
“Setahu papah Hengki itu paling anti sama perempuan yang menjadi sekretarisnya, wajar kalo mamah dan papah heran. Mungkin hanya orang-orang terdekat saja yang tahu hal ini karna kami kan berteman dekat dengan orang tuanya” jelas Aryo
Nita pun terkejut dan baru sadar selama bekerja di perusahaannya memang sekretaris Hengki laki-laki kalaupun ada perempuan yang lebih dominan memegang perannya adalah asisten pribadinya.
“Kenapa kamu bengong?” tanya Sinta melihat Nita yang bengong
Nita yang sadar dari lamunannya langsung tersedak karna makanan di mulutnya yang ia kunyah dan langsung ditelannya.
“Uhuuk uhuuuk” Nita terbatuk
Sinta memberikan air untuk Nita segera meminumnya.
“Pelan-pelan sayang lagian kamu pakai melamun segala, lagi melamunin apa sih?” tanya Sinta
“Tidak mah, hanya mikir kalau nanti sudah bekerja di perusahaan papah takutnya nanti malah ngecewain papa karna aku belum bisa bekerja dengan baik” alibi Nita
“Ya ampun hanya itu, kamu tidak perlu khawatir, nanti papah akan meminta orang kepercayaan papah untuk membantu kamu jadi kamu tenang saja jangan terlalu dipikirkan, kamu kan pernah bekerja sebagai sekretaris jadi kamu juga sudah sedikit paham” Aryo menenangkan Nita agar tidak terlalu memikirkan hal itu
“Iya pah”
Mereka bertiga pun melanjutkan makan malamnya.
Setelah selesai makan, Nita berpamitan untuk langsung ke kamarnya.
“Pah, mah aku ke kamar ya” ujar Nita
“Iya sayang” jawab mereka
Nita bergegas masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia ingin beristirahat, entah kenapa hari ini rasanya sangat melelahkan bagi Nita, padahal hari-hari sebelumnya juga ia biasa saja.
Keesokan harinya, Nita sudah mengajukan surat risegnnya. Ia berpamitan untuk pergi ke kantor sang papah. Hengki belum mengetahui bahwa Aryo adalah papahnya Nita, karna tak ada yang memberi tahunya. Aryo dan Sinta pun belum sempat ke rumah Sukma untuk menceritakan masalah ini.
“Kenapa tidak besok saja Nit, hari ini kami bisa bekerja di sini dulu atau selama belum ada pengganti kamu, kamu masih bisa bekerja di sini” ujar Hengki
__ADS_1
“Tidak pak, kan sudah ada asisten Tino. Saya sudah berjanji sama papah akan segera ke sana” jawab Nita
“Memang perusahaan papah kamu di mana? Apa nama perusahaannya?” tanya Hengki
“Dekat dari sini pak, Siar Companny itu perusahaan papah saya pak” jawab Nita
Hengki yang semula biasa saja, kini wajahnya tegang karna terkejut mendengar nama perusahaan yang disebutkan oleh Nita. Ya, perusahaan itu sangatlah tidak asing di telinga Hengki. Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut, setahu Hengki pemilik perusahaan itu tidak memiliki anak karna anaknya yang sempat hilang dan tidak lagi dikarunia anak.
Sekarang Nita malah mengatakan kalau Aryo sang pemilik perusahaan adalah papahnya, ini seperti mimpi bagi Hengki. Apa dia yang ketinggalan berita karna jarang menonton berita, tapi biasanya kalau ada berita yang sangat penting dan menyangkut Hengki, Tino akan segera langsung memberitahunya. Sedangkan ini tidak.
Hengki masih belum sadar dari keterkejutannya, mungkin nanti ia bisa menanyakan masalah ini dengan mamahnya, karna sang mamah adalah teman dekat dari Aryo dan Sinta dan pasti mamahnya tahu mengenai hal itu.
Nita sadar kalau bosnya itu pasti terkejut mendengar jawabannya tadi, tapi memang itulah kenyataannya. Nita melihat ekspresi Hengki yang menurutnya lucu ketika sedang kaget seperti ini. Tanpa Nita sadari ia tersenyum karna wajah Hengki.
Hengki yang sudah mulai sadar melihat ke arah Nita, wanita di depannya itu sedang tersenyum. Hal itu membuat Hengki bertambah dag dig dug. Nita tampak sangat manis ketika sedang tersenyum seperti itu, apalagi dengan wajah tertunduk seperti sedang malu-malu melihat Hengki. Tersadar Nita memang tersenyum karnanya, Hengki tersenyum tipis pada Nita.
“He’em” Hengki mencoba menetralkan suasana “Jadi maksud kamu perusahaannya om Aryo?” tanya Hengki kembali pada topik pembicaraannya
“Bapak kenal? Iya pak papah saya namanya Aryo” jawab Nita
Setelah kepergian Nita, Hengki memanggil Tino untuk mencari tahu berita atau kabar tentang Nita yang sempat mengatakan adalah anaknya Aryo. Hengki masih belum percaya, tapi tak mungkin juga Nita berbicara bohong padanya karna selama ini ia tak pernah mendengar Nita berbohong. Untuk memastikan kebenarannya Hengki meminta Tino untuk mencari tahu.
“Ke ruanganku” setelah itu Hengki memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, hal yang sudah biasa ia lakukan pada asisten pribadinya itu dan Tino pun sudah hafal dengan tingkah bosnya itu.
Braaak
Tino langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Hengki.
Hengki yang melihat kelakuan asistennya itu langsung melototkan matanya seakan-akan siap memakan Tino hidup-hidup. Tino yang sadar dengan tatapan Hengki langsung nyengir karna perbuatan yang dilakukannya barusan.
“Maaf pak, tadi ada yang dorong” ucap Tino bohong
“Siapa yang dorong kamu hah?! Mana orangnya?” Bentak Hengki
__ADS_1
“Hehehe pis pak jangan marah-marah nanti keriputnya tambah banyak”
Hengki membuang nafasnya kasar, kelakuan Tino memang ada-ada saja tapi mau marah pun juga percuma karna hanya akan membuang-buang tenaganya.
“Kamu lihat berita hari ini?” tanya Hengki langsung to the point
“Lihat pak, bapak mau mendengarnya? Saya sebutkan ya pak. Berita yang pertama yaitu dari perusahaan Maju Jaya yang mendapati Managernya melakukan korupsi, lalau dari Harapan Indah yang sahamnya saat ini mulai naik, terus YH Group yang merupakan saingan dari perusahaan ini sedang diambang kebangkrutan lalu artis inisial A yang sedang terkena kasus korupsi kemudian-“
“Stop” Hengki menghentikan ucapan Tino sebelum ia menyebutkan berita yang ditontonnya secara langsung
Kenapa pak, bukannya bapak mau dengar berita hari ini jadi saya langsung memberi tahu bapak” Ucap Tino merasa dirinya benar karna sudah memberi tahu berita yang ia lihat hari ini
“Apa kamu tahu saya memanggil kamu ke sini untuk apa?”
Tino menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.
“Kamu tahu Nita sekretaris saya mengajukan risegn?” Hengki bertanya kembali
Tino mengangguk
“Kamu tahu alasannya kenapa dia ingin risegn?”
Tino menggelengkan kepalanya
Sepertinya mulutnya terkunci dan hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan kepalanya.
“Nita anaknya om Aryo dan dia ingin pindah ke perusahaannya”
Tino yang mendengar penuturan Hengki terlonjak kaget “Apaa!!” teriak Tino saking kagetnya
“Tinooo! Kamu pikir say tuli sampai kamu berteriak seperti itu!” omel Hengki
“Maaf-maaf pak, saya kaget mendengar perkataan bapak tadi. Tapi itu benaran pak?” tanya Tino masih tak percaya
__ADS_1
“Untuk apa aku bohong sama kamu tidak ada gunanya, dan saya bertanya tentang berita itu untuk menanyakan hal itu, makanya jangan asal nyerocos”