
“Kamu masih bisa ke rumah kamu, tapi kamu tinggal bersama kami ya” Sinta memohon pada Nita
Nita tak tega untuk menolaknya, akhirnya Nita pun mengiyakan permintaan Sinta dan Aryo. Sebelum berpamitan pulang, Aryo memberikan amplop kepada Sulis sebagai rasa terima kasihnya, meski tidak banyak ia berharap Sulis mau menerimanya.
“Terima saja bu” bujuk Nita karna Sulis menolaknya
“Kami ikhlas kok, anggap saja sebagai tanda terima kasih kami kalau bu Sulis menolak kami akan sangat sedih” bujuk Sinta agar Sulis mau menerimanya
“Ya sudah saya terima mungkin ini rezeki untuk kami semua, sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih untuk ibu dan bapak, untuk kamu juga Nita. Jangan lupakan ibu tetap berkunjung ke sini jika ada waktu luang agar kami bisa melepas rindu” ujar Sulis
Nita memeluk Sulis “Pasti bu, aku tidak akan pernah melupakan ibu” ucap Nita
“Kalau begitu kami pamit dulu ya bu Sulis, Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
Aryo, Sinta dan Nita masuk ke dalam mobil. Aryo langsung melajukan mobilnya ke rumah, mereka mengobrol di dalam mobil karna banyak hal yang ingin Nita tanyakan dan juga ketahui pada keluarganya
*
“Ibu!” panggil Fifi
Dara langsung menghampiri Fifi ketika mendengar teriakan Fifi.
“Ada apa sih Fi, kenapa pakai teriak-teriak segala” omel Dara
“Lagian ibu dipanggil lama banget” sahut Fifi
“Tadi ibu lagi di dalam kamar, jadi wajar kalau tidak cepat ke sini”
Di rumah Fifi hanya ada tiga orang yaitu Fifi, Dara dan Surya. Orang tua Fifi kembali ke luar kota setelah pernikahan Fifi dan Surya, karna tugas papahnya belum selesai jadi sang istri juga harus ikut menemaninya.
Orang tua mereka juga mengizinkan Dara tinggal di rumah itu untuk sekalian membantu Fifi karna mereka tidak menyewa pembantu.
“Memangnya ada apa kamu panggil-panggil ibu?” tanya Dara
“Kita ke Mal, aku mau belanja, sekalian aku ajak ibu pasti ibu bosan kan di rumah. Tapi kalau ibu belanja hanya boleh 1 saja”
__ADS_1
“Bebar Fi? Tapi kenapa hanya 1 Fi?” Dara langsung berbinar ketika Fifi mengajaknya ke Mal namun ia tidak suka hanya boleh berbelanja 1 barang saja padahal ia sudah lama tak berbelanja jadi ia ingin bersenang-senang apalagi uang yang dipakai Fifi pastilah uang Surya.
“Kalau ibu tidak mau ya sudah aku mau ke Mal sendiri dan ibu tidak perlu ikut” Fifi hendak kembali ke kamarnya namun Dara langsung menghadangnya
“Ehh iya iya ibu mau”
“Dari pada tidak sama sekali” Dara membatin
“Ya sudah siap-siap setelah itu kita berangkat”
Mereka berdua pun mengganti pakaian dan berias.
Setelah itu mereka berangkat ke Mal.
Sesampainya di Mal, Fifi dan Dara langsung bergegas ke sebuah toko pakaian. Mereka berdua tengah asik memilih baju-baju yang pas untuk mereka. Setelah mendapatkannya mereka langsung pergi ke luar dan berganti ke toko sepatu dan sandal. Karna kesepakatan Dara hanya boleh membeli satu barang dan Dara sudah mengambil satu baju yang menurutnya bagus jadi ia tidak bisa ikut memilih sandal dan hanya mengikuti Fifi.
“Ini bu tolong bawakan” Fifi memberikan belanjanya pada Dara untuk dibawakan
Nita Fifi membawa Dara hanya untuk disuruh membawa barang belanjaannya agar ia tidak perlu repot-repot membawanya sendiri, dengan membelikan satu baju untuk Dara dan Dara harus membawa beberapa tas belanjaan milik Fifi.
“Jadi ibu tidak mau membawakannya? Ya sudah kalu tidak mau mana belanjaan ibu buat aku” Fifi hendak mengambil milik Dara, namun dengan sigap Dara menahannya agar tidak diambil oleh Fifi dan mau tidak mau Dara pun membawa barang belanjaan milik Fifi
“Ya sudah sini ibu bawakan” ucap Dara pasrah
Dari pada belanjaan satu-satunya diambil dan ia hanya percuma ke Mal lebih baik ia membawakan belanjaan milik Fifi yang tidak terlalu berat, pikir Dara.
Mereka pun keluar dari Mal, namun ketika baru saja keluar dari Mal Fifi dan Dara melihat Nita yang seperti sedang menunggu seseorang. Karna penasaran Fifi mengajak Dara untuk menghampiri Nita.
“Bu, itu bukannya Nita ya? Ngapain di sana, ayo kita samaperin bu” ajak Fifi
“Iya benar itu Nita, ya sudah ayo”
Mereka berdua mendekati Nita dan menyapanya.
“Waah ad yang lagi nunggu nih, kira-kira nunggu siapa ya? Atau jangan-jangan lagi nunggu gebetan barunya” ujar Fifi
“Gebetan? Memang ada yang mau ya sama janda begini” cibir Dara
__ADS_1
Nita masih enggan menanggapinya, karna jika ia terpancing maka hanya akan menimbulkan keributan dan bisa saja mempermalukan dirinya sendiri.
“Heh kamu tuli ya, kita lagi bicara sama kamu bukannya ngejawab” teriak Fifi
“Kamu bicara sama aku?” tanya Nita membuat Fifi kesal
“Dasar janda tidak tahu malu, palingan ke sini Cuma dibelanjain bosnya itu modal ngerayu sudah dapat yang tajir” Fifi masih terus membuat Nita emosi
“Kalau mau buka aib sendiri jangan di sini tidak malu didengar orang” sahut Nita
Bukannya Nita yang marah karna omongan Fifi tapi Fifilah yang marah karna Nita sudah menghinanya. Emosi Fifi semakin naik ketika Nita berkata seperti itu.
“Halah tidak usah mengelak deh kalau bukan ngerayu terus apa? Mana mungkin ada yang mau sama janda kayak kamu atau jangan-jangan kamu pakai pelet lagi agar pria-pria kaya terpikat sama kamu-“
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Fifi, Dara yang melihatnya terkejut. Ia tak menyangka menantu yang dulu tidak pernah melawan berani menampar Fifi.
“Kurang ajar kamu, berani-beraninya kamu menampar menantuku hah?!” bentak Dara
“Saya rasa anda bisa melihat sendiri siapa yang salah, tolong ajari menantu anda itu sopan santun agar tahu berbicara dengan orang” ucap Nita santai
“Oh jadi setelah bercerai dengan anak saya kamu jadi pembangkang seperti ini, untung saja Surya sudah bercerai dengan wanita seperti kamu” cibir Dara
Di tengah pertengkaran mereka ada mobil mewah yang berhenti tepat di depan mereka.
“Mobil siapa nih keren banget, apa ini mau jemput aku sama Fifi ya” Dara membatin
Pintu mobil terbuka, ada wanita paruh baya yang keluar dari mobil itu dan menghampiri Nita.
“Siapa wanita ini? Kenapa malah mendekati Nita” Fifi bertanya-tanya dalam benaknya
“Maaf ya sayang mamah lama ya” ucap Sinta
Nita memang sedang menunggu Sinta di depan Mal itu karna Sinta ingin menjemputnya sekalian ingin mengajak putrinya itu menghabiskan waktu bersamanya.
“Tidak mah, aku juga baru di sini kok” jawab Nita
__ADS_1