
“Sudahlah lebih baik kamu pulang, aku akan pulang ke rumah nanti dan kita bicarakan semua ini nanti setelah aku sudah pulang”
Tak mau tambah pusing karna kelakuan Fifi yang tiba-tiba datang ke perusahaannya, lebih baik Surya ingin meminta maaf pada Nita. Ia mendatangi ruangan Nita dan mengeruk pintunya.
Tok tok tok
“Masuk” ujar Nita
Surya masuk ke dalam ruangan Nita, Nita sedikit terkejut melihat Surya yang datang ke ruangannya. Nita menduga bahwa ia ke ruangannya untuk membahas masalah tadi.
“Ada apa?” tanya Nita langsung
“Aku ke sini mau minta maaf atas perlakuan Fifi tadi, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa ke sini. Aku memang pergi dari rumah dan beberapa hari ini tidak menghubungi Fifi, mungkin karna itu juga dia mencari aku ke sini, aku minta maaf ya” ujar Surya
Nita tidak mau membahas masalah ini di kantor, tapi kejadian tadi membuat karyawan kantor melihat kejadian tadi. Bukannya Nita tak mau agar karyawan tahu kalau Surya adalah mantan suaminya, Nita hanya takut nantinya akan membuat karyawannya beranggapan lain karna masalah rumah tangganya.
*
Sinta dan Aryo sedang berada di ruang tamu, tak lama Nita pun masuk dan menghampiri mereka.
“Mamah sama papah lagi ngapain kok kayaknya serius banget” ujar Nita
Sinta dan Aryo menoleh ke arah Nita, untung saja pembahasan mereka sudah selesai jadi Nita tak mendengarnya.
“Kami lagi ngobrol saja kok, oh iya nanti kita ke rumah Hengki ya untuk makan malam mereka tadi menghubungi mamah untuk ke sana” ujar Sinta
Melihat reaksi Nita yang hanya diam saja, Sinta dan Aryo saling pandang entah apa yang sedang dipikirkan oleh Nita sehingga dia tak merespons ucapan Sinta.
“Kamu baik-baik saja kan?” tanya Aryo
“Iya pah, kalo gitu aku langsung ke kamar”
Sinta dan Aryo mengangguk, Nita pun masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Kini sudah pukul 6 Sinta dan Aryo sudah selesai bersiap-siap mereka menunggu Nita di ruang tamu.
“Tumben Nita lama ya pah, apa dia ketiduran?”
“Coba kamu cek mah”
Sinta pun mengetuk pintu kamar Nita “Nita, kamu sudah siap?” ujar Sinta dari balik pintu
Nita yang sedang memoleskan make up langsung menjawab Sinta “Iya mah sebentar lagi selesai”
Make up yang tipis dengan dress yang digunakan oleh Nita membuat dirinya terlihat cantik, penampilan yang selalu ia tunjukkan agar orang yang melihatnya terkesan.
Kreek
Pintu terbuka, Nita keluar dari kamarnya.
“Kamu cantik banget malam ini Nit” puji Sinta melihat penampilan Nita
“Mamah bisa saja, aku juga biasa seperti ini kenapa baru sekarang mamah mujinya” Nita merespons pujian Sinta biasa saja karna menurutnya setiap hari juga ia seperti ini hanya karna malam ini ia memakai make up jadi sedikit berbeda
Nita tersenyum mendengar ucapan Sinta.
Mereka bertiga pun berangkat ke rumah Hengki. Selama perjalanan Aryo bertanya tentang perusahaan.
Sesampainya di rumah Hengki, mereka bertiga disambut oleh Sukma. Namun pandangan Nita malah terfokus pada seseorang yang sedang duduk di dekat Hengki. Nita tidak pernah melihatnya apa mungkin keluarga Hengki, tapi seingatnya ia hanya punya adik. Nita bertanya-tanya dalam benaknya namun ia tetap berusaha terlihat biasa saja.
“Waah kamu cantik banget Nita, ayo duduk” ucap Sukma
Mereka pun duduk dan mengambil hidangan yang ada di depannya sambil mengobrol.
“Sepertinya ada yang baru yang Sukma” Sinta melirik wanita di sebelah Hengki sesekali melihat tanggapan Nita
Nita yang juga penasaran dengan wanita di sebelah Hengki meliriknya dan hanya diam mendengarkan obrolan Sukma dan Sinta.
__ADS_1
“Oh iya aku lupa belum mengenalkan Agnes sama kalian. Agnes kenalkan ini teman tante namanya Sinta dan Aryo dan itu anaknya Nita, dia Agnes pacarnya Hengki baru beberapa hari mereka pacaran tapi Hengki sudah yakin dengannya” ucap Sukma
Nita yang mendnegarnya tersedak “Uhuuk uhuuk uhuuk” Nita langsung mengambil air untuk diminumnya
“Pelan-pelan Nit, kamu kenapa tersedak seperti itu?” tanya Sinta
Tanpa diketahui Nita, Hengki mengulas senyum karna melihat ekspresi Nita ketika mamahnya mengenalkan Agnes sebagai kekasihnya.
“Tidak apa-apa mah” jawab Nita
“Sepertinya kalian cocok ya, dan Agnes juga cantik pantas saja Hengki tertarik sama kamu” ucap Aryo
“Terima kasih om” jawab Agnes malu-malu
Nita memutar bola matanya dengan malas ketika papahnya memuji Agnes. Nita merasa Hengki kali ini tak meliriknya sama sekali, apa karna ia sudah memiliki kekasih atau dia memang sengaja untuk memanas-manasi Nita karna Nita tak kunjung menerimanya sehingga ia berpindah haluan untuk mencari wanita lain.
Ketika Nita masih sibuk dengan pikirannya, semua orang sedang asik mengobrol tentang hubungan Hengki dan Agnes.
“Kapan akan kalian resmikan? Jangan lama-lama loh tidak baik bisa saja nanti diambil orang kalau kelamaan” goda Aryo
Nita mendengar ucapan Aryo semakin tidak tenang, entah perasaan apa yang sedang dirasakan oleh Nita, apa benar dia cemburu dan tak mau melihat Hengki dengan orang lain, atau hanya karna Hengki pernah menyatakan perasaannya lalu ia mencari wanita lain.
“Iya om, nanti kalau sudah pasti tanggalnya pasti aku kirim ke rumah om” jawab Hengki menunjukkan senyumnya
“Dengar-dengar orang tua Agnes ini juga pengusaha ya dan kebetulan perusahaan om bekerja sama dengan perusahaan papah kamu” ujar Arto
“Iya om, aku juga kadang bantu papah sekali-kali belajar buat nanti megang perusahaan papah kasihan juga papah sudah capek katanya ngurus perusahaan sendiri” ujar Agnes
“Waah bagus itu, memang seharusnya sebagai anak begitu kalau bukan anak yang meneruskan perusahaan milik orang tuanya lagi tidak mungkin dikasih ke orang kan”
Mereka tertawa bersama karna candaan yang dibuta oleh Aryo, hanya Nita yang tidak menunjukkan tawanya.
Suasana ini sangat tidak menyenangkan bagi Nita, mereka asik bercanda dan mengobrol sedangkan dirinya hanya sesekali menimpali ucapan mereka karna namanya yang disebut. Dirinya seperti orang asing, itu hanya perasaan Nita saja. Padahal ia bisa saja ikut menimbrung ucapan mereka, namun karna dari awal sudah tak nyaman jadi Nita memilih diam.
__ADS_1
Setelah menghabiskan makanannya, mereka berpamitan untuk pulang.
Selama perjalanan Nita tak banyak bicara padahal Sinta dan Aryo mengajaknya mengobrol dan membahas tentang Hengki dan Agens. Namun tanggapan Nita hanya deheman dan ‘iya’. Tentu saja hal itu membuat Sinta dan Aryo tersenyum melihat reaksi Nita seperti ini, karna rencananya akan berhasil andai saja mereka melakukan hal ini dari kemarin-kemarin pasti sekarang Nita sudah mengakui perasaannya.