
Keesokan harinya, Aryo, Sinta dan Nita sedang berada di meja makan untuk sarapan.
“Bagaimana semalam?” tanya Sinta
“Apanya yang bagaimana mah?” Nita balik bertanya
“Kamu ini pura-pura tidak mengerti, kencan kamu dengan Hengki bagaimana? Apa ada kemajuan?” tanya Sinta
“Tadi malam bukan kencan mah, kami hanya makan malam saja” jawab Nita
Bagi Nita semalam bukanlah kencan, hanya ucapan terima kasih dari Hengki yang telah menjaganya saat sakit.
Sinta dan Aryo hanya tersenyum mendengar jawaban Nita, tentu saja mereka tahu kalau putrinya itu tidak akan mengakuinya. Sinta paham sebagai sesama perempuan, luka yang belum lama Nita rasakan belum kering, tak mungkin Nita membuka hati lagi meski pada kenyataannya luka itu perlahan mengering karna kehadiran seseorang yang telah menyembuhkannya.
Nita hanya perlu waktu untuk bisa menerima semuanya dan percaya kalau Hengki serius padanya. Biar Hengki yang membuktikan kalau ia tak akan menorehkan luka lagi bagi Nita. Agar Nita nantinya juga bisa kembali bahagia.
“Aku berangkat ya mah” pamit Nita
Namun ketika Nita hendak keluar ia melihat mobil yang baru datang di depan rumahnya. Mobil yang tak asing dan baru semalam ia menaikinya.
Hengki sengaja menjemput Nita pagi ini, setelah mendapat respons yang baik Hengki akan terus berjuang untuk mendapatkan hati Nita sepenuhnya dan mengisi hati yang sudah kosong itu. Dengan mendekati Nita setiap hari mungkin cara itu bisa sedikit berhasil karna rasa itu dimulai dari nyaman.
Hengki akan membuat Nita nyaman dulu barulah ia akan membuat Nita bisa melihat kalau dirinya tulus dan akan membuktikan kalau ia tak sama dengan mantan suaminya itu. Hengki akan membuat Nita hidup bahagia tanpa merasakan sakit lagi.
“Ngapain dia ke sini?” gumam Nita
Tin tin
Hengki turun dari mobilnya dan mendekati Nita.
Sinta dan Aryo yang mendengar suara klakson mobil pun ke luar untuk melihatnya.
“Loh Hengki, tumben mampir ke sini” ucap Aryo
“Selamat pagi om, tante” sapa Hengki
“Mau jemput Nita ya?” tebak Sinta
Nita yang disebutpun hanya diam mendengarkan saja.
__ADS_1
“Iya tante” jawab Hengki
“Aku bawa mobil sendiri, lagian ngapain pakai jemput segala biasanya juga aku pakai mobil dan kita juga tidak satu kantor” omel Nita
“Tapi satu arah kan? Sudah ayo berangkat nanti malah telat. Bos tidak boleh memberi contoh yang tidak baik, kalau sampai telat pasti karyawannya akan mencontohnya” ucap Hengki
“Sudah ikut saja, jarang-jarang kalian berangkat bareng” ucap Aryo
Mau tak mau Nita masuk ke dalam mobil Hengki. Entah ada angin apa Hengki menjemputnya padahal semalam ia tak mengatakan kalau ia akan datang dan menjemputnya.
“Lain kali tidak perlu pakai jemput segala, nanti ada yang panas lagi” ucap Nita
“Sepertinya kamu yang panas, perasaan aku tidak apa-apa tuh. Papah kamu juga mengizinkan aku buat jemput kamu” jawab Hengki
“Terserah kamu sajalah berdebt pun percuma saja” Nita akhirnya mengalah dan memilih diam
Hengki hanya tersenyum menanggapi ucapan Nita.
Sesampainya di kantor Nita turun dan mengucapkan terima kasih pada Hengki, ia masuk ke dalam sedangkan Hengki melajukan mobilnya ke perusahaannya.
Di sana sudah ada Agnes yang menunggu karna Hengki menyuruh untuk datang ke perusahaannya.
“Ada apa mas Hengki menyuruhku untuk datang ke sini?” ucap Agnes dengan nada lembut
“Urusan kita sudah selesai” jawab Hengki
“Hah?!” Agnes tak mengerti
“Urusan kita sudah selesai jadi kamu tidak perlu berpura-pura jadi pacar aku, dan untuk di rumah sakit kemarin aku tidak menyuruhmu datang. Tak apa aku tidak akan mempermasalahkan, tapi mulia sekarang kita sudah tidak ada urusan lagi, silakan kamu pergi dan jangan menemuiku lagi” jelas Hengki
Hal itu tentu membuat Agnes tak terima, namun ia tak mau gegabah dengan marah-marah karna semua itu akan percuma jika dilakukannya.
Agnes berjalan mendekati Hengki, ia berjalan dengan melenggak lenggokkan tubuhnya. Agnes sengaja memakai pakaian cukup seksi karna ia akan bertemu dengan Hengki. Agnes berpikir kalau Hengki akan tergoda karna melihat tubuhnya.
“Kenapa mas Hengki begitu, padahal aku mau saja kalau kita masih bisa terus bertemu” Agnes terus mendekati Hengki
Saat Agnes hendak duduk di meja Hengki, Hengki malah mendorong tubuh Agnes sehingga Agnes terjatuh.
“Awww” Agnes meringis karna pantatnya mendarat lebih dulu di lantai
__ADS_1
“Berani kamu!” bentak Hengki
Agnes yang mendengar suara Hengki mendadak menciut, entah keberaniannya tadi pergi ke mana saat Agnes mencoba untuk menggoda Hengki.
“Kamu sudah bermain-main dengan aku, jadi terima akibatnya” ucap Hengki menatap Agnes dengan tajam
Hengki mengambil ponselnya lalu menghubungi asistennya.
“Batalkan kerja sama antara Himari Grup” Hengki memutuskan sambungan teleponnya
Agnes yang mendengar nama perusahaan papahnya langsung memohon agar Hengki tidak membatalkan kerja samanya. Pasti perusahaan papah Agnes langsung bangkrut dan yang pasti Agnes akan menjadi sasaran papahnya karna sudah mencari masalah dengan Hengki.
“Mas aku mohon jangan batalkan kerja samanya, aku minta maaf” Agnes terus memohon dengan tersedu-sedu
“Keluar!” seru Hengki
“Mas, aku mohon jangan batalkan kerja samanya. Aku akan melakukan apa saja agar kamu tidak membatalkan kerja sama itu, perusahaan papah bisa bangkrut mas, kasihanilah aku” Agnes masih mencoba untuk terus membujuk Hengki
“Keluar sebelum aku panggil security untuk menyeret kamu”
Dengan langkah gontai Agnes keluar dari ruangan Hengki. Tentu dengan perasaan marah karna Hengki tak mau menuruti permohonannya.
“Aku akan buat perhitungan dengan kamu Hengki, kita lihat saja” teriak Agnes saat sudah berada di dalam mobil “Berani-beraninya kamu menolak aku dan membuat perusahaan papah bangkrut, kita lihat saja setelah ini apa yang akan aku lakukan untuk perempuan itu” Agnes menyeringai
*
Sore harinya, Nita sudah keluar dari perusahaannya dan menunggu Hengki di depan kantornya karna ia mendapat pesan agar menunggu Nita dan akan menjemputnya.
Mobil Hengki berhenti di depan Nita, Nita pun bergegas masuk namun naasnya ada seseorang dengan pakaian hitam, topi hitam dan juga memakai masker tiba-tiba menusuk Nita dari pinggir.
Screek
Rencananya sudah berhasil orang itu segera berlari dan membiarkan Nita tergeletak dengan pisau yang masih menancap.
“Nita” panggil Hengki sat Nita tak sadarkan diri
Hengki mengangkat Nita dan membawanya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Hengki mengabadi orang tua Nita dan juga Sukma, Hengki juga sudah melaporkan kasus ini dengan bukti Cctv yang ada di depan kantor Hengki.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan Nita ki?” tanya Aryo yang sudah sampai di rumah sakit