Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
52


__ADS_3

Malam harinya, Aryo, Sinta dan Nita sudah bersiap untuk menyambut keluarga Hengki. Mereka sudah menyiapkan makanan untuk malam ini.


Nita yang memakai drees warna abu-abu menambah kecantikannya, dengan make up yang simple.


Kini Hengki, Sukma beserta adiknya sudah sampai di rumah Sinta. Mereka langsung masuk dan disambut oleh Aryo, Sinta dan Sukma.


“Selamat malam Sin” sapa Sukma


“Selama malam, ayo duduk kita makan malam sambil ngobrol” ucap Sinta


Mereka pun duduk dan sambil mengobrol.


“Jadi ini Nita Sin? Waah ternyata kamu cantik ya. Mamah kamu sering cerita tentang kamu dana sekarang Tante baru bisa ketemu sama kamu” ujar Sukma


“Iya tante” ucap Nita tersenyum


Hengki sesekali melirik ke arah Nita, Dina yang kebetulan melihat ke arah kakaknya pun melihat kalau Hengki curi-curi pandang ke arah Nita. Dina membisikkan sesuatu pada Hengki.


“Jangan dilihat terus kak kalau suka langsung lamar” bisik Dina


Hengki tersadar kalau Dina tahu dirinya sedang melirik Nita “Apaan sih anak kecil sok tahu mending makan tidak usah ikut campur” omel Hengki


“Yee dikasih tahu malah ngomel kayak gitu nanti keduluan orang baru tahu rasa, malah nangis-nangis di pojokan. Jangan minta bantuan sama aku” ledek Dina


“Sudahlah diam, birisik”


Dina pun melanjutkan makannya, sedangkan Sinta, Aryo dan Sukma masih mengobrol.


“Oh iya katanya Nita pernah bekerja di perusahaannya Hengki ya, berarti sebenarnya Nita dekat dengan kita hanya saja kita tidak tahu kalau Nita adalah anak kamu yang selalu dicari” ujar Sukma

__ADS_1


“Iya ya kita juga baru sadar, mungkin jalannya memang kayak gini. Oh iya gimana sama Hengki sudah ada calon nih” tanya Sinta


Hengki yang sedang makan hampir tersedak karna pertanyaan Sinta.


“Entahlah Sin, anak aku ini malah ngurusin kerjaan terus sampai tidak sempat cari calon mantu” jawab Sukma


“Seandainya anak kita jodoh ya pasti kita bisa lebih dekat lagi, tapi sayangnya Hengki tidak suka sama Nita” goda Aryo


Ya ini adalah salah satu trik yang dilakukan Sinta, Sukma dan Aryo agar kedua orang berlawanan jenis ini bisa menyadari perasaannya. Entah karna malu atau memang Nita tidak menyukai Hengki. Hanya mereka yang bisa memahami perasaan yang sedang dirasakan keduanya.


“Iya benar juga kamu Aryo, tapi biarlah Nita nyari laki-laki lain kalau sama anak aku nanti malah dianggurin karna sibuk bekerja bukannya bahagia malah menderita karna sering ditinggal” ujar Sukma


Sinta sudah menceritakan semuanya pada Sukma. Tentang status yang saat ini sudah disandang oleh Nita, serta rumah tangga yang membuatnya hancur dan tidak bisa dipertahankan. Awalnya Sukma sempat kaget, namun ia bisa menerima semuanya karna memang semua ini bukan salah Nita.


Jika dirinya sedang berada di posisi Nita mungkin Sukma akan melakukan hal yang sama, mengambil keputusan yang tepat agar tidak lagi tersakiti. Apalagi dengan kehadiran orang ketiga di dalamnya, perlahan-lahan pasti akan retak juga. Mungkin masih bisa diperbaiki tapi kalau sudah membuka hati untuk yang lain sepertinya akan susah, dan bisa jadi akan mengulangi lagi.


“Iya om, tante lebih baik cari calon yang lain, kalau sama kak Hengki pasti hidupnya tidak akan bahagia” sambung Dina


Sedangkan Dina yang ditatap hanya cuek saja tak peduli dengan tatapan tajam sang kakak yang seperti ingin memakan dirinya. Dina sengaja berkata seperti itu untuk memanas-manasi Hengki, biar saja kalau nanti marah yang penting ia bisa membuat Hengki seperti kebakaran jenggot


“Mamah sama Dina apaan sih, biasanya anaknya itu dibanggain biar ada yang mau ini malah dijatuhin, nanati ngomel disuruh cepat-cepat cari mantu tapi kalau ada yang cocok malah dijelek-jeleikin, kalau anaknya tidak laku tahu rasa” ucap Hengki kesal


Sukma dan Dina senyum karna membuat  Hengki secara tidak langsung mengakui perasaannya. Sedangkan Nita dari tadi hanya diam tanpa berniat menyahuti mereka karna ia memang tidak tahu harus menjawab apa.


“Waah ada yang cocok ya kak, bak Nita kayaknya ada yang sudah mengakui perasaannya nih” ledek Dina


Hal itu membuat Hengki malu, bisa-bisanya ia tak sadar dengan apa yang diucapkan tadi. Malu, itulah yang sedang dirasakan oleh Hengki, padalah ia masih memberi Nita waktu agar menyadari perasaannya. Tapi mamah dan adiknya malah membuat ia mengakui semuanya di depan Sinta dan Aryo.


“Kalau seperti ini kita bisa besanan beneran Nih Sukma, tapi kalau yang ini belum tahu deh” goda Aryo

__ADS_1


“Papah, bukannya aku sudah membahasnya tadi” ujar Nita


“Sudah-sudah biarkan itu urusan Nita dan Hengki saja, mereka sudah malu tuh kayak kepiting rebus” ucap Sinta menyudahi ledekan mereka


Akhirnya mereka berhenti menggoda Nita dan Hengki, mereka membahas hal lain karna memang Hengki dan Nita sudah sangat malu terlihat dari pipinya yang sudah merah.


Setelah makan malam selesai, Sukma berpamitan untuk pulang.


“Kami pamit ya Sin, terima kasih makan malamnya. Lain kali kalian yang datang ya. Oh iya Nita main-main ke rumah ya, tante masih pengen ngobrol banyak sama kamu” ujar Sukma


“Iya sama-sama Ma, nanti kita atur waktunya ya” ucap Sinta


“Iya tante, nanti aku main ke rumah tante” jawab Nita tersenyum


“Ayo mah, aku ngantuk” ajak Dina


“Dasar bocah tengil tidur terus kerjaannya” omel Hengki


“Ye biarin  wwlee”


Melihat Dina dan Hengki, Nita tersenyum. Ia memang tidak memiliki saudara tapi saat di panti ia merasakan memiliki saudara.


“Maaf ya Nit, mereka memang kayak gitu kalo sudah ketemu tapi kalo salah satunya tidak ada dicariin” ujar Sukma


“Iya tante tidak apa-apa kok”


Sepertinya setiap saudara akan seperti itu, kalau sudah bertemu seperti kucing dan tikus tapi kalau tidak ada terasa sepi dan dirindukan, mungkin itu yang disebut darah lebih kental dari pada air.


Nita rindu dengan anak-anak panti, sudah lama ia tidak ke sana semenjak pertemuan dengan orang tuanya, dan sekarang ia juga sibuk dengan pekerjaan.  Meski ia tak sempat berkunjung, ia tak pernah lupa untuk membagi rezeki untuk mereka di sana. Meski sekarang sudah tidak lagi tinggal di sana, namun Nita tak akan pernah melupakan semua, karna Nita bisa tetap merasakan memiliki keluarga ketika sedang di panti.

__ADS_1


Mereka bertiga pun pulang karna waktu juga hampir larut malam, karna keasyikan mengobrol jadi lupa waktu. Tak lupa Hengki menyalami Nita saat pulang, entah kenapa terasa canggung padahal ini bukanlah yang pertama bagi Hengki dan Nita.


__ADS_2