Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
51


__ADS_3

Nita hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Surya.


“Kamu sadar mas, kamu sudah menikah aku rasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi. Sekali lagi aku peringatkan kamu mas jangan pernah membawa masalah pribadi dalam perusahaan ini, sekarang kamu harus ingat kalau aku ini atasan kamu. Aku berusaha menghargai kamu sebagai karyawan, jadi mulai saat ini biasakan bahasa yang sopan.” Tegas Nita


“Saya permisi pak Surya” Nita meninggalkan Surya yang masih diam di tempatnya


Sedangkan Surya hanya menatap kepergian Nita, tanpa berniat mengejarnya. Wajar jika Nita marah padanya, hal yang dilakukan padanya membuat hatinya sakit.


Hari demi hari berlalu, kehidupan Surya semakin tak karuan. Fifi yang selalu menuntut uang darinya membuat Surya pusing, bahkan kedua orang tua Fifi juga melakukan hal yang sama pada Surya. Perdebatan yang selalu terjadi antara dirinya dan Fifi membuat Surya malas pulang ke rumahnya.


Surya selalu pulang larut malam hanya untuk menghindari perdebatan antara dirinya dan Fifi. Tapi pagi harinya pasti ada saja keributan yang disebabkan oleh ibunya dan juga mertuanya. Mulai dari mereka yang saling menyuruh memasak, membersihkan rumah dan lainnya. Surya tak mendapatkan ketenangan ketika pulang. Padahal ia ingin setelah pulang kerja istirahat, tapi bukannya tambah tenang dan lelahnya berkurang tapi malah tambah pusing.


Tak ada pilihan lain yang dilakukan Surya untuk mendapatkan uang lebih, gajinya yang menurutnya sudah cukup untuk kebutuhan dapur kini malah selalu dianggap kurang oleh Fifi.


*


Aryo sekarang sudah memasrahkan urusan perusahaan pada Nita sepenuhnya. Aryo merasa Nita sudah cukup mengerti dan bisa menjadi seorang pemimpin dalam perusahaannya. Setelah Nita yang memegang alih perusahaan, Aryo melihat perkembangan perusahaan semakin meningkat. Senua itu karna usaha yang dilakukan oleh Nita.


“Nanti malam kita akan makan malam dengan tante Sukma, kamu ikut ya sayang. Sudah lama tante Sukma mau ketemu sama kamu karna kamu sibuk jadi baru sekarang yang sempat” ujar Sinta

__ADS_1


“Iya mah” jawab Nita


“Tapi kamu tidak keberatan kan, karna ada Hengki juga” ucap Sinta


Nita baru sadar kalau Sukma adalah mamahnya Hengki, jadi nanti malam ia akan bertemu dengan Hengki lagi setelah hampir beberapa hari ini ia tak pernah bertemu karna urusan perusahaan membuat dirinya seperti tak ada waktu.


Sinta melihat Nita yang bengong, entah sedang memikirkan apa.


“Gimana sayang?” tanya Sinta


Nita tersentak “Iya tidak apa-apa kok mah, lagian kan dia juga pernah jadi atasan aku sekarang” ucap Nita


“Apa hanya atasan tidak lebih?” goda Aryo


“Status bukanlah halangan, memangnya kenapa kalau kamu janda? Mungkin benar status janda banyak di cap negatif oleh masyarakat tapi kan juga tergantung perilakunya sendiri kalau kita menjaga diri kita masyarakat juga segan sama kita, jadi kamu jangan minder hanya karna status janda yang sudah kamu sandang. Bukan kah janda lebih baik dari pada bertahan tapi hanya menyakiti hati kita” ujar Sinta


Benar status janda menjadi stigma negatif di kalangan masyarakat. Semua itu juga karna perilaku dan tingkah dari seseorang sehingga bisa membuat semua orang dicap buruk, padahal tidak semua orang punya sifat dan sikap yang sama. Asal bisa menjadi tingkah kita, pasti masyarakat juga akan berpikir ulang kecuali orang yang sudah tidak punya pemikiran dan selalu berpikir buruk.


“Sudahlah kalau memang nanti berjodoh juga akan bersama” sambung Sinta

__ADS_1


“Iya, mamah kamu benar Nita, tapi kalau bisa sih berjodoh agar kita bisa semakin dekat. Kita bisa membicarakan dengan Sukma nanti kalau kamu mau” ucap Aryo


“Papah, aku tidak suka sama mas Hengki. Lagian sekarang aku mau fokus sama perusahaan aja, aku sudah tidak terlalu memikirkan urusan cinta kalau memang masih ada laki-laki yang mau menerima aku ya alhamdulillah tapi kalau tidak ada ya sudah”


“Sudah pah jangan digoda terus anaknya, lihat tuh pipinya sudah merah kayak tomat” ucap Sinta


“Mana ada, mamah bohong”


Mereka selalu berkumpul saat waktu senggang, untuk menebus hari-hari yang sudah ia lewati karna terpisah.


Di usia yang sudah tidak muda lagi, Nita tidak mau memikirkan hal-hal yang aneh-aneh. Kalau pun memang masih ada laki-laki yang tulus menerima dirinya pastilah Nita akan terima kalau ia bisa menerima kekurangannya dan yang pasti keluarganya bisa merestui dan bisa menerimanya.


Bukan seperti sebelumnya, ia terlalu terlena dengan perasaannya sehingga ia tidak terlalu memikirkan kehidupan seperti apa jika sang ibu mertua tidak bisa menerima dirinya.


Terkadang cinta bisa membutakan segalanya, menutup mata dan logika. Nita akui ia dulu sangat mencintai Surya karna itu ketika Surya menintanya bertahan dan akan membujuk sang ibu agar memberi restu, Nita pun menyetujuinya. Ia tak pernah mengira kalau Dara akan terus tak menyukainya.


Seseorang akan luluh jika kita tahu sikap kita, sudah dekat dan mengobrol lebih dalam. Tapi sepertinya itu tak berlaku untuk Dara. Entah karna apa ia tak pernah menyukai Nita selama menjadi menantunya. Padahal Nita selalu bersikap baik pada Dara, bahkan semua yang ia perintahkan selalu Nita turuti, asal Nita bisa dekat dan mengambil hati Dara. Tapi semua itu tak berhasil sampai Nita harus berpisah dengan Surya.


Tak ada yang ingin berpisah dan membiarkan rumah tangganya hancur, tapi tak ada juga yang bisa mencegah takdir yang diberikan oleh Tuhan. Begitu pun Nita, sebisa mungkin ia mempertahankan rumah tangganya meski ada yang datang untuk menghancurkannya. Terbukti, Surya yang gegabah mengambil keputusan saat dirinya dalam keadaan emosi hanya akan tersisa penyesalan. Memang benar kalau penyesalan itu selalu datang di akhir.

__ADS_1


Surya masih ingin mempertahan Nita, namun ia sudah menikahi Fifi meskipun hanya secara siri. Andai saja ia tak mengutamakan emosi, andai saja ia tidak gegabah mengambil keputusan, andai, andai dan andai saja itulah yang saat ini Surya pikirkan. Tapi semua sudah berlalu dan ia pun sudah tidak ada hubungan apapun dengan Nita. Berandai-andai pun sudah tak ada gunanya karna semua tak akan terulang kembali seperti dulu.


Ibarat kaca yang sudah pecah, tak akan kembali utus meskipun ditempel dengan cara apapun. Seperti itulah perasaan Nita saat ini, sakit hatinya masih belum terobati itulah mengapa ia tidak ingin bertemu dengan Surya karna takut menambah luka yang ada di hatinya. Jika hanya memaafkan Nita masih bisa tapi untuk kembali, Nita sudah tak mau lagi.


__ADS_2