Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
66


__ADS_3

 


Melihat Nita seperti orang yang mencari sesuatu Hengki menjelaskan bahwa dirinya telah menyewa Restoran ini untuk malam ini jadi tak akan ada pengunjung yang akan datang. Nita pun sedikit terkejut, karna Hengki sampai segitunya sampai menyewa Restoran ini hanya untuk makan malam padahal hanya makan malam biasa saja.


Pelayan datang membawakan makanan, Hengki dan Nita menikmati makanan yang ada di depan mereka.


“Kenapa harus sampai menyewa Restoran ini, kan kasihan duitnya” ucap Nita tak setuju Hengki melakukan ini walau untuk dirinya


“Tidak apa-apa, aku tidak akan miskin hanya karna menyewa Restoran ini lagi pula Cuma sekali ini biar tidak ada yang mengganggu makan malam kita” jawab Hengki santai


Nita menghela nafasnya, entah dirinya harus senang atau apa karna Hengki memperlakukan dirinya seperti ini, tapi ia juga tak enak Hengki sampai mengeluarkan uang cukup banyak hanya untuk makan malam dengan dirinya, meskipun Restoran ini tidak disewanya pengunjung lain tak akan mengganggu karna sudah punya tujuannya masing-masing.


“Sudah tidak perlu dipikirkan aku tidak akan minta ganti rugi, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih karna kamu sudah mau menjaga aku di rumah sakit padahal aku bukan siapa-siapa kamu, tapi kamu sudah baik menjaga aku” goda Hengki


“Issh apaan sih, lagian aku menjaga kamu juga karna tante Sukma yang meminta kalau bukan karna tante Sukma aku juga ogah jagain kamu” elak Nita


Hengki tertawa melihat respon Nita, dirinya memang sengaja menggoda Nita tapi Nita malah meresponsnya seperti itu. Lucu saja membuat Nita seperti itu, malu-malu tapi mau, pikir Hengki.


“Iya iya tetap saja kalo kamu tidak mau tidak akan menjaga aku, apa jangan-jangan kamu khawatir dan kamu sudah jatuh cinta sama aku” Hengki terus menggoda Nita padahal dirinya sudah tahu kalau Nita tak akan mengakuinya meski wajahnya sudah malu karna terus digodanya.


“Jadi orang kok PD banget sih, lagian siapa juga yang jatuh cinta sama kamu, ingat kamu itu sudah punya pacar tidak perlu godain cewek lain, memangnya kamu mau nanti lihat jambak-jambakan”


“Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, karna aku akan melindungi kamu”

__ADS_1


Hal itu membuat Nita semakin salah tingkah karna Hengki selalu saja menggodanya, meski hanya dengan kata-kata biasa.


“Siapa juga yang mau sama kamu” ketus Nita


“Awas nanti kamu jatuh cinta sama aku ya, malah tidak mau ditinggal hahaha”


Nita hanya memutar bola matanya mendengar ucapan Hengki.


Hengki dan Nita terus mengobrol sampai lupa kalau sudah waktunya pulang, beruntung Aryo tak menanyakan yang macam-macam karna ia sudah percaya pada Hengki. Namun Aryo tetap antisipasi kalau nantinya terjadi apa-apa pada Nita karna itu Aryo meminta Hengki untuk menjaganya.


Sebagai sesama pengusaha yang perusahaannya saat ini maju, tentu saingan dan musuh akan berdatangan untuk menyerangnya. Aryo tak mau nantinya Nita kenapa-napa, karna dunia bisnis juga lebih seram. Tentu saja hal itu dilakukan oleh oknum yang tidak terima melihat perusahaan lawannya maju dan memenangkan tender.


Meski Nita sudah terjun di dunia bisnis sebelum ia bertemu dengan keluarganya, namun kali ini berbeda karna Nita bukanlah seorang sekretaris tapi sebagai pemilik perusahaan. Banyak yang mengincarnya, ada yang terang-terangan dan juga ada yang secara sembunyi.


Di panti itu memang diajarkan bela diri untuk melindungi mereka. Entah saat ini maupun saat mereka sudah dewasa nanti. Karna ibu panti tak mau mengambil resiko kalau mereka diculik karena ibu panti tak bisa menjaga mereka sepenuhnya, karna itu mereka dianjurkan untuk belajar bela diri. Selain untuk menjaga diri, mereka juga bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan mereka.


Nita tidak terlalu khawatir jika bahaya menghadapinya, apalagi setelah ia bertemu dengan Aryo. Aryo tak mungkin membiarkan Nita tanpa pengawalan walaupun itu dilakukan jarak jauh. Hanya untuk berjaga-jaga. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Atau lebih baik mencegah dari pada mengobati.


Pepatah itu harus diterapkan karna memang lebih baik menghindari hal-hal yang kemungkinan terjadi dari pada ketika sudah terjadi malah menyesal karna tidak melakukannya.


Kehidupan yang tidak mudah dari kecil yang dialami Nita, membuatnya berhati-hati ketika berhadapan dengan orang yang tidak dikenalnya. Nita bukanlah orang yang mudah percaya pada orang lain, seperti saat rumah tangganya sedang mengalami masalah. Nita mencoba untuk sabar, sebab dalam rumah tangga memang selalu ada saja ujian dan cobaannya.


Hengki mengantar Nita pulang, hari juga semakin larut. Hengki tak mau nantinya Aryo malah berpikir kalau dirinya yang tidak-tidak karna membawa pulang Nita terlalu malam. Meski Hengki sudah kenal lama dengan Aryo dan mendapat kepercayaan darinya, namun Hengki tak mau nantinya Aryo malah mengira Hengki tidak tepat waktu membawa pulang Nita.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Nita, Hengki berpamitan dan tidak mampir karna hari juga semakin larut malam.


“Tidak mampir?” tanya Nita


“Tidak usah lain kali saja, sampaikan saja salam untuk papa mertua” ucap Hengki setengah bercanda


Plak


Nita memukul lengan Hengki “Dasar, sudah sana pulang” usir Nita


“Kok malah diusir sih, ya sudah aku pulang dulu ya calon istri nanti aku ke sini lagi” ucap Hengki tersenyum


“Sudah punya pacar masih ganjen sama yang lain, urusin tuh pacarnya nanti malah ngamuk”


Hengki tak menyahuti ucapan Nita, ia berpamitan dan langsung menancap gas. Nita melihat mobil Hengki sudah semakin jauh. Ia masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


“Huh ada-ada saja dia, dia pikir masih ABG apa” Nita menggelengkan kepalanya saat mengingat kejadian-kejadian tadi


Merasa lelah dan mengantuk, Nita masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian dan mencuci muka. Setelah itu Nita naik ke atas ranjang dan menarik selimutnya. Nita memejamkan matanya, ia terlelap.


Selama berpisah dengan Surya, Nita memang tidak pernah keluar malam kecuali saat Sinta dan Aryo mengajak untuk makan malam. Dan kali ini ia menikmati malam bersama Hengki, meski ia tidak pernah makan malam berdua dengan Hengki dan akan merasakan canggung tapi kenyataannya tidak. Ternyata Hengki asik diajak ngobrol meski bukan perihal pekerjaan, awalnya Nita yang merasa akan canggung tidak lagi merasakan itu karna Hengki pandai mencari topik pembicaraan.


Malam ini juga Nita merasa senang karna bisa menikmati tempat yang belum ia datangi.

__ADS_1


__ADS_2