
Malam harinya, terjadi keributan di bawah. Surya yang mendengarnya pun langsung turun untuk melihat apa yang terjadi.
“Kamu seharusnya juga bantu masak, jangan hanya nyuruh saja kerjanya anak kamu juga mana harusnya dia yang melakukan semua ini dia kan istri sudah menjadi kewajibannya melayani suaminya tapi ini malah hanya santai saja” ujar Dara
Ninik tidak terima karna anaknya disalahkan, ia bahkan tak pernah menyuruh anaknya untuk melakukan hal-hal yang membuatnya capek.
“Kenapa jadi anak saya, kamu kan di sini hanya numpang jadi kamu setidaknya sadar diri kalau tidak bisa kasih uang ya masak dan bersih-bersih rumah” Ninik tak mau kalah
Dara langsung emosi ketika mendengar dirinya disuruh melakukan pekerjaan itu, mereka pikir dia pembantu yang harus mengerjakan semuanya sendiri sedangkan mereka hanya bersantai saja.
“Saya bukan pembantu ya, apa kamu tidak sadar kalau uang yang membeli semua bahan-bahan makanan ini punya anak saya jadi seharusnya kalian yang sadar diri” sahut Dara tak mau mengalah
Surya yang melihat ada mertuanya langsung menyapanya.
“Mamah, papah kalian sudah pulang?” sapa Surya
Mereka bertiga menoleh ke arah Surya yang menuruni tangga dan menghampiri mereka
“Surya coba kamu kasih tahu mertua kamu ini kalau mau makan ya masak sendiri bukan malah menyuruh orang” ujar Dara
__ADS_1
“Tidak bisa begitu dong, kamu kan juga mau makan apa salahnya kalau masak untuk kami juga” Ninik tak terima dengan ucapan Dara
Baru saja Surya beristirahat karna tingkah Fifi, kini Surya malah ditambah pusing karna ibu dan mertuanya berdebat masalah sepele. Padahal mereka bisa saling membantu jika hanya untuk makan tidak perlu bertengkar seperti ini, itu akan membuat mereka lebih baik dan bisa makan malam tanpa membuat keributan.
Kalau seperti ini terus kepala Surya bisa pecah mendengar pertengkaran mertua dan ibunya. Apalagi mereka sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah. Melihat papah mertuanya hanya diam saja tanpa mau menghentikan perdebatan antara keduanya membuat Surya mendesah.
Apa papah mertua itu tidak terganggu kenapa hanya diam saja dari tadi, entahlah Surya benar-benar pusing hari ini. Ada saja hal yang membuat kepalanya seakan mau pecah.
“Sudahlah mah, bu kalau kalian mau makan kalian kan bisa masak bareng tidak perlu berdebat seperti ini malu kalau didengar tetangga kalian kan sudah tua jadi tidak perlu ribut seperti anak kecil yang memperebutkan mainan seperti ini. Papah juga, kenapa hanya diam tidak melerai mamah dan ibu agar tidak berisik dan bertengkar seperti ini” ucap Surya panjang lebar
Rayhan yang ikut-ikut diseret menyahuti Surya “Papah sudah melerai, mereka malah tambah jadi. Papah biarkan saja biar mereka puas dan kalau lelah nanti pasti berhenti” ucap Rayhan santai
“Kalau seperti ini lebih baik makan di luar, ayo pah kita makan di luar saja malas kalau ada dia” sindir Ninik
“Makan saja sana di luar, awas saja kalau tidak ada uang malah minta sama anak saya” teriak Dara
Ninik dan Rayhan sudah keluar tidak mendengar ucapan Dara. Sedangkan Dara sudah sangat kesal dengan sikap mereka, padahal tadi mereka bersikap manis karna takut Surya akan menceraikan Fifi tapi sekarang mereka malah berulah lagi.
Mungkin ini adalah balasan bagi Dara karna sudah menyia-nyiakan Nita yang tak pernah melawan dengannya dan diperlakukan semena-mena. Sekarang Dara merasakan bagaimana disuruh-suruh lalu tak dihargai apalagi oleh temannya sendiri. Padahal dulu mereka tak pernah bertengkar sama sekali tapi sekarang sikap Ninik berubah pada Dara.
__ADS_1
“Sudah bu, lagian kenapa sih kalian mesti bertengkar. Kalau mau masak kan bisa sama-sama atau gantian tidak perlu bertengkar seperti tadi. Malu didengar tetangga bu” nasehat Surya
“Bagaimana ibu tidak kesal dan marah Surya, mereka malah menyuruh ibu untuk masak. Mereka kan yang mau makan kenapa harus ibu yang disuruh. Lama-lama ibu bisa darah tinggi kalau begini terus, belum lagi sama istri kamu yang tidak bisa apa-apa itu, haduuh pusing ibu” Dara memegang kepalanya yang seperti mau meledak karna memikirkan semua ini
“Itukan pilihan ibu jadi kenapa ibu mengeluh sekarang, aku kan tidak mau menikah dengan Fifi karna masih mencintai Nita tapi ibu malah memaksa karna tidak mau pindah ke rumah, meski rumah kita tidak mewah setidaknya kita bisa hidup damai tanpa perlu ribut seperti ini. Sekarang ya dinikmati saja seperti ini mau bagaimana lagi” ucap Surya
Sebenarnya Surya juga sudah tidak kuat harus beradu mulut dengan Fifi hanya karna masalah uang. Fifi selalu merasa kurang dengan uang yang diberikan oleh Surya. Sudah tahu Surya hanya staf biasa bukan seorang manager, kalau dirinya seorang manager mungkin ia masih bisa tenang memberi Fifi uang tapi gajinya juga hanya cukup untuk sebulan. Kalau Fifi boros ya tidak akan sampai sebulan.
“Sudah jangan bahas mantan istri kamu itu, mau kamu sama dia juga ibu yang melakukan semuanya jadi tetap saja tidak ada untungnya. Tapi Sur, dia sekarang sudah jadi orang kaya waktu itu ibu lihat dia sudah bertemu dengan orang tuanya” ucap Dara
Surya yang mendengar itu pun kaget, ia memang belum bertemu Nita setelah ketahuan oleh Fifi. Apalagi waktu persidangan ia tidak hadir sampai keputusan dibacakan karna Fifi yang menyuruh tidak perlu hadir, buang-buang tenaga dan uang saja.
Surya pikir Nita dibuang oleh ibunya yang tidak diinginkan sehingga ia berada di panti asuhan mulai dari kecil, tapi kenapa sekarang orang tua Nita malah bertemu dengan Nita. Terbesit penasaran dalam benak Surya, dulu Surya memang tidak memandang Nita dari hasil gajinya, karna cintanya tulus untuk Nita. Tapi sekarang ketika mendengar Nita yang sudah bertemu dengan orang tuanya yang kaya, Surya seperti ingin menemuinya.
Rasanya Surya capek kalau berdebat masalah uang, dirinya juga sudah lelah bekerja sebagai staf tapi tidak dinaikkan jabatannya. Padahal ia cukup lama bekerja di sana, ditambah dengan Fifi yang merengek ingin memegang gajinya membuat Surya tambah pusing.
“Ibu serius tidak bohong?” tanya Surya tak percaya dengan perkataan yang diucapkan Dara
“Buat apa ibu bohong Sur, tak ada gunanya. Kalau kamu tidak percaya temui saja sana dan tanya kebenarannya, sudah ibu mau ke kamar pusing kepala ibu” Dara meninggalkan Surya yang masih sibuk dengan pikirannya setelah mendengar kabar kalau Nita sudah menjadi orang kaya
__ADS_1