sigap menangkap tangan Surya


Terjadilah perseteruan antara mereka, beruntung mereka berada di luar yang tidak terlalu banyak orang jadi mereka tidak menjadi tontonan khalayak umum.


“Jaga tangan anda pak, memukul wanita tidak membuat kuta dikatakan hebat melainkan disebut lemah” ucap Hengki

__ADS_1


Hengki menghempas tangan Surya agar menjauh dari Nita. Surya yang tidak terima semakin emosi.


“Dengar ya mas yang membuat keributan itu istri kamu, jadi lebih baik kamu bawa istri kamu ini sebelum aku akan menamparnya lagi” ancam Nita


“Berani kamu mengancam mas Surya” Fifi tidak terima, jujur dia malu dan ingin membalas tamparan Fifi, namun sepertinya tidak mungkin karna ada Hengki yang membelanya dan sudah dengan sigap memasang badan untuk Nita.


“Ayo kita pergi” Surya menarik Fifi


Jelas Fifi tidak terima karna ia masih belum membalas Nita, Fifi tidak mau ditarik bahkan ia mengancam Nita untuk membalas semua ini.


“Awas kamu Nita, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan” teriak Fifi yang sudah semakin jauh ditarik Surya


Nita hanya melihat Fifi dan Surya yang kini sudah semakin jauh.


“Kamu tidak apa-apa?” tanya Hengki


“Tidak pak” jawab Nita


Mereka berdua pun melanjutkan berjalan ke mobil Hengki.


Hengki mengantar Nita pulang, meski jam pulang kantor masih kurang satu jam lagi. Hengki tak mau membawa Nita dalam keadaan yang tidak fokus bekerja. Awalnya Nita menolak dan masih ingin kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya dan ia selalu bilang kalau dirinya tidak apa-apa dan tidak akan mengganggu konsentrasinya, tapi Hengki tetap kekeh mengantarkan Nita pulang.


“Terima kasih ya pak” ucap Nita


“Iya sama-sama, kamu istirahat saja biar saya yang mengerjakan pekerjaannya kalau kamu paksa bekerja bisa kacau nanti” ujar Hengki


Nita mengangguk lalu tersenyum pada Hengki, lalu Nita turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya.


Nita menghela nafasnya kasar, ia tidak menyangka bisa menampar Fifi. Namun ucapannya sudah keterlaluan dan itu memang yang harus diterima oleh Fifi. Beruntung hanya satu tamparan, jika seperti wanita-wanita lainnya mungkin sudah jambak-jambakan rambut, guling-guling atau mungkin baku hantam.


Tapi Nita masih wara untuk tidak mempermalukan dirinya hanya karna bertengkar dengan Fifi, membuang-buang waktu saja apalagi nanti ada yang berpikir kalau Nita masih belum rela diceraikan oleh Surya dan menikah dengan Fifi.

__ADS_1


__ADS_2