Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
64


__ADS_3

“Tante sudah datang?” ujar Agnes


“Sebenarnya aku datang dari tadi, hanya saja ada urusan tadi ke luar jadi aku menitip Hengki pada Nita karna tak ada yang menjaganya dan Nita juga yang menjaga Hengki dari kemarin” jawab Sukma


Perkataan Sukma seakan mengisyaratkan Agnes tidak dibutuhkan di sini, hal itu tentu membuat Agnes kesal namun ia berusaha untuk tetap menunjukkan senyumnya agar Sukma tidak berpikir yang aneh-aneh.


“Iya tante, aku baru tahu kalau mas Hengki kecelakaan tadi jadi aku ke sininya sekarang maaf ya tante” ucap Agnes sekaan mengerti dengan ucapan Sukma


“Meski pun tidak ke sini juga tidak apa-apa lagian kamu juga hanya pura-pura pacaran dengan Hengki” ucap Sukma dalam hati


“Emm tante karna sudah ada Agnes di sini, aku mau pulang saja ya aku rasa Agnes bisa menjaga mas Hengki lebih baik aku pulang saja” ucap Nita


Sukma langsung menoleh ke arah Nita dan beralih menatap tajam Agnes, yang seperti mengartikan kalau Agnes lah yang harus pergi bukan Nita namun Agnes hanya diam saja sekaan tak peduli dengan tatapan Sukma.


“Kamu di sini saja Nita temani tante di sini, walaupun ada Agnes juga tidak masalah siapa tahu nanti Hengki bangun dan mencari kamu atau tante jadi kamu tetap di sini ya”


Nita bingung harus bagaimana, sebenarnya ia ingin pulang karna sudah ada Agnes yang menurutnya jika Hengki nanti bangun akan lebih senang karna Agnes ada di sampingnya, tapi kenapa Sukma berkata seperti itu seakan ia berharap Nita yang dicari oleh Hengki padahal sudah jelas-jelas ada Agens sebagai kekasih Hengki.


Setahu Nita juga hubungan Agnes dengan Sukma terlihat baik-baik saja, Nita ingat betul waktu ia makan malam di rumahnya saat itu Sukma terlihat biasa saja meski ada Agnes, Nita pikir tak mungkin kalau Sukma tak menyukai Agnes, atau ada sesuatu diantara Agnes dan Sukma jadi Sukma berkata seperti itu.


Sedangkan Agnes hanya menggerutu di dalam hatinya karna jelas sekali dari perkataan Sukma kalau yang diinginkan adalah Nita bukan dirinya, namun Agnes tak memperdulikan itu selama ia masih bisa dekat dengan Hengki semua itu tak masalah baginya. Yang penting Hengki masih menganggapnya pacar walau hanya pura-pura saja.


“Tapi tan, tidak terlalu ramai kalau kita berada di sini semua belum lagi nanti Dina akan ke sini, takutnya jadi pengap karna terlalu banyak orang di sini” ucap Nita


“Tak masalah nanti aku suruh Dina langsung pulang saja dan tidak perlu ke sini sekarang jadi kamu tetap di sini tidak boleh pulang, aku juga sudah menghubungi mamah kamu dan meminta izin agar kamu bisa di sini untuk menemani tante”

__ADS_1


Entah alasan apa lagi yang harus Nita cari, sepertinya dirinya memang harus berada di sana dan menunggu Hengki sadar. Nita berharap Hengki segera sadar dan kembali pulih seperti sebelumnya.


Sukma dan Nita sesekali bercerita untuk membuang rasa bosan karna memang tak ada yang bisa dilakukan selain mengobrol. Sedangkan Agnes yang seperti orang asing karna tidak diajak mengobrol dan tidak duduk di sofa bersama mereka hanya mendengus kesal mendengarkan obrolan Nita dan Sukma yang terlihat asik dan tak mempedulikannya.


“Kalau begini aku seperti nyamuk di sini, huh sabar Agnes sabar kalau nanti Hengki bangun aku akan mencoba mendekatinya dan membuat dia melupakan si janda itu lalu bersama aku, aku yakin Hengki hanya pura-pura tak tertarik padahal sebenarnya ia sangat tertarik, siapa sih yang tidak tertarik dengan aku badan aku yang seksi dan juga aku cantik masih kalah jauh si Nita itu sama aku tak ada yang tak terpikat dengan aku” ucap Agnes menenangkan dirinya sendiri.


Karna Hengki juga merasa bosan dan penasaran dengan situasi saat ini jadi ia memilih untuk membuka matanya dan pura-pura baru sadar.


Agnes yang melihat Hengki membuka mata langsung senang dan ingin memanggil dokter agar Hengki diperiksa.


“Mas Hengki sudah sadar aku panggilkan dokter ya”


Agnes hendak pergi namun ditahannya agar ia tak pergi memanggil dokter.


“Kenapa mas, kenapa tangan aku ditahan aku mau panggil dokter agar kamu diperiksa dulu” ucap Agnes


Agnes dengan sigap mengambilkan air untuk Hengki.


Sukma dan Nita pun langsung mendekati Hengki untuk melihat keadaannya.


“Akhirnya kamu sadar juga, awas dong aku mau lihat anak aku” Sukma menyuruh Agnes minggir


Kemudian Sukma mendekati Hengki, namun Sukma menarik Nita agar berada di sampingnya bukan Agnes. Agnes hanya mendengus kesal karna perlakuan Sukma yang seakan tak menginginkan kehadirannya.


“Iya mah, Nita kamu di sini juga” ujar Hengki pura-pura terkejut

__ADS_1


Nita yang ditatap oleh Hengki dan Sukma pun hanya tersenyum kikuk. Karna tak kunjung menjawab, Sukma yang menjawab ucapan Hengki.


“Iya Ki, Nita yang menjaga kamu dari kemarin. Semalaman juga dia yang menjaga kamu, kamu harus berterima kasih sama dia sudah capek-capek loh” ucap Sukma


Hengki tersenyum pada Nita, Nita yang melihat Hengki tersenyum membalas senyuman Hengki.


“Terima kasih ya Nit, sudah menjaga aku. Aku berhutang nih sama kamu pokoknya kalau aku sembuh aku akan mengajak kamu jalan-jalan dan makan bareng sebagai tanda terima kasih dan kamu harus mau karna aku tidak menerima penolakan” tegas Hengki


Nita melirik Agnes yang menatapnya tajam, sebenarnya ia tak enak namun karna Sukma sudah menjawab terlebih dahulu akhirnya Nita hanya bisa mengiyakan ajakan Hengki.


“Iya benar Nita, kamu mau saja porotin saja si Hengki ini” ujar Sukma


Nita menganggukkan kepalanya pertanda iya.


“Oh iya ada Agnes aku hampir tidak ingat” ucap Hengki


Tatapan Hengki beralih pada Agnes namun seakan memiliki arti lain yaitu mengusirnya karna saat ini Hengki tidak membutuhkannya.


Agnes seakan mengerti langsung berpamitan karna tak mau nantinya membuat Hengki marah padanya dan rencananya gagal.


Setelah kepergian Agnes, Sukma merasa senang.


“Akhirnya pergi juga dia, kenapa tidak dari tadi saja perginya sih” ucap Sukma dalam hati


Mereka bertiga mengobrol, Nita juga menanyakan keadaan Hengki dan apa yang dirasakan olehnya. Karna Sukma mengerti situasi ini, Sukma beralasan ingin pulang karna Dina sudah pulang dan ia juga ada urusan karna hari juga mulai gelap. Sukma meminta Nita menjaga Hengki lagi.

__ADS_1


Nita tak keberatan sama sekali, kalau semalam ia hanya sendiri dan tak ada teman mengobrol, sekarang ada Hengki yang sudah sadar jadi Nita tak terlalu bosan dan cepat mengantuk. Mereka mengobrol pun terus mengobrol.


__ADS_2