Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
63


__ADS_3

Sedangkan di rumah sakit, Nita dan Sukma menunggu Hengki yang belum membuka matanya.


“Kamu pulang saja dulu, biar tante yang jaga Hengki kamu kan sudah dari tadi malam istirahat dan ganti baju dulu” ujar Sukma


Sukma tak tega melihat wajah Nita yang terlihat kelelahan karna sudah menjaga Hengki semalaman. Meski Nita tidak mengatakan dirinya lelah tapi Sukma juga masih memikirkan Nita dan kasihan padanya.


“Iya tante nanti aku akan balik lagi ke sini” jawab Nita


“Kamu hati-hati ya”


Nita mengangguk, lalu ia keluar dan pulang ke rumahnya.


Plak


Sukma memukul lengan Hengki.


“Aduuh mamah apaan sih sakit tahu” keluh Hengki


“Biar saja kamu tidak lihat tadi kalau Nita kelelahan karna menjaga kamu semalam di sini”


“Mana aku lihat mah kan aku dari tadi memejamkan mata, lagian kenapa mamah pulang bukannya di sini biar Nita tidak kelelahan”


Plak


Sukma memukul lengan Hengki lagi “Bukannya kamu yang meminta mamah untuk pulang dan membiarkan kamu berduaan bersama Nita”


“Hehehe” Hengki hanya menunjukkan deretan giginya


Sedangkan Sukma geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya itu.


“Tapi aku senang mah semalam Nita mencuri kesempatan untuk pegang-pegang wajah aku dan dia juga sangat khawatir sama aku, aku semakin yakin kalau Nita suka sama aku dia hanya gengsi buat mengakuinya”

__ADS_1


“Terserah kamu sajalah, mamah mau ke luar apa kamu mau titip makan kamu juga belum makan”


Hengki hampir lupa kalau ia belum makan karna Nita menjaganya jadi ia tak mungkin makan saat ada Nita bisa ketahuan dia.


*


Sore harinya, Nita sudah berada di ruangan Hengki sedangkan Sukma harus pergi karna ada urusan dan ia menitipkan Hengki pada Nita.


Ceklek


Pintu terbuka, Nita menoleh untuk melihat siapa yang datang.


“Ngapain kamu di sini?” tanyanya sinis


“Aku hanya membantu tante Sukma untuk menjaganya” jawab Nita


“Aku sudah datang jadi lebih baik kamu pergi saja biar aku yang menjaga mas Hengki karna dia pacar aku” ucap Agnes


“Tapi aku sudah mendapat izin dari tante Sukma dan beliau juga yang menyuruh saya untuk menjaga mas Hengki” jawab Nita


Hengki yang mendengar keributan pun mendengar siapa yang datang, bahkan Hengki tak menyaka kalau Agnes bisa ke sini hanya untuk menemuinya. Benar-benar di luar perkiraan Hengki, ingin sekali ingin bangun dan menyuruh Agnes pergi namun itu tak mungkin dilakukan bisa-bisa Nita tahu kalau dirinya hanya pura-pura.


Tapi jika dibiarkan seperti pasti akan ada keributan apalagi diantara keduanya tak ada yang mau mengalah. Hengki jadi pusing sendiri dan hanya bisa berucap dan berdoa di dalam hatinya.


“Ngapain sih Agnes pakai ke sini segala, tahu dari mana dia kalau aku ada di rumah sakit. Kacau kalau seperti ini, Nita bisa benar-benar pergi kalau Agnes seperti ini. Mamah ke mana sih kenapa meninggalkan Nita coba, kalau tahu Agnes datang sudah aku suruh mamah untuk mencegahnya dan membiarkan aku bersama Nita di sini” ucap Hengki dalam hati


Ia hanya bisa menggerutu di dalam hatinya, bahkan ia berniat sampai ingin memarahi Agnes jika nanti sudah sadar karna sudah mengganggu dirinya dengan Nita.


Siapa dirinya berani-beraninya sampai datang ke sini dan mengaku pacar aku segala apa dia tidak ingat pada perjanjiannya, pikir Hengki.


“Tapi aku pacarnya jadi ku lebih leluasa dan berhak menjaganya” sahut Agnes tak mau kalah

__ADS_1


“Hanya pacar kan? Bukan istr bisa saja nnti kalian tidak berjodoh dan putusi” ucap Nita mengejek


“Kurang ajar siapa kamu berani berkata seperti itu” Agnes mulai terpancing emosinya karna ucapan Nita yang membuatnya kesal


“Sudahlah dari pada membuat keributan di rumah sakit, aku akan tetap di sini dan kalau kamu mau menjaga pacar kamu lebih baik diam dan jangan banyak bicara kasihan dia pasti terganggu” ucap Nita


“Kau...”


“Diamlah”


Nita berpindah ke sofa agar Agnes saja yang duduk di sana, ia tak mau nantinya beradu mulut lagi dengan perempuan itu. Niat dia ada di sini hanya untuk membantu Sukma menjaga Hengki karna Dina juga memintanya, Dina tak bisa ke rumah sakit karna ada tugas dan menginap di rumah temannya dan jaraknya lumayan jauh dari rumah sakit. Jadi Dina meminta bantuan Nita untuk menemani sang mamah agar tidak sendirian.


“Sayang kamu kenapa sampai seperti ini, kalau aku tahu dari kemarin pasti aku ke sini dari kemarin. Bisa-bisanya dia yang menjaga kamu” ucap Agnes memegang tangan Hengki


Ingin rasanya ia menarik tangannya dari genggaman Agnes tapi Hengki tak bisa melakukan itu.


“Apa dia sedang berakting? Tapi aku tidak memintanya saat ini tapi tidak apa-apa setidaknya Nita cemburu sat melihat ini dan pasti dia sedang kepanasan melihat kami” Hengki membatin


Hengki belum menyadari kalau Agnes menaruh rasa ke padanya, karna Hengki memang tak memikirkan tentang Agnes sedikit pun. Baginya Agnes hanyalah partner kerjanya untuk membuat Nita cemburu dan nantinya bisa mendapatkan Nita.


Berbeda dengan Hengki yang ternyata Agnes lebih berambisi mendapatkan Hengki seutuhnya, bukan hanya karna ketampanannya, namun juga karna Hengki bisa menjamin Hidup Agnes dan ia tak perlu memikirkan apa-apa lagi.


Entahlah bagaimana kalau Hengki tahu niat Agnes, mungkin saja Hengki akan membatalkan kerja sama dengan perusahaan papahnya dan Agnes akan jatuh miskin, selama Agnes tidak melakukan hal yang aneh-aneh dan membuat Hengki marah semua itu tak akan terjadi, tapi jika Agnes sudah melakukan semua itu pastilah dalam hitungan detik perusahaan itu akan gulung tikar.


Nita hanya mendengar ucapan Agnes tanpa mau menimpalinya karna Agnes juga tak mengganggunya jadi Nita tak mau ambil pusing, setidaknya Nita mau menunggu Sukma dan berpamitan setelah itu karna tadi Sukma sudah menitip pesan agar menjaga Hengki sampai ia kembali dan itu semua harus dilakukannya sebagai amanah.


Selang beberapa lama Nita menunggu Sukma, ia datang dan masuk ke dalam ruangan rawat Hengki.


Ceklek


Sukma melihat ada Agnes di sana, Sukma terkejut karna memang ia tak meminta Agnes datang ke sini. Pikirnya mungkin Hengki yang menyuruhnya untuk datang ke sini.

__ADS_1


Sukma menghampiri Agnes. Agnes langsung mendekati Sukma dan mencium punggung tangannya lalu menyapanya dengan semanis mungkin agar Sukma bisa menyukainya meski Sukma tahunya hanya pura-pura.


__ADS_2